Breaking News

21 February, 2012

Jangan Sampai Menyesal Seperti Saya (blm dpt judul yang pas :-p)

Tulisan tentang alat kontrasepsi ini terinspirasi oleh pengalaman saya beberapa hari yang lalu. Yah, saya sempat menggunakan beberapa alat kontrasepsi selama mempunyai dua anak. Dan masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun yang paling menyiksa adalah memggunakan alat kontrasepsi IUD.

Tapi sebelumnya, saya mohon jangan ‘parno’ dulu jika tulisan saya terkesan vulgar, tiada maksud apa-apa, hanya sekedar share dengan teman-teman. Dan saya rasa hal ini bukan hal yang tabu untuk dipelajari kok. Dan saya paham, masalah ini masih menjadi prokontra diantara kita. Namun semoga kita dapat berbesar hati dan bersikap dewasa serta berpikir jernih dalam menanggapinya. Jika tidak sependapat, sungguh perbedaan adalah rahmatallil’aalamiin…

Upz…maaf yah jika kalimat atau kata-kata atau tanda baca yang kurang sesuai EYD karena saya bukan ahli bahasa, saya hanya seorang yang sedang belajar menulis ^__^
Tapi jika ada yang ingin memberi masukan atau memperbaiki tata bahasa saya, jangan sungkan-sungkan ^_*

Kembali ke masalah alat kontrasepsi. Saya memakai IUD selama dua tahun ke belakang. Karena ketidaktahuan saya dan rasa malas untuk membuka internet atau membaca buku, hal ini yang mengakibatkan penyesalan pada akhirnya. Selama pemakaian, saya mengalami beberapa keganjalan dalam hati meski hal itu selalu ditepis. Diantaranya siklus mentruasi yang begitu cepat yaitu dua minggu sekali mengalami menstruasi dan waktunya lama, kurang lebih hari. Jika dihitung, masa suci saya selama satu tahun hanya 215 hari, banyangin hanya 60%. Dan jika hal ini dikaitkan dengan ibadah mahdhoh, sungguh saya termasuk orang yang paling merugi, meski yang namanya haid itu adalah rukhshoh seorang wanita dari Allah SWT.

Selain itu, saya merasakan kesakitan yang tiada kira ketika dilepas. Pasalnya benang yang harusnya teraba itu tidak terlihat. Alhasil, tensiku menjadi naik sepuluh angka karena tegang ketika harus dilakukan pencarian terlebih dulu untuk mendapatkan benangnya selama kurang lebih 15 menit. Meski untuk yang satu ini tergantung pemasang dan yang dipasang, ada yang fine-fine saja, ada juga yang bermasalah seperti saya.

Dari keganjalan-keganjalan tersebut, akhirnya saya mencoba menemui mbah goggle (bukan untuk minta pellet atau berbuat syirik yah hehe…), dan saya dapatkan beberapa artikel tentang alaat kontrasepsi dalam islam. Dari sepuluh artikel yang dibaca, mengatakan bahwa alat kontrasepsi yang paling beresiko adalah IUD. Bahkan tidak diperbolehkan dalam agama selain vasektomi (MOP / sterilisasi pria) dan tubektomi (MOW / sterilisasi wanita).

Pasalnya, proses kerja IUD yang dipasang di dalam rahim dengan bentuk yang bermacam-macam dan terbuat dari plstik dan tembaga adalah menghalangi sperma dan ovum yang telah membentuk EMBRIO agar tidak menempel pada uterus. Hal ini dipandang oleh beberapa dokter dan ijtihad para ulama bahwa kerja IUD sama halnya pembunuhan (aborsi) pada usia dini. Bisa jadi menstruasi yang banyak dan lebih lama karena akibat terjadinya ‘aborsi tidak disengaja’. Kenapa saya katakan demikian? Saya berhusnudzon pada pengguna IUD, mereka tidak tahu mekanisme kerjanya, seperti halnya saya yang baru tahu sekarang.

