Breaking News

15 February, 2012

HASIL ATAU PROSES?


 
By Wita Juwita 
Ibu-ibu, mohon masukannya ya... saya masih belajar nulis..

HASIL ATAU PROSES?

Hari ini saya ke sekolah Abang  untuk mengambil raport  UTSnya. Saat-saat seperti ini membuat saya bersemangat. Tidak ada yang istimewa sebetulnya. Hanya berbincang dengan wali kelas dan sesama orang tua murid. Memantau hasil belajar anak tercinta sambil tak lupa mengikuti perkembangan situasi sekolah. Mendengar cerita tentang tingkah polah teman-teman Abang di sekolah. Semua itu memperkaya pengetahuan saya yang masih tertatih-tatih belajar menjadi orangtua.
Hari ini pun begitu. Tak ada yang istimewa.  Sampai saya berbincang dengan seorang Bunda temannya Abang di kelas dua ini, sebut saja A. Melihat saya tengah memegang sehelai kertas berisi daftar nilai hasil UTS Abang, ia sedikit berbisik. Mengeluh. “Aduh pusing saya…nilai anak saya segitu aja…jelek-jelek”  Saya mendekat, menyimak ucapannya. “Jelek-jelek gimana, Bu?” kata saya kurang paham. Menurut saya, murid-murid di sekolah Abang ini pintar-pintar. Bisa dilihat dari  ketatnya persaingan  karena selisih yang tipis antar satu anak dengan anak yang lain dalam perolehan nilai ulangan. Maka saya agak bingung dengan kata-kata ibu tersebut.
“Iya, nilainya cuma 70, 80, 90 aja….seratusnyanya aja cuma beberapa” katanya masih dengan nada yang sama, mengeluh. “Aduuuh….saya sampai pusing!!” lanjutnya. Glek!  Saya melirik nilai UTS yang tertera di kertas Abang.  Tidak berbeda nilainya. Nilai seratusnya ada tiga, selebihnya bervariasi, Antara 70 sampai 90. Nilai terendah Abang ada pada pelajaran bahasa Sunda dan bahasa Arab. Untuk bahasa Sunda, saya akui saya kurang telaten membiasakan Abang berbicara bahasa yang termasuk salah satu bahasa “ibu”nya. Sementara untuk bahasa Arab, materi ulangan yang baru diperoleh sehari sebelum hari  ujian turut ikut andil. Tidak mudah bagi anak seusia Abang yang baru 7 tahun untuk menghafal sejumlah kosa kata yang masih asing baginya itu dalam waktu semalam. (*teringat jaman mahasiswa saya dulu yang sering SKS alias kebut semalam*).
Perasaan saya? Saya bangga. Saya tahu usaha Abang untuk  belajar dan menepati jadwal belajarnya. Target saya di kelas dua ini memang lebih pada pembiasaan  keteraturan jadwal-jadwal rutin setelah masa penyesuaian diri di kelas satu berlalu. Misalnya untuk sholat lima waktu dan belajar. Jadwal belajarnya pun tidak lama. Dari apa yang saya baca, rentang perhatian anak usia tersebut memang belum terlalu lama, rata-rata 15-30 menit . Oleh karena itu saya tidak ingin memaksanya.   Prinsip saya, biar sedikit yang penting materi tersebut dapat dipahaminya.  Itu pentingnya belajar dengan jadwal yang teratur.
Kembali kepada Ibu tersebut, saya  menanggapi  ucapannya tadi, “ Lho Bu….Bukannya nilai segitu sudah bagus?  Anak saya juga nilainya sama. Saya rasa nilainya A sudah bagus koq. “ melihat saya cukup “takjub” dengan definisi nilai jelek menurut pengertiannya, Ibu itu hanya mesem-mesem
Kejadian ini menggelitik saya. Sejauh mana sih kita mengapresiasi hasil pekerjaan anak kita. Entah itu dalam bentuk nilai atau hasil pekerjaan lainnya.  Banyak kasus yang saya temui, anak-anak yang memiliki potensi kecerdasan yang sangat tinggi bahkan superior akan tetapi prestasinya tidak optimal di sekolah.Under achievement. Apa penyebabnya? Selain masalah-masalah yang sifatnya khusus, kebanyakan adalah masalah motivasi. Yup, motivasi anak dalam belajar.  Masalah motivasi ini apabila ditelusuri banyak penyebabnya, antara lain kurangnya kemandirian, kurang penghargaan,  dan lain sebagainya yang sebagian besar berujung pada pola asuh orangtua.
Terkait dengan pembicaraan saya dengan ibu tadi, saya jadi ingin membahas tentang masalah apresiasi ini.  Terus terang saya tidak mengetahui,  bagaimana sikap ibu tersebut kepada anaknya di rumah. Baru saya ingat, ibu ini sudah tiga kali berbincang tentang nilai anaknya yang katanya “jelek” tersebut dengan saya.  Dan definisi tentang “jelek”nya ini masih tetap tidak saya sepakati. Fokus utama saya, adalah pada kenyamanan belajar anak. Masalah nilai, itu adalah hasil, akibat yang menyertainya. Anak nyaman belajar, insya Allah, tidak akan sulit mencerna informasi.  Sejauh ia sudah berusaha, saya akan sangat menghargainya. Fokus pada proses belajar, insya Allah hasilnya akan bagus. Tetapi apabila fokus hanya pada hasil, proses  belajar yang dilalui akan dirasakan sangat memberatkan . Proses belajar bukanlah proses yang singkat. Apalagi pada masa belajar yang masih sangat dini, baru di tahap awal pendidikan dasar. Masih sangat panjang perjalanannya kelak. Bisa dibayangkan, apabila ada anak yang sudah sejak awal dibebani bermacam-macam tuntutan setinggi langit, bagaimana ia bisa nyaman belajar? Bagaimana ia bisa mencintai proses belajar? Demikian pula sebaliknya, kalau tidak dimotivasi dan didampingi, bagaimana anak bisa terarah dalam belajarnya?  Diatas semua itu, menurut saya, tugas orangtua bukan semata mendampingi dan memotivasi anak, tapi ada tugas yang jauh lebih berat. Membuat anak mencintai belajar dan proses menimba ilmu. Satu lagi, untuk anak-anak dengan tingkat kecerdasan yang teramat tinggi atau tergolong anak berbakat (gifted), masalahnya bisa berbeda. Kurangnya tantangan malah bisa membuat ia demotivasi. Disinilah pentingnya peran orangtua untuk sungguh-sungguh “mengenali” anak.
Kembali ke Ibu tadi, saya cuma berharap, mudah-mudahan apa yang ia keluhkan ke saya dan apa yang ia tampilkan ke anaknya berbeda.  Tak bisa saya bayangkan kepusingannya cuma karena anaknya tidak beroleh nilai seratus untuk semua mata pelajaran.




