Breaking News

06 February, 2012

GRATIS TAPI BAYAR


  “Selamat Ya Ibu, anda mendapat hadiah satu botol sirup Marjan,” kata kasir full senyum saat aku mengangsurkan sejumlah uang untuk membayar dua box susu balita yang barusan aku beli.

Mendengar kata hadiah, sudah pasti aku senang dong.

“Hadiah dari mana, ya?” kupikir swalayan itu bagi-bagi hadiah menjelang hari lebaran. Boro-boro.

“Ini Bu, setiap pembelian susu sebanyak dua box gratis satu botol sirup marjan,” katanya lagi.

Aku pikir keren sekali hadiahnya. Sirup marjan gitu lhoh. Lumayan untuk hidangan buka puasa, kan.

Tanpa pikir panjang aku terima saja hadiah tak terduga itu.

Namun saat sampai di rumah ketika hendak memindah catatan belanjaannku ke buku pengeluaran harian, alangkah terkejutnya aku. Karena di struk belanjaanku tertulis  pembelian 1 botol sirup marjan seharga sekian. Kaget? So pasti. Kan aku nggak beli sirup marjan. Katanya juga hadiah masa dimasukkan ke dalam struk belanjaan?

Usut punya usut nih ternyata di bawah pembelian sirup Marjan itu kemudian dipotong harga sebesar nominal harga sirup itu. Dengan kata lain aku mungkin mendapatkan promo potongan harga dari salah satu produk yang aku beli. Tetapi oleh pihak swalayan potongan harga itu harus aku tukar dengan barang yang telah ditentukan oleh pihak swalayan. Hem,  sebuah pengecohan yang cerdik juga menurutku.  Lha wong katanya gratis kok ternyata bayar.

0 komentar:

Post a Comment