Dan yang mengerikan dalam pemakaian IUD, meskipun kejadian ini langka, jika kondisi embrio sangat kuat, tidak terpengaruh oleh IUD yang menghalangi agar tidak menempel ke uterus, si embrio akan mencari tempat yang dirasa nyaman dan biasanya tempat itu adalah tubafalopy. Inilah yang dinamakan hamil di luar kandungan.

Jadi begini, secara rincinya, sperma yang telah disemburkan oleh penis pada saat puncak orgasme berjumlah ribuan. Pada awalnya, IUD hanya sebagai penghalang bertemunya sperma dengan sel telur. Akan tetapi, jika dari ribuan sperma tadi ada yang masih bertahan dan berhasil menerobos benteng IUD, bertemulah 'dua sejoli' itu dan terjadilah sentuhan pertama yang mengakibatkan terbentuknya embrio atau cikal bakal manusia. Nah, embrio awal tadi pastinya akan berusaha menempel ke uterus untuk menyambung hidup, sayangnya, ketika hendak ke uterus, harus melalui benteng IUD. Dan karena tidak dapat menembusnya, si embrio tadi lama kelamaan akan mati. Diibaratkan, manusia yang kedinginan di luar tiada tempat berteduh dan tanpa sesuap nasi, maka ia akan meninggal tragis. Sedangkan yang masih bertahan hidup akan mencari tempat yang menurutnya nyaman, singgahlah ia di tubafallopy meski tidak berlangsung lama.

Mekanisme kerja IUD ini berbeda dengan alat kontrasepsi yang lain seperti suntik, pil, atau kondom.Ketiganya hanya berfungsi untuk menghalangi masuknya sperma (kondom) atau merusak /melemahkan sperma (pil dan suntik) sebelum bertemu dengan sel telur atau ovum. Namun ketiganya mempunyai kelebihan dan kelemahan.

Bagi pengguna suntik atau pil KB mempunyai kelebihan yaitu pemakaiannya sangat sederhana dan tidak berbahaya. Akan tetapi keduanya mempunyai kelemahan yaitu dapat mempengaruhi berat badan (dapat melebar atau malah mengecil) yang dapat membuat gusar para istri, dan bila tidak cocok dapat menimbulkan flek hitam di wajah atau pusing. Yang paling meresahkan terutama bagi para suami adalah keadaan vagina yang kering akibat pengaruh hormon dari pil atau sutik dan berkurangnya libido yang mengakibatkan istri kurang bergairah dalam melakukan hubungan seksual, sehingga dapat mengganggu jalannya aktifitas senggama.

Sedangkan kondom, kelemahannya kurang nikmat bagi para suami meskipun mempunyai kelebihan murah meriah dan mudah. Namun yang harus digarisbawahi adalah KONDOM TIDAK BOLEH DISALAHGUNAKAN UNTUK PERBUATAN ZINA

Adapun MOP atau MOW sangat dilarang dalam islam bukan karena mempunyai unsur pembunuhan seperti kerja IUD, akan tetapi keduanya adalah alat kontrasepsi melalui jalan pemutusan secara permanen yang berakibat seseorang tidak dapat mempunyai keturunan untuk selamanya, yaitu dengan memotong saluran keluarnya sperma (saluran vas deferens) dengan tujuan agar sperma tidak  mampu diejakulasikan bagi pelaku MOP dan mekanisme MOW adalah dengan memotong dan mengambil sebagian saluran telur(tuba) atau cukup dengan mengikatnya (membuat buntu) sehingga menghambat pembuahan antara sperma dan sel telur.

Sebenarnya dalam menjarangkan kehamilan ada metode alami yang lebih aman dan tidak mengandung pro kontra. Di antaranya, ‘Azl atau senggama terputus, system kalender atau lender serviks atau pantang berkala. Kedua metode ini murah meriah tanpa biaya dan tidak ada efek sampingannya.