2 komentar:

Adi Puteri said...

Foto Memek Tante Berjilbab Sakit Dimasukin Kontol Gede @ Cerita Dewasa Gara Mata Kuliah Terpaksa Ngentot Sama Dosen Inggrisku




Gambar Awek Dengan Payudara Besar @ Gambar Baju Terlondeh Tayang Payudara




Gambar Skandal Isteri Dengan Boss Bogel Hot Tetek Besar @ Gambar Tudung Tetek Kecil Cipap Ketat




Gambar Awek Bikini Bogel Tetek Besar @ Erna Pamer Toket Pake Seragam Sma Lalu Ngentot




Koleksi Cewek Asia Yang Menawan Tampil Hot @ Menantang..Susunya Diatas Rata-rata @ Gambar Memek Mungil Anak SD




tubuh molek model jepang pamer toket indah @ Cerita Seks Anak SMP Perawan @ Koleksi Photo memek ABG Bule Yang Penuh Nafsu




Kesan Onani Pada Kesihatan Lelaki Dan Perempuan @ Erna Pamer Toket Pake Seragam Sma Lalu Ngentot




WOW !!! ABG Jawa Super Cantik dan Montok Mantap @ SELAPUT DARA KEMBALI PERAWAN TANPA OPERASI





Foto Cewek Dancer Telanjang Bugil Depan Kamera @ Foto ABG Narsis Deket Kolam Renang Pake Bikini




Galeri pantat wanita arab nungging basah @ Hiburan malam minggu @ kumpulan video ngintip ibu mandi




Kisah Sek bersama Janda Muda Di kota Bandung @ Nikmatin Susu Montok Mbak Lina Dan Mbak Wati



ngentot memek cewek bugil cantik di kamar mandi @ Foto Penari Cafe di Batam Bugil Tanpa Busana




gadis kolej gambar bogel @ Pelan Sakit Banget Barang Supermu @ Pertemuan yang Lucu Berakhirnya ngentot





Koleksi Cewek nekad kencing di Sembarang Tempat Brutal





Model HOT Telanjang Tanpa Busana @ Gairah Cewek Lugu Saat Kepengen ML @ Cerita Dewasa Sex Dengan Ibu Mertua

chenlina said...

chenlina20160129
cheap ugg boots
cheap jordan shoes
michael kors outlet
michael kors bag
uggs outlet
cheap uggs
louboutin pas cher
coach outlet online
ugg outlet store
ugg boots
ray bans
timberland outlet
louis vuitton outlet
coach outlet
oakley sunglasses
fitflops
chanel bags
polo ralph lauren
nike free runs
cheap ray ban sunglasses
cheap oakley sunglasses
uggs on sale
coach factory outlet
burberry outlet
hollister outlet
michael kors handbags
christian louboutin shoes
cheap oakley sunglasses
louis vuitton handbags
louis vuitton
canada goose jackets
nike air max
ugg boots
toms outlet
louis vuitton outlet
gucci outlet
jordan concords
mont blanc legend
louis vuitton handbags
ray ban sunglasses
as

Post a Comment