Breaking News

22 February, 2012

Empty Nest Syndrome

Radit : "Ma ..mimik tutu.."
Rafi : "Ma, ayo ajarin aku buatin susu buat adik itu gimana"
??
Rafi :"Biar nanti aku bisa buatin susu buat anakku kalau istriku minta tolong"
Mama : ... (wah, anak umur 6 tahun, bicara istri dan bayi, :D, semoga kelak menjadi ayah yang cinta keluarga yah..)


Percakapan ku dengan Rafi itu menerbitkan perasaan : Hmm..kelak..anak-anak ini terbang meninggalkan sarang..semoga Tuhan selalu membimbing mereka ke jalan yang terang.

Yah..sekarang duo Ra- Ra ini masih 6 dan 2 tahun...atas seizin Allah mereka akan tumbuh, menjadi remaja, dewasa, mencari kerja lalu menikah...atas takdir Allah pula mungkin mereka seiring bertambahnya usia akan meninggalkan rumah, melangkahkan kaki kemana Allah menghendakinya...

Berpikir tentang semua itu aku tak ingin mengalami empty nest syndrome, seperti Wikipedia menulis:

Empty nest syndrome is a general feeling of loneliness that parents or guardians may feel when one or more of their children leave home; it is more common in women. The marriage of a child can lead to similar feelings, with the role and influence of the parents often becoming less important compared to the new spouse.


Tejemahan orang yang bahasa inggris pas-pasan sepertiku kira-kira begini :

Sindrom sarang/rumah kosong adalah perasaaan kesepian yang umumnya diderita orangtua yang mungkin dirasakan saat anak-anak mereka meninggalkan rumah. Pada umumnya dirasakan oleh wanita. Pernikahan anak dapat menimbulkan perasaan (kesepian) yang sama, diakibatkan karena pengaruh orangtua semakin berkurang seiring hadirnya pasangan. 

Perasaan kesepian mungkin bukan hanya melulu ditinggalkan anak, bisa juga pasangan atau pekerjaan (itulah mengapa ada istilah MPP - Masa Pra Pensiun ?, orang-orang yang terbiasa berkarir lalu tak lagi bekerja tanpa ada kesibukan bisa menimbulkan "kekosongan".

tentu..aku ingat semua yang ada padaku adalah titipan Tuhan, keluarga besar, suami, anak-anak, teman-teman, (sedikit) harta, pekerjaan bahkan diriku sendiri hanya sekedar menjalani kehidupan yang telah digariskan. Jika kelak aku harus meninggalkan atau ditinggalkan haruslah berlapang dada...

namun..manusia tetaplah manusia..hati juga tak mudah dininabobokkan dengan kesadaran atas sebuah kenyataan..(jika usiaku lumayan ada extra) aku tak ingin terbelenggu dalam suasana pilu, jika tak lagi bekerja sementara rumah telah sepi dari penghuninya, aku tak mau bengong dan ompong, harus tetap beraktivitas mengisi hidup agar lebih bernas.


Harapanku saat itu masjid di dekat perumahan kami telah berdiri, dan sering diadakan pengajian di situ agar pengetahuan agamaku semakin bertambah dan ada kesibukan yang positif, mempererat silaturahmi dengan tetangga (sesuatu yang masih susah kulakukan saat ini, berangkat pagi-pagi, senja baru pulang, bahasa tubuh cuma bisa berkata : leyehan dan ketiduran, saat hari libur sibuk dengan urusan rumah lalu tetap leyehan dan tiduran :D), menulis ? hmm sayangnya aku tak punya kemampuan untuk benar-benar jadi penulis (menghasilkan novel, buku, memoar atau karya sastra lainnya dengan bahasa ringan dan menjalani deal-deal dengan penerbit),  i just write for fun...mudah-mudahan akan terus begitu (tak pernah kehilangan ide untuk menulis suka-suka dan ikutan kuis - tak ada batasan usia khan ?). Jalan-jalan ke luar negeri ? asyik ya apalagi setelah membaca Novel Negeri Van Oranje, tapi seusia itu kelak apakah mampu jadi backpaker ? (klo nggak backpacker-an duit darimane yeee?) - semoga aja sih ada rezeki buat naik haji.

Dan jika ternyata sisa usiaku tak lama, aku hanya bisa berharap..catatan kecil ini bermanfaat bagi siapa yang membacanya - mudah-mudahan - segala kebajikan yang kita bagikan dengan penuh keikhlasan menjadikan beratnya timbangan kebaikan...amien ya Rabbal alamien...

0 komentar:

Post a Comment