Mekanisme ‘Azl atau senggama terputus adalah dengan mengeluarkan alat kelamin pria (penis) dari vagina pada saat puncak orgasme. Kelemahannya, salah satu pasangan khususnya suami merasakan ketidaknyamanan dan jika atau sedikit kelepasan dapat membuahkan kehamilan, dengan catatan istri dalam masa subur.
Sedangkan system kalender atau lender serviks atau pantang berkala adalah metode ‘penjarangan’ kehamilan dengan cara mengatur waktu senggama yaitu pada saat istri dalam masa tidak subur. Kelemahannya, metode ini dapat dilaksanakan oleh perempuan yang mempunyai siklus menstruasi teratur. Dan bagi istri yang tidak suka bermain dengan alat kelamin sendiri, tidak dapat menggunakan metode lender serviks, karena untuk mengetahui bahwa lendirnya berwarna beningdan licin (tanda masa subur) atau keruh dan kental (tanda masa tidak subur) harus dengan cara perabaan.

Kembali pada pembahasan mengenai IUD (kok kembali mulu, kapan nyampenya? hahaha...). Ketika saya mengetahui seluk beluk tentang IUD, apa reaksi saya? Lemas, cemas, sedih, intinya penyesalan yang sangat atas kebodohan saya selama ini. Namun hanya penyesalan tiada artinya tanpa aksi positif, saya bertobat untuk tidak menggunakannya lagi dan berharap Allah SWT mengampuni dosa-dosa atas keteledoran saya serta buru-buru melepasnya.

Pada dasarnya, Allah pun telah menganjurkan untuk memperbanyak keturunan seperti yang terfirman dalam Al Qur-an, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tarmidzi, Rasulullah juga bersabda bahwa, "Nikahilah wanita yang sayang dan subur, maka aku akan bangga padamu."
Namun saya pun berhusnudzon lagi pada pengguna alat kontrasepsi. Semoga mereka melakukan hal demikian bukan karena termakan oleh konspirasi kaum Yahudi yang takut jika umat islam mempunyai keturunan yang banyak dan tangguh dan mencuci otak kita dengan program sekulerisme yang salah satunya KB, melainkan karena alasan yang insya Allah syar’I seperti kondisi ibu yang tidak memungkinkan jika harus melahirkan tiap tahun karena penyakit yang diderita atau mempunyai resiko tinggi dalam melahirkan, kondisi ekonomi, keinginan orangtua memberikan pendidikan dan kesehatan serta penghidupan yang layak  kepada anak-anaknya dan sebagainya.


Jika dengan demikian, apa saja alat yang diperbolehkan?
Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat kontrasepsi, yaitu:
1. Cara kerjanya, apakah mengatur kehamilan atau menggugurkan kehamilan (isqat al-haml)?
2. Sifatnya, apakah ia hanya pencegahan kehamilan sementara atau bersifat pemandulan permanen (ta’qim)?
3. Pemasangannya, Bagaimana dan siapa yang memasang alat kontrasepsi tersebut? (Hal ini berkaitan dengan masalah hukum melihat aurat orang lain). Jadi semisal menggunakan suntik, alangkah baiknya tidak dilakukan oleh dokter pria, karena KB ini bukan penyakit darurat.
4. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya.
5. Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi tersebut halal atau tidak.

Selain kelima hal di atas, yang perlu diperhatikan adalah dalam memutuskan penggunaan alat kontrasepsi atau metode alami harus berdasarkan kesepakatan bersama antar suami istri, diskusikan dengan betul sehingga mendapatkan keputusan yang memberikan kenyamanan bagi kedua belah pihak dan tidak menimbulkan konflik yang dapat mempengaruhi keharmonisan rumahtangga.


Wallahu a’lam bishshowwab. Semoga apa yang kita niatkan selalu untuk mencari ridla Allah dan tidak dalam rangka menentang takdir-Nya…I luv u all ^_^

0 komentar:

Post a Comment