Breaking News

21 February, 2012

Jangan mencuri, dosa tahu!

By Hanni Hk  
Berdesak-desakan mereka merapat di mejaku, tubuhku sedikit terhimpit oleh badan mereka yang bertumpu padaku dan kursi yang kududuki. Lap-top kecil di mejaku menjadi pusat perhatian kami bersama, dengan tanganku mengetik huruf demi huruf mukutku juga membacakan kata demi kata yang aku ketik sambil sesekali menoleh pada tiga anak yang menatapku penasaran untuk memintaku menjelaskan apa yang aku ketik dengan bahasa isyarat. Sesekali jari tangan anak-anak ini menyentuh layar monitorku untuk menyampaikan rasa penasaran mereka.
"ibu...bel!" jerit lutfi.
"ya, istirahat dulu ya," jawabku.
"Nanti lagi ya bu," ujar Yusri sambil menggoncang bahuku pelan.
"sipppp!" jawabku mantap sambil berdiri dan menggiring mereka keluar kelas untuk beristirahat.

Aku adalah seorang guru freelance di sebuah Sekolah Luar Biasa, sudah 3 tahun ini aku mengajar secara sukarela dan sukacita di kelas komputer bagi anak-anak Tunarungu dan Tunagrahita. Tunarungu adalah istilah pendidikan untuk mereka yang mengalami gangguan pendengaran, dan untuk berkomunikasi dengan mereka aku belajar bahasa isyarat, anak-anak ini mengajariku kata demi kata dengan mimik wajah mereka yang lucu. Bagi yang mengalami keterbatasan dalam intelegensi mereka disebut tunagrahita, beberapa dari mereka tak bisa membaca, jadi kadang kala aku membacakan tulisan yang kubuat. Tapi, mereka pintar menyalin dan sangat polos jika berkomentar.

Sudah dua minggu ini aku mencoba mencuri-curi waktu untuk belajar belajar dalam group di facebook ini, selalu gagal karena bingung memulainya darimana. Jadi, pagi ini kucoba lagi mencuri-curi waktu untuk menulis. Saat sedang asyik-asyiknya kutak-kutik, salah seorang muridku bernama Ahmad megintip dari belakang kursiku dan membaca kalimat "mencuri-curi waktu", spontan dia memasang ekspresi marah padaku.
"Ibu! ga boleh mencuri, dosa tahu!" tegasnya.
"wahhh, tidak, bukan mencuri begitu, ibu tidak mencuri." jawabku spontan karena terkejut.
"Itu, itu ibu mencuri, pokoknya dosa tahu!" tandasnya bangga sambil menunjuk layar komputerku, cepat dia menarik perhatian teman-temannya dan enam anak berdiri dihadapanku, mereka menatapku dan meminta penjelasan dari si pencuri waktu yang tertangkap.

"Ibu tidak mecuri, ibu sedang membuat tulisan, di computer ini," uraiku dengan suara mantap dan disertai bahasa isyarat. Ku ajak mereka berdiri mengelilingi aku, kubuka facebook dan kubacakan tulisan ibu-ibu yang ada dalam group "ibu-ibu doyan nulis-interaktif". Sesekali mereka tertawa saat kubacakan cerita-cerita yang ada. Dan aku memberitahukan bahwa aku juga ingin menulis seperti itu.
" Ibu menulis saja, tidak usah mencuri waktu," kata Andew salah satu siswa tunarungu dengan menggunakan bahasa isyarat.
"hahaha, iya...tidak usah mencuri ya?" jawabku.
"Masa nulis pakai mencuri, dosa tahu!" tandas Yusri.
"Iya deh, ibu ga mencuri lagi, kalian bantuin ya?"kataku sumringah yang disambut anggukan kepala dan jempol-jempol mereka tanda setuju.
Dan petualanganku menulis dimulai, dibantu enam siswaku yang unik dan kreatif, lalu kupikir-pikir...mereka kini yang mencuri waktuku. Hanni HK- 12 April 2011.



0 komentar:

Post a Comment