Breaking News

22 February, 2012

LETTERS TO JULIETTE ; fact-checker dan para sekretaris penjawab surat

Bagi saya setiap sehabis menonton film, seyogyanya (padahal saya orang Bandung) saya mesti mendapat 'sesuatu'. Entah sekedar pengetahuan baru atau lebih baik lagi mendapat pencerahan. Kalau tidakdua-duanya? berarti salah milih film, hehehe. Tidak juga sih, sekedar bisa 'ngabarakatak' nonton komedi juga sah-sah saja.

Letters to Juliette adalah  salah satu film drama romantis yang menurut saya bagus. Menceritakan tentang Sophie (Amanda Seyfried) perempuan metropolis yang bercita-cita jadi penulis namun terpaksa menghadapi kenyataan hidup bahwa ia hanya bisa menjadi seorang FACT-CHECKER alias pemeriksa fakta di harian New Yorker . Naah, inilah pengetahuan pertama yang saya dapatkan; pekerjaan apa pula itu fact-checker? Pemeriksa fakta ternyata adalah orang yang pekerjaannya memang memeriksa fakta. Untuk apa? Dalam penulisan non-fiksi macam sejarah, fakta yang benar  mutlak dibutuhkan, hingga ketika penulis selesai menulis buku, seorang pemeriksa fakta terjun untuk mengecek rentetan peristiwa, termasuk pernyataan saksi hidup dan lain-lain. Sehingga, kredibilitas sebuah buku bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi begitulah, Sophie kerjanya sibuk mengecek fakta sana sini dengan harapan suatu hari bosnya akan mau menjadikannya penulis beneran. Sophie memiliki seorang tunangan yang berprofesi sebagai chef bernama Victor (Gael Garcia Benal). Victor baru akan membuka restoran pertamanya di New York. Untuk melengkapi persiapan pembukaan restorannya, Victor akan pergi ke Italia untuk bertemu dengan para supplier keju, tomat dan bahan-bahan lainnya. Sophie tentunya excited karena akan pergi berdua dengan pujaan hati ke negara cinta, Italia.

Setibanya di Italia, bukan keasyikan berjalan-jalan yang Sophie dapat, melainkan kebosanan karena Victor terus-terusan sibuk mengurusi persoalan bisnisnya. Maka, untuk mengisi waktu, Sophie pun mengunjungi Verona, kota pilihan Shakespeare sebagai setting tempat percintaan ter-romantis sepanjang masa, Romeo and Juliette.


Di Verona, terdapat Rumah Juliet atau The House of Juliette dan patung Juliette. Jangan mengira kisah Romeo and Juliette memang terjadi di sana; karena Shakespeare malah belum pernah mengunjungi Verona, sehingga kisah tersebut pure fiksi. Rumah dan patung memang dibangun oleh pemerintah Verona (saking bangganya karena kota mereka menjadi terkenal), dan digunakan sebagai lokasi wisata. Memang terbukti, sepanjang tahun tempat tersebut laris dibanjiri wisatawan dari berbagai negara.

Rumah Juliette mempunyai balkon persis seperti dalam cerita, dan di depannya terdapat patung Juliette berwarna emas. Patung ini pun melahirkan sebuah mitos yang menyebabkan banyak orang dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong untuk sekedar menyentuh dada Juliette (patungnya maksudnya). Mengapa? karena orang percaya, dengan menyentuh dada patung Juliette maka akan menemukan cinta sejati. Maka jika dilihat, dada kanan Juliette (yang sering disentuh) berwarna agak beda dengan warna patungnya.

Kembali ke cerita, Sophie juga mengunjungi House of Juliette, dan terpukau melihat puluhan perempuan mengagumi "sisa-sisa" dari kisah cinta mengenaskan tersebut. Bahkan beberapa diantara mereka menjadi histeris (menangis dan berteriak-teriak). Namun yang membuat Sophie lebih bingung adalah karena para wanita tersebut satu persatu menempelkan secarik kertas di dinding rumah Juliette.
Penasaran, Sophie pun mengecek apa gerangan yang tertempel di sana; yang ternyata adalah surat-surat. Semuanya rata-rata berisi keluhan dan permintaan saran kepada Juliette (niat banget ya?) mengenai masalah cinta yang sedang dihadapi. Kejutannya tidak berakhir sampai situ karena tiba-tiba muncullah seorang wanita yang membawa keranjang dan mengumpulkan satu demi satu surat-surat yang tertempel di sana.
Siapakah wanita itu? Ia adalah salah satu dari para sekretaris Juliette atau Secretaries of Juliette. Para sekretaris ini kerjanya adalah membalas surat-surat dari para wanita di seluruh dunia yang meminta saran mengenai masalah cinta mereka. Ini pengetahuan kedua buat saya. Iseng-iseng saya search di internet, and guess what? Kegiatan ini memang ada. Para sekretaris Juliette yang asli ternyata tergabung dengan nama Club di Giulietta, bermarkas di Verona dan kegiatan menjawab surat ini sudah berlangsung sejak tahun 1930-an! Bayangkan saja jika Anda bekerja sebagai sekretaris seorang tokoh fiksi Italia (yang pengarangnya malah bukan orang Italia, melainkan Inggris) dan Anda setiap harinya menuliskan jawaban atas berbagai permasalahan cinta dari seluruh dunia.
Salah satu contoh surat (sebenarnya) yang dikirim oleh pengagum Juliette berbunyi;

“Dear Juliet, my name is Olga and I'm from Belarus. I live in a small, beautiful town. I write to you to ask you good wishes for my wedding. Some years ago I met my Victor. I fell in love with him, he's my sun, he's my life. I couldn't see my life without him. His eyes are like stars in the night, his lips like full of life in spring. We want to get married. Dear Juliet, please be so kind as to send me your good wishes for us, thank you, Olga.”

Ck .. ck .. minta restu aja pake jauh-jauh amat yaa ...

Di atas hanyalah salah satu contoh saja dari ribuah surat yang setiap harinya sepanjang tahun dialamatkan pada Club di Giulietta, House of Juliette, Juliette’s secretaries, atau hanya dialamatkan pada Juliette, Verona (saja), dan dijamin sampai di tujuannya. Giovanna Tamassia, salah seorang sekretaris menyatakan  kebahagiaannya dapat membalas surat-surat tersebut setiap hari. “Sungguh sebuah hal yang indah ketika kamu membuka sebuah surat dan kau bisa membaca perasaan orang-orang di seluruh dunia.” aku Tamassia.
Saat ini dua orang dari 10 orang sekretaris Juliette adalah wanita, namun pada jaman dahulu salah satu pionir sekretaris ‘unik’ ini adalah seorang pria penjaga makam Juliette (kebayang kan sampai ada makamnya segala). Adalah Ceil Friedman, seorang penulis, yang kemudian merasa tertarik dengan fenomena ‘berkirim surat’ kepada tokoh fiksi ini dan berhasil menuangkannya menjadi sebuah film indah, Letters to Juliette.
Dan bagaimana dengan kisah cinta Sophie selanjutnya? Well, lewat pertemanan Sophie dengan para sekretaris neng Juliette, akhirnya Sophie berhasil menemukan cintanya (dengan jalan dan plot berliku tentu saja).
Lebih jelasnya sih, tonton sajalah.
Buku dibaca, film ditonton = pengetahuan baru didapat.
Salam.

Sumber tulisan: