Breaking News

21 February, 2012

Fiksi Mini - Persahabatan Bikin Ompong


 By Winda Mustari  
Persahabatan Bikin Ompong

Namaku Ade, sudah tiga tahun ini aku bersahabat dengan Elita. Satu hal yang sedikit mengganjal bagiku tentang Elita adalah ia sering merahasiakan hal-hal tertentu dariku. Tapi aku berusaha mengacuhkannya. Bagiku itu adalah keunikan Elita. Mungkin memang aku tak memiliki kepentingan dengan hal-hal yang ingin ia rahasiakan tersebut.

Suatu hari aku pergi ke kantin sekolah bersama dengan Elita. Hari itu adalah hari terakhir kami sebelum libur. Kami makan mie bakso dan bercanda bersama. Aku bahkan mentraktir Elita hingga ia bertanya,"Kenapa kamu mentraktirku, Ade?" Dan aku menjawab,"Nggak ada alasan, cuman pengen ngrayain masa libur aja..! Kan entar kita bakalan lama nggak ketemu..!" Elita tersenyum manis dan aku pun bahagia melihat senyum Elita.


Sepulang sekolah aku berjumpa dengan Donna. Aku dengar ia akan pindah ke Surabaya. Kupeluk dirinya dan kucium kedua belah pipinya. Donna berusaha menghindar dan berkelit,"Nggak usah berlebihan Ade, aku nggak pindah ke Amerika kok! Aku masih bisa datang tiap libur sekolah. Aku masih bisa menyuratimu..." Tapi aku tetap memeluk Donna, wishing her all the best.

Mendadak kulihat Elita melintas dan berlalu tergesa. Aku berteriak menyapanya,"El, ... tadi aku kirim SMS kok nggak dibalas? Nanti sore bisa nggak kita pergi bersama ke toko buku?" Tapi Elita hanya melambaikan tangannya sekilas dan berlalu tergesa tanpa mengucap apapun. Aku berpikir bis sekolah telah menjemputnya dan Elita harus bergegas.

Sesampainya dirumah kubuka komputer dan kujelajahi Facebook. Mendadak kudapati sebuah status yang menarik perhatianku dari FourSquare, ‘Donna, Hilda, Sul and Elita just check in to tiptop icecream @ citos, it’s a farewell party for Donna.’

Hatiku terasa pedih, rupanya Elita tak sedalam itu menganggapku sebagai seorang sahabat. Pantas saja tadi Elita berlalu tergesa dan Donna enggan dengan pelukku. Persahabatanku dengan Elita ternyata hanyalah bualan ompong. Aku menganggapnya sahabat namun ia menganggapku bukan siapa-siapa. Tapi apakah aku putus asa? Tidak!

Aku yakin diluar sana ada seorang sahabat sejati yang akan membuatku merasa bagai kepompong. Merubah ulat menjadi kupu-kupu,...

0 komentar:

Post a Comment