Breaking News

22 February, 2012

Hunafa dan Operasi


Operasi, apakah itu skala kecil atau besar, bius setengah atau total, mendengar kata "operasi" hati pun merinding. Apalagi  hidup di negeri yang jauh dari keluarga besar, hanya aku, suami dan tiga anak-anak. Walau  berulang kali dokter menghibur dan berkata ,

"Tenang Bu, penyakit anak Ibu bukan penyakit yang gawat, tetapi hanya satu cara karena setelah ditunggu 1.5 tahun tidak berubah, ya sebaiknya harus operasi."

Kami sudah mengamati perkembangan si-bungsu hunafa selama 1.5 tahun, menunggu karena masih ada kemungkinan kondisi kembali normal secara natural.

Satu setengah tahun pun berlalu, kondisi tidak berubah. Saat seorang dokter yang  memeriksa  di "Medical Check up rutin anak-anak, fasilitas dari Kotamadya" dokter itu menyarankan agar segera dioperasi. Selagi masih kecil, proses penyembuhan luka akan lebih cepat.

Aku kembali konsultasi ke dokter bagian urology langganan anakku dan  minta segera dioperasi. Tapi dokter di RS tsb masih meminta kami untuk menunggu sampai agak besar. Keputusan kami sudah bulat, tidak mau ditunda! Akhirnya dokter membuat surat rujukan ke RS terbesar di kota ini, RS Perfektur, setingkat Provinsi, walaupun jarak dari rumah memang cukup jauh, kira-kira 1 jam perjalanan dengan mobil.

Dua hari berikutnya, aku menyerahkan surat rujukan ke RS. Hanya kami berdua berangkat ke RS Perfektur. Suami harus kerja dan dua anakku yang lain tetap sekolah. Tiba di sana, kami ternyata salah bagian pemeriksaan, seharusnya ke bagian operasi anak-anak bukan ke urology lagi. Alhamdulillah mulai dari perawat, bagian receptionis semua sangat ramah dan memberikan petunjuk dengan jelas dan bahkan mengantarku sampai di bagian anak, karena ini pertama kali aku berobat di RS Ishikawa Perfektur, terlebih lagi semua harus berbahasa Jepang.

Dokter anak yang ramah,membuat hunafa tidak sungkan dan tidak takut. Bahkan saat akan diambil darah untuk cek, sampai proses akhir tidak ada air mata yang keluar. Tapi setelah selesai dia protes tidak mau disuntik lagi.

Setelah pengecekan darah, kami ke bagian USG memastikan kondisi Hunafa. Jadwal hari operasi pun ditentukan. Awal bulan November aku pesan. Ternyata jadwal operasi anak di RS ini cukup banyak, berulang kali aku merevisi karena perlu meminta persetujuan waktu yang cocok dengan suami.

Hari itu juga aku diberikan sebuah majalah berisi petunjuk opname, berisi : barang apa yang harus dibawa saat opname, jadwal opname 3 hari, peta RS seputar kantin, ATM bank, tempat parkir dll, kemudian beberapa berkas perjanjian yang harus kami isi dilengkap tanda tangan.

Sampai di rumah semua berkas aku pelajari, persiapan pun segera dilakukan, alhamdulillah aku sempat menanyakan biaya perkiraan untuk operasi sehingga uang pun bisa segera kami persiapkan. Mahal, tapi uang ganti dari pemerintah ada jaminan.

Satu pesan dari dokter, tolong jaga kesehatan hunafa, karena saat operasi tidak boleh sakit, apalagi saat ini virus influenza sedang mewabah.

BIsmillah.....

bersambung ke bagian 2 - 4.

-Catatan Harian seorang IBu-
IShikawa-Jepang

0 komentar:

Post a Comment