Breaking News

16 February, 2012

"KUBERI SATU PERMINTAAN,..MONGGO..!!!"


  Bila mendengar kalimat itu pada iklan rokok ditelevisi, aku ndak henti terbahak. Begitu kreatifnya orang punya ide iklan seperti itu; dengan simbol-simbol jawa didalamnya, memakai Jin, pengabul keinginan yg tertinggal diguci kecil, dan siap "wuuuz" keluar jika ada seseorang yang menabraknya.
Mengejutkan jalan ceritanya, juga cerita akhirnya tak bisa ditebak, dan orangpun seakan ndak bosan melihatnya lagi  .Berbeda bila aku liet iklan, atau sinetron Indo yang gampang "dilanjutkan sendiri" jalan ceritanya,..hingga anakku tanya: "ibu kok tahu, kelanjutan ceritanya?" aku jawab: "ibu khan penulis skenario-nya,  jadi dah mudeng duluan.." kataku ngawur aja.
atau mendengar lagu yang diputar ditelevisi atau radio,..aku dengan sekenanya melanjutkan, padahal sebelumnya belum pernah mendengarkan, dan ajaibnya sering benar..hingga anakku kembali tanya:
"ibu, dah hafal dengan lagu itu ya.."
"iya dong,..ibu khan penulis lyriknya.." jawabku asal

Senangnya dengan iklan itu, karena juga akting Jin Jawa itu lho, yang celelekan, percaya diri, lucu tapi masih mengindahkan tindak tanduk sebagai orang jawa dan meski menjawab dengan bahasa jawa, saya yakin banyak orang tahu maksudnya,..seperti: .. "Hmm..bisa-bisa diatur ..wani pira?"
bener-bener kocak Jin itu.

Namun, jika Sampeyan (hanya berkhayal lho) yang ditanya oleh Jin pengabul keinginan ketika menabrak guci tua miliknya dan wuuuz datanglah ia dan berkata:
"Kuberi satu permintaan,..monggo"
apa nih kira-kira jawabannya ya,..mungkin pengin jadi penulis terkenal yang bukunya banyak terpampang dirak toko buku terbesar?, atau pengin rumah, mobil,..atau utang-utangnya semuanya lunas? he..he..
kalau yang ditanya saya, mungkin jawabnya satu: "setelah mati, pengin masuk surga.."
urik ya,..satu tapi,...seperti kata Jin pengabul itu ditanya seseorang yg berwajah jelek pengin "ganteng" dan dijawab Jin-nya.." huwa..huwa ngimpi... "
memang seperti mimpi saja,..ndak tau apa bisa terwujud. Sholatku aja ndak "tegak" berdirinya, sajadahku,..bukan sajadah panjang dalam lagu  Bimbo, sedekahku super duper dikit hanya seujung debu, bila banyakan dikit, mungkin dah "Riya",..ada perbincangan ringan dengan anak, ketika saya mau memasukkan infaq dikaleng masjid setiap tarawih.
"kok, segitu bu,..ndak kebanyakan nih,..khan tiap hari,.eman-eman nanti uang ibu habis.." kata anak perempuanku ketika tahu berapa rupiah yang kumasukkan dikaleng, yang sebenarnya jumlahnya ndak seberapa, tapi untuknya banyak.
"Nduk, ini cuma sedikit,..apa kamu tega, sedekah yang teramat sangat sedikit, tahu ndak ini hanya cukup untuk "mengetuk" pintu surga.."
"..cuma untuk mengetuk saja?,..wah..katanya seakan takjub,..surga begitu susah dijangkau

Bayangkan Nabi Muhammad yang dikenal maksum ,..tak ada dosa padanya,..dan punya tiket "pass" masuk surga aja, kakinya sampai bengkak-bengkak sholat tahajud tiap malam, mohonkan maaf atas salah umatnya!! dan harta bendanya habis untuk perjuangan agama,..subhanallah,..
sungguh sangat jauuuuuh dengan umat yang hina dina dan suka berkeluh kesah,..pahala mungkin sangat ringan bila ditimbang dengan dosa-dosa yang menjulang tinggi keangkasa,..hingga cuma diberi kesempatan mencium wanginya surga, dan bisa "ndeprok " diemperan surgapun aku dah senang..(emang surga punya emper),..saking merasa surga sangat "ndak pantas untukku"..tapi apapun yang diberi Allah pada-ku atas keadaanku didunia,.aku terima,..ikhlas, asal boleh aku mencintaiNya dengan segenap rasaku,..tolong jangan menjauh dariku ya..Rabb..

0 komentar:

Post a Comment