Breaking News

22 February, 2012

Fabel

Jadi ingin sedikit bahas tentang fabel karena ada proyeknya. Saya lupa-lupa ingat apa itu fabel, jadi saya browsing dulu, dan sempet nanya-nanya sama Bu Eni. Data yang saya dapet minim, tapi mau saya share, mungkin ada manfaatnya.

Fabel menurut buku Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi-III
Fabel itu adalah cerita yang mengambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisikan pendidikan moral dan budipekerti), misalnya kancil merupakan tokoh utama di Indonesia yang berperan sebagai manusia cerdik.

Fabel, diambil dari bahasa Belanda adalah cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Misalkan cerita kancil atau cerita Tantri di Indonesia.

Banyak sastrawan dan penulis dunia yang juga memanfaatkan bentuk fabel dalam karangannya. Salah seorang pengarang fabel yang terkenal adalah Michael de La Fontaine dari Perancis. Penyair Sufi Fariduddin Attar dari Persia juga menuliskan karyanya yang termashur yakni Musyawarah Burung dalam bentuk fabel. Biasa pada sebuah fabel tersirat moral atau makna yang lebih mendalam. (sumber wikipedia)

 Ada juga contoh fabel, ini link nya http://www.anneahira.com/cerita-fabel-anak.htm 


Semoga bermanfaat
#� S 3 ' h� (�� r smsnya pun selalu dia tulis "aku cinta kamu".

Hm.. Aku jadi ingat terakhir kali sampean bilang begitu padaku mas, 7th yang lalu dibawah pohon jambu aer pakde Dirman.
Kau bilang "aku cinta sampean Warsini. Sampean mau tidak jadi bojoku?".
Itulah kata cintamu yang pertama dan terakhir mas Peno.. Lalu sejak itu aku terus menunggu.
Bukan, bukan menunggu kau kawini, aku menunggu kata2 cinta lainnya.
Sewaktu sampean lewat depanku wkt aku menyapu halaman, waktu ktemu di rapat karang taruna, waktu di lapangan voli, waktu kita jadi pager ayu dan pager bagus di kawinan de'Sri dan bang Murtado, waktu nonton layar tancep, bahkan waktu kita ketemu di mesjid kau sama sekali tak tersenyum padaku.

Huh! Cinta apa ini.

Aku suka iri sama si Welas, tiap malem sabtu dia dijemput si Agus di depan mesjid, diam2 mereka pergi jalan2, baru pulang jam 9 pas bubaran pengajian.
Biarpun bapak si Welas nda suka, tapi kayaknya mereka bisa bahagiaaaaa sekali...

Mas Peno,
meninggalkan kampung, entah kenapa hanya sampean yang kuingat.
Aku sebetulnya tak mau terus terang begini, males kalau sampean tambah besar kepala.
Aku juga nda abis fikir, setahun lalu waktu kita putus, aku sama sekali ndak menitikkan air mata. Tapi skr aku susah sekali menahan tangis. Rasanya aku betul-betul akan jauh dari sampean..

Aku melihat ke bawah dari jendela pesawat, rasanya ingin aku kau tarik turun..

Sungai mengecil, rumah2, sawah, jalanan,..

Selamat tinggal Mas Peno'ku..


-Warsini-

0 komentar:

Post a Comment