Breaking News

21 February, 2012

Lelaki Dengan Senyuman

Kata orang, dan berdasarkan hasil penelitian juga ternyata, usia 32 tahun adalah usia di mana seorang wanita merasa dirinya berada dalam kondisi yang paling cantik. Hmmm..., itu juga yang dirasakan Hana hari ini. Walau 32 bukanlah jumlah angka yang kecil lagi, tapi ketika dia memandang wajahnya di cermin, dia merasa senang dan bersyukur dia masih terlihat cantik di usia yang sudah melewati kemungkinan separuh usia manusia di dunia ini. Bahkan, kadang banyak orang yang tidak menyangka dirinya sudah menikah dan memiliki dua orang putri yang cantik.

Walau begitu, hari ini Hana tidak merasa gembira. Seperti biasa, Irham melupakan hari ulang tahunnya. Selama tujuh tahun hidup bersama dengan Irham, hanya satu kali lelaki itu ingat hari kelahirannya, yaitu di tahun pertama pernikahan mereka, karena ulang tahunnya hanya berselang seminggu dari tanggal pernikahan mereka. 

Entahlah, kadang Hana menyadari itu bukanlah hal yang penting, tapi sedikit jiwa kekanakan di dalam dirinya begitu ingin sekali merasakan kejutan manis dari suaminya itu. Toh ulang tahunnya tidak terjadi setiap hari?

Tapi Irham tetaplah Irham, lelaki sederhana yang tidak terlalu memusingkan hari-hari perayaan, kecuali lebaran tentu saja. Selebihnya, tidak terlalu menjadi prioritas baginya.

Itulah sebabnya, dari pagi tadi Hana terlihat tidak bersemangat. Irham bukan tidak menyadarinya, tapi dia memilih untuk membiarkan saja dulu Hana dengan perasaan mellow nya. Karena dia tahu, bila sudah lewat, Hana akan kembali tersenyum dan ceria seperti sifat asalnya. Dan senyuman Hana merupakan salah satu hal yang paling Irham cintai di dunia ini.

                                                         *****

Ketika secara tidak sengaja Irham membuka akun fesbuknya karena banyaknya jumlah friend request yang belum sempat dikonfirmasinya, iseng dimasukinya akun milik Hana. Sesaat kemudian, matanya terpaku pada status yang ditulis oleh banyak orang yang tidak dikenalnya ditujukan untuk Hana.

Mengertilah dia apa yang sedang dirasakan oleh kekasihnya itu. Ternyata, kembali dia melupakan hari ulang tahun Hana. Dibacanya ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman istrinya itu, sambil sesekali tersenyum kecil. Hana tersambung dengan banyak teman-teman lamanya lewat fesbuk, jumlahnya sepertinya sudah lewat angka 1000. Irham menyadari dirinya tidaklah terlalu supel dan banyak teman seperti Hana. Dia membuka akun fesbuk pun karena dorongan Hana. Walau kemudian dia merasakan juga ada sisi positif dari ikut jejaring sosial tersebut, tapi akunnya hanya sesekali saja dia buka. 

Ketika memandang foto Hana dan kedua bidadari kecil mereka yang sedang tersenyum di atas meja kerjanya, Irham bertekad akan pulang malam ini membawa black forest kesukaan Hana, sebagai kejutan manis untuk istrinya itu.

                                                      *****

Saat menemani kedua putrinya tidur, Hana banyak merenung. Hari ini dia tidak menelpon atau kirim sms untuk Irham. Entah apakah Irham menyadarinya atau tidak. Hana hanya ingin Irham tahu kalau dirinya sedang agak kesal dengan suaminya itu.

Kalau dipikir-pikir, bukan hanya sifat kurang perhatian dari Irham saja yang agak mengesalkannya. Laki-laki itu juga kurang peka dengan masalah yang ada di rumah. Bak kamar mandi yang bocor, lampu teras yang mati, kunci kamar yang rusak, rasanya sudah berabad-abad lamanya tidak direspon oleh Irham. Bila Hana kembali mengeluh, Irham hanya berkata,

"Maaf ya Bun, Ayah lagi sibuk, banyak kerjaan di kantor. Minta tolong pak satpam aja ya...?"

Huh, sibuk terus, kapan sempatnya? Hana jadi sering teringat dengan sosok ayahnya dulu ketika dia belum menikah dan masih tinggal bersama orangtuanya. Ayahnya seorang manager di sebuah perusahaan asing, tapi selalu menyempatkan diri untuk memperbaiki barang-barang rusak yang ada di rumah di waktu liburnya. Tanpa sadar, Hana sering membandingkan Irham dengan ayahnya.

Tapi sesungguhnya Hana pun mengakui, Irham juga seorang lelaki yang sangat sabar. Jauh lebih sabar dari Hana sendiri. Selama tujuh tahun hidup bersamanya, tidak pernah sekali pun Irham bersuara keras kepadanya. Bila dia tidak menyukai hal yang Hana lakukan, dia tidak pernah langsung menegur atau mengkritik Hana. Dia selalu membiarkan Hana menyadari sendiri kekeliruannya. Dia juga tidak pernah mengeluh tentang Hana yang tidak bisa masak, atau balas cemberut ketika Hana sering mengeluh dan mengomel tentang banyak hal kepadanya. Sebaliknya, Irham selalu tersenyum kepadanya. Tidak pernah Irham pergi atau datang tanpa senyuman. Selalu dengan senyuman.

Tiba-tiba saja rasa sesal mulai memenuhi ruang hati Hana. Lelaki itu selalu penuh dengan senyuman, apa pun kondisi yang dihadapinya. Sedangkan Hana, rasanya selalu membutuhkan tempat untuk mengeluarkan segala keluhan dan kekesalan dalam hatinya pada laki-laki itu. Tujuh tahun, masih tetap luaskah hati Irham menerima segala kekurangan dirinya?

Satu pesan tiba-tiba masuk ke ponsel Hana. Pesan dari Irham.

"I love you darling. Waiting for your long life support..."

Hana tidak bisa lagi mencegah air matanya turun. Merasakan penyesalan dalam hatinya, menyadari betapa dia selalu membutuhkan Irham disisinya. Menyadari betapa Irham sangat menyayangi dirinya, dan harinya tidak akan pernah sama tanpa kehadiran lelaki itu.

Belum sempat Hana membalas pesan Irham, satu pesan kembali masuk ke ponselnya.

"Happy milad sayang... Tunggu Ayah dan black forest sebentar lagi ya..."

Dan Hana pun kembali menangis.

0 komentar:

Post a Comment