Breaking News

06 February, 2012

GORESAN RASA


  Rejeki itu urusan Tuhan, begitu yang kudengar.Dulu sempat meragu, terlalu banyak berpikir dan terlalu banyak mengkalkulasi.Terlalu banyak menimbang tanpa bisa memutuskan dan terlalu banyak menuntut tanpa bisa banyak memberi.Setiap berzakat menghitung secara tepat pendapatan kemudian dikali 2,5%, kalau ganjil menggenapkannya pun hanya sedikit. Lalu perlahan, Tuhan memenuhi janjiNya. Rejeki memang urusanNya semata, bukan manusia.Manusia hanya bekerja, berusaha yang terbaik, lalu menunggu hasilnya, kemudian menzakatkan sebagian darinya. Setelah bertahun-tahun menghitung dengan tepat, mengeluarkan dengan "pelitnya", keluarlah "rasa bersalah" itu. Kesadaran yang datangnya mendadak dan untungnya tidak terlambat. Dari sebuah kejadian suram masa lalu, dimana kesusahan menenggelamkan diri dalam kesedihan, malaikat berwujud manusia datang. Memberi kebaikan yang tak kunjung habis, dan kemuliaan yang tak kunjug usai.Perlahan bangkit, belajar, membaca dan memahami, bertanya dan menjalani. Ternyata indah, keikhlasan, ketulusan, kesadaran akan kelemahan diri dihadapan Tuhan, membawa pada jalan kehidupan yang penuh makna.Rejeki adalah urusan Tuhan, jalani hidup sebaiknya demi mengharap ridho ilahi, itulah yang membawa kebahagiaan.Tidak selamanya berdoa akan balasan dunia yang indah, tapi meminta tempat di surga juga terasa tidak terlalu berlebihan. Terlalu banyak yang sudah Tuhan berikan, udara, air, tanah, bahagia, sedih, sakit bahkan duka sekalipun adalah reje dariNya yang patut disyukuri. Pasrah dan ikhlas adalah kunci mendapatkan ridhoNya.Dan kini, hidup terasa ringan, langkah seperti melayang, rasa syukur tidak berakhir, bahkan meminta lebih dari yang ada terasa sungkan.Hiduplah untuk bahagia.



0 komentar:

Post a Comment