Breaking News

10 February, 2012

Kesan Pertama Begitu Menggoda


 

Selanjutnya terserah… EDITOR!
Aih, kok seperti iklan parfum ya? Begitulah… Tak mudah memang menarik perhatian editor. Apalagi editor akuisisi yang tugasnya mencari naskah yang layak untuk diterbitkan. Kalau outline atau naskah kita tidak greget, editor tak bakalan mau meliriknya. Lalu, bagaimana menarik perhatian editor?
Buatlah outline yang menarik dan mewakili naskah yang akan ( atau sudah) kita tulis. Outline ini adalah jalan pintas menuju surga. Loh? Salah (X_X)! Maksudnya, jalan pintas bagi si editor untuk menilai kekuatan naskah kita. Selain itu, si editor juga akan mempertimbangkan sejauh mana penulis mengetahui tema yang dipilih. Hanya itu? Tentu saja tidak. Ada banyak pertimbangan yang dilakukan editor (dan tim) untuk meloloskan sebuah outline.
Pertanyaannya, apa dan bagaimana outline yang dapat menarik perhatian editor. Saya (duh, formal amat ya? ga biasa…) akan berbagi kepada saudara sebangsa dan setanah air, bagian apa saja yang penting dari sebuah outline.
Judul. Buatlah judul yang menarik perhatian pembaca. Judul yang padat dan jelas, sehingga pembaca tak kerepotan. Judul juga menggambarkan keseluruhan isi buku, ia menggambarkan identitas sebuah buku dan mengandung kata kunci.
Konsep. Konsep naskah adalah ‘proposal’ singkat yang menjelaskan tujuan dan manfaat buku yang akan kita tulis. Konseplah yang akan menjelaskan sebuah ide di kepala kita agar editor mengerti gambaran singkat dari buku kita.
Spesifikasi Produk. Kenapa harus mencantumkan spesifikasi produk? Sebagai seorang penulis, kita tentu punya gambaran mengenai buku kita. Baik dari segi tampilan fisik maupun konten. Pencantuman spesifikasi produk ini juga menjadi pertimbangan seorang editor untuk mengeksekusi outline kita. Spesifikasi produk meliputi: ukuran buku, jenis kertas untuk halaman dalam, jenis kertas untuk kaver, desain kaver, dan jumlah halaman jadi.
Tema . Tema adalah salah satu bahan yang kita tulis, misalnya parenting, bulliying, dll.
Genre. Perhatikan beda tema dan genre. Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur adukan anatar genre dan tema. Genre adalah jenis tulisan yang kita buat, apakah non-fiksi (berupa biografi, buku panduan, otobiografi, pengembangan diri, atau yang lainnya) atau fiksi (fiksi sejarah, misteri, detektif, horror, dll).
Kompetitor. Ini adalah daftar buku dengan tema yang sama yang sudah diterbitkan. Untuk mengetahui siapa dan apa kompetitor, kita perlu melakukan survey pasar dan mengungkap fakta.
Pasar. Di sini kita tentukan target pembaca yang sesuai untuk naskah yang sedang kita buat.
Selling Point. Selling point adalah kelebihan dari isi naskah, visual, desain dan materi.
Huft, selesai sudah materi yang saya sampaikan. Barangkali ada teman-teman yang ingin menambahkan atau bertanya, yuk, kita diskusi sehat. J
Dyah Prameswarie
Bottom of Form

0 komentar:

Post a Comment