Breaking News

23 February, 2012

Hari Ketika Ayah Datang

  
             “Aku kangen Ayah…” kataku sambil menghampiri Ibu yang sedang duduk di depan      jendela. Ibu sedang memandangi hujan di luar sana. Jendela yang berembun segera menarik perhatianku. Kusentuh kaca yang berembun dengan ujung jariku, dan segera sebentuk wajah tergambar di sana.
            ”Sedang apa Ayah sekarang, Bu? Kenapa Ayah tidak pulang?” tanyaku lagi. Ibu hanya tersenyum sambil mengelus kepalaku lembut.
            ”Maaf sayang... Ayah tinggal jauh sekarang, jadi kita tidak bisa sering bertemu Ayah.”
            ”Tapi, aku ingin Ayah tinggal di sini lagi seperti dulu. Aku ingin ketemu Ayah setiap hari, Bu...” aku mulai merajuk. Kulihat mata Ibu berkaca-kaca, tapi aku sungguh kangen Ayah.
            Rasanya, baru saja kemarin aku masih bisa melihat senyum Ayah, tertawa bersama ketika Ayah membelikanku es krim di hari ulang tahunku. Saat itu, senyum Ibu pun masih sering kulihat. Lalu, entah dimulai sejak kapan aku sering bermimpi di waktu malam, Ibu menangis diam-diam. Kadang kurasa mimpiku menjadi nyata, ketika kulihat mata Ibu yang bengkak di waktu paginya. Lalu perlahan, senyum Ibu pun mulai menghilang dari wajahnya. Begitu juga senyum Ayah. Hingga kemudian, aku pun mulai menyadari, Ayah juga menghilang dari hari-hariku.
            Hingga suatu hari, Ayah datang. Setelah berbicara sebentar dengan Ibu, Ayah mengajakku pergi jalan-jalan. Kulihat mata Ibu basah karena air mata, tapi Ibu tetap tersenyum dan melambai kepadaku. Perjalanan saat itu cukup panjang. Tapi, aku senang karena bisa duduk di sebelah Ayah, melihat Ayah mengemudikan mobilnya. Hingga akhirnya kami sampai di sebuah rumah. Rumah yang mungil tapi cantik, dan ada sebuah kolam ikan di halaman depannya.
            Aku bertanya pada Ayah, rumah siapa ini? Ayah hanya tersenyum. Lalu aku melihat seorang wanita berdiri di pintu rumah, tersenyum kepada Ayah. Wanita itu kemudian memandangku, tapi aku memilih bersembunyi di belakang kaki Ayah.
            ”Cinta, ayo cium tangan Bunda...” kata Ayah padaku. Bunda? Siapa dia, Ayah? Aku tidak mengerti. Wanita yang harus kupanggil Bunda itu tersenyum, dia menjulurkan tangannya ingin meraihku. Tapi, aku keras memegang celana Ayah. Ayah mengalah, kemudian menggendongku memasuki sebuah kamar tidur.
           ”Cinta tidur di sini ya malam ini. Ini kamar Cinta. Bagus kan...?”
           ”Cinta boleh tinggal di sini. Cinta mau kan tinggal dengan Ayah?” suara Ayah terus terdengar di telingaku. Tapi, aku hanya ingat Ibu. Ibu yang membantuku menyikat gigi dan menggantikan bajuku sebelum tidur. Ibu yang membimbingku membaca doa sebelum aku terlelap. Tiba-tiba saja aku ingat air mata Ibu ketika aku pergi tadi. Malam itu, sendiri di dalam kamar, aku menangis hingga tertidur karena lelah. Aku kangen Ibu.

7 komentar:

Anonymous said...

baguuuuuus bangets. menurut saya yang awam tentang tulis menulis ini, tulisan bagus kl bisa menyentuh hati. please teach me how to write....ana_anemon@yahoo

bundanya i-an said...

bagoosss... terharu banget bacanya...

outbound training di malang said...

kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
fikiran yang positif bisa menghasilkan keuntungan yang positif pula.,..
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

sri komarudin said...

Tulisan yang bagus. Kalau ada lanjutannya, pasti seru kisahnya. Apalagi non fiksi :)

Yulina Trihaningsih said...

waah, baru nemu dan baca blog ini <3

Terima kasih Teh Iin sudah posting. Insya Allah cerita ini ada di buku antologi kisah-kisah inspiratif "Siluet Rindu untuk Ibu" dari penerbit Imania (Desember 2013) :)

Gege Dai said...

ray ban sunglasses
adidas wings
ralph lauren outlet
michael kors outlet
kobe shoes
michael kors uk outlet
swarovski crystal
swarovski jewelry
polo ralph lauren
longchamp pliage
ralph lauren,polo ralph lauren,ralph lauren outlet,ralph lauren italia,ralph lauren sito ufficiale
mont blanc pens
michael kors outlet
air max 90
ysl outlet online
true religion jeans
fitflop sale
calvin klein outlet
mlb jerseys
tiffany jewelry
air jordan shoes for sale
nike trainers uk
jordan pas cher
polo ralph lauren
polo ralph lauren
mulberry bags
pandora jewelry
lebron shoes
hermes bags
cartier outlet store
nike air huarache
nba jerseys
bottega veneta outlet
nfl jerseys wholesale
ralph lauren shirts
czq20160718

Fangyaya said...

polo ralph lauren outlet
mont blanc pen
coach factory outlet online
coach factory outlet
tory burch sandals
michael kors handbags
toms wedges
coach outlet store online clearances
rolex watches outlet
louis vuitton handbags
oakley outlet
giuseppe zanotti outlet
michael kors outlet online
louis vuitton handbags
hermes outlet
louis vuitton outlet
cheap air jordans
michael kors outlet online
louis vuitton outlet stores
toms wedges
ray bans
asics running shoes
celine outlet
michael kors handbags
louis vuitton outlet
tiffany rings
adidas stan smith
michael kors outlet
michael kors outlet
supra shoes
coach outlet
oakley sunglasses wholesale
gucci handbags
louis vuitton purses
kate spade
christian louboutin pas cher
nike outlet
air jordan shoes
rolex watches
true religion outlet online
20168.8chenjinyan

Post a Comment