Breaking News

22 February, 2012

Galaksimu Adalah Galaksiku, Kinanthi

Kinanthi, beberapa halaman membaca kisah hidupmu, aku sudah memutuskan untuk berteman denganmu, tambah tigapuluhan halaman lagi, kamu sudah menjadi sahabatku. Bukan karena apa-apa, tapi garis-garis pikiranmu membuatku seperti berdiri di depan cermin, seperti mengenali diriku sendiri, dari remaja sampai sekarang. Ada kekerasan hati, ada sikap tak mau mengalah, ada keinginan untuk membuktikan bahwa kamu mampu dan tidak mau dilecehkan.Huft, yang terakhir itulah yang kemudian menerbangkanmu kembali ke kampung halamanmu, melintasi setengah dunia. Keren, wanita perkasa yang sebetulnya tetap memiliki kehalusan dan kelembutan, sifat asli perempuan.Wanita mandiri yang masih punya airmata untuk orang yang dicintainya.Siapa yang kamu cintai? Yang mengikat hatimu ternyata bukanlah pria perlente berbusana mewah bermerk terkenal, yang menjadi rekan kerjamu di negara adi daya sana. Tapi pria biasa, pemuda desa, sangat bersahaja, yang dulu kala ketika kecil selalu menjadi pendengar setiamu setiap kali kamu bercerita apapun juga.Real, itu wanita sekali. Seringkali aku berpikir bahwa wanita itu sama sekali nggak ribet (seperti yang umumnya dikatakan para pria). Wanita itu cuma ingin didengarkan, karena didengarkan berarti dipahami dan dimengerti. Cukup. Tak harus diberi solusi, apalagi untuk wanita secerdas kamu yang sedemikian independen. Cuma didengarkan, itu saja.Kinanthi, cintamu kepada "teman kecil pendengar setia" itu yang membuatmu takut kehilangan dirinya. Yang membuatmu bisa menulis puluhan (aku lupa, mungkin ratusan) surat kepadanya meski tak satupun dibalas.Membaca kisahmu membuatku percaya, Kinanthi, bahwa tak seorang wanita pun akan melupakan orang yang pernah mendengarkan keluh kesah dan gembiranya. Betapapun kemudian terpisah melintas pulau melintas negara dan benua, seorang pendengar yang baik seperti itu selalu sangat dirindukan.Kinanthi, kamu adalah bagian dari sadisnya penjualan tenaga wanita antar negara, yang jatuh bangun disiksa satu majikan ke majikan lain. Dan pada akhirnya membuktikan bahwa kamu bisa terlepas dari penderitaan, dengan kemauanmu yang luarbiasa dan keenggananmu untuk menyerah pada nasib.Kamu bukan Kartini atau Cut Nyak Dien, dengan caramu yang modern, kamu memperlihatkan bahwa wanita itu sesungguhnya adalah mahluk yang kuat...Aku sayang padamu Kinanthi (dan tahu bahwa kamu akan kembali ke Indonesia, ke Gunung Kidul, karena cintamu pada pria bersahaja itu ^^).Seusai membaca "Galaksi Kinanthi" by Tasaro GK, salah satu novel keren yang selesai kubaca beberapa bulan berselang.

0 komentar:

Post a Comment