Breaking News

23 February, 2012

Jodohku

By Raditya Surya  
Sungguh tidak ku sangka apa yang aku hayalkan ternyata menjadi kenyataan. Aku pernah menuliskan dalam sebuah kertas bahwa “Mungkinkah jodohku adalah orang yang asing bagiku”, karena terlalu lelah aku dalam mencari cinta. Berkali-kali pacaran juga tak menjamin adanya kecocokan.
Suatu sore datanglah temanku.
“Pinjem HP nya dong, sebel deh ada yang nyasar ke HP ku “ kata Anton
“Lo, kok bisa? Pake HP mu aja sendiri” jawabku
“Kalo nyambung sih mending, ayolah..”Rengeknya
“Nih “kataku sambil nyerahin HPku
“Tuh kan …nyambung, tapi ga diangkat,” kata Anton
Lama kami ngobrol, dan akhirnya Anton pamitan pulang
Baru lima menit si Anton pulang, Tiba-tiba Hpku berbunyi
Aku yang tahu kalo nich nomer yang dihubungi si Anton langsung kaget
“Assalamu’alaikum” kata si misterius
“Wa’alaikum salam, eh, eh mas nya nih temennya si Anton ya, dia udah pulang barusan” kataku gugup
“Saya ga kenal” jawabnya singkat
Aku bingung harus ngomong apa?
“Adik anak mana sih? Katanya
“Kediri? Mas sendiri orang mana? Tanyaku seadanya
“Sidoarjo” jawabnya
Waw jauh banget” kataku
Eh udah dulu ya”, katanya menyudahi pembicaraannya.
Seperti biasa aku masih melakukan aktifitasku, mandi abis tuh makan trus nonton TV.
Tapi tiba-tiba
“Wah, ni orang kayaknya penasaran ma aku nih” batinku
Entah kenapa aku jadi mikirin dia, padahal kan seharusnya aku cuek-cuek aja, tapi ga tahu semakin ku buang rasa ini, semakin merasuk ke dalam pikiranku.
Hp berbunyi lagi dan….
“Halo, ehm…boleh kenalan ga? Katanya
“Kenapa enggak? “ jawabku sambil berusaha cuek
Akhirnya kami saling kenal dan bertukar pengalaman. Mas Amin namanya. Aku sendiri heran, kok bisa ya? Baru kenal, tahu orangnya aja nggak, melihat wajahnya pun belum, tapi entah kenapa terasa nyamaan banget.
Hari-hari berlanjut, masih dalam HP kami saling berinteraksi. Sampai pada malem minggu waktu dia telpon.
“Lo lagi dimana?” kata Mas Amin
“Dirumah” jawabku
“Pasti lagi nunggu pacar ya “kata mas Amin
“Ga ada kok, mas nya sendiri ko ga ngapel? Tanyaku
“Ga , aku dirumah, masnya masih sendiri kok..
Akhirnya kami ngobrol panjang lebar.
Hari demi hari tak terasa sudah hampir satu bulan kami ngobrol tanpa tahu orangnya.  Tapi kami saling nyaman dengan pertemanan kami. Sampai suatu saat, Mas Amin pun mengutarakan isi hatinya bahwa dia ingin lebih mengenal aku dan keluargaku.
Akupun tak bisa menolak saat dia ingin dekat lebih dari sekedar teman.  Aku juga sangat takut kehilangan dia, entahlah…. Kami merasakan kenyamanan aja saat saling bercanda meski kami belum pernah ketemu.
“Kamu mau ga kalau aku serius denganmu?” katanya suatu saat
Aku diam, aku ga tahu apa yang bergejolak dihatiku, senang, terharu
“Haloo, kamu masih disana dik”kata mas amin
“Oh, iya, ehmm entahlah, aku bingung mau jawab,”jawabku
“Kita kan belum saling tahu masing-masing, aku takut nanti mas kecewa? Kataku
“Gimana kalo kita sholat istikharah nanti malam, kita minta petunjuk Allah kalo kita jodoh, mohon dimudahkan jalanNya”katanya
“Ya udahlah “kataku seperti takut kehilangan sosok yang selama hampir satu bulan mengisi hari-hariku.
  Keesokan harinya
“Aku udah mantap, dan yakin sama pilihanku, “Katanya,” Aku mau beli cincin, seberapa ukuran jari kamu? Tanyanya
Aku seperti mimpi saja, antara percaya dan tidak, bagaimana mungkin kami yang belum tahu fisik masing-masing kok udah mau tunangan? Entahlah hanya Allah yang tahu, aku hanya mengikuti jalanNya.
“Pokoknya yang besar, jariku besar”jawabku
“Eh, sebelumnya aku juga mau ketemu sama kamu, tapi…..”katanya terputus
“Lo kenapa mas…?aku penasaran
“Kita janji ya bahwa apapun aku dan siapapun aku, kamu mau nerima aku apa adanya? Pintanya
Entah kenapa, aku seperti tidak bisa menolak, “akupun minta agar bagaimanapun fisikku, mas mau terima aku apa adanya”pintaku
Insya Allah, begitupun aku kamu mau kan menerima aku apa adanya? ”jawabnya
“Insya Allah” jawabku singkat
Tibalah hari yang mendebarkan bagiku, rasa takkut, cemas jadi satu dalam menyambut kedatangannya.
“Assalamu’alaikum” kata seseorang dibalik pintu
“Wa’alaikum salam” jawab ayahku
Sebelumnya aku sudah bilang sama ayahku bahwa apapun yang terjadi ayah harus katakana setuju atas permintaan mas amin untuk melamarku, dan ayahku pun sangat-sangat bingung, gimana bisa orang yang ga saling ketemu ko mau dilamar. Dilihat dulu orangnya kata ayahku.  Ahh ayahku semakin bingung aja saat kubilang aku akan terima dia apa adanya.
Akhirnya bertemulah kami, dan Alloh Maha Besar, ternyata kami bisa saling menerima dan akhirnya sampai ke jenjang pertunangan..


3 komentar:

Games 2 Girls said...

The article you have shared here very awesome. I really like and appreciated your work. I read deeply your article, the points you have mentioned in this article are useful
www.baixar-whatsapp.com.br

Thu Lê said...

I was very impressed by this post, this site has always been pleasant news. Thank you very much for such an interesting post. Keep working, great job! In my free time, I like play game: douchebagworkout2.org. What about you?

Alice Taylor said...

Thank you for sharing valuable information. Nice post. I enjoyed reading this post.

potaup

Post a Comment