Breaking News

06 February, 2012

Diamku Rindumu


  Oleh : Irni Fatma Satyawati (bakpaocoklat)

Diamku bukan berarti ku tak perduli
Diamku bukan berarti ku tak memahami
Diamku bukan berarti ku tak melihatmu
Diamku bukan berarti ku marah padamu

Aku diam hanya ingin kau sentuh kalbuku
Aku diam hanya ingin buatmu melamunkanku
Aku diam hanya ingin buatmu merinduku
Aku diam hanya ingin mendapatkan perhatianmu

Berikan aku waktu untuk diam
Begitu pun dirimu

Silent to thingking
Silent to feeling
Silent to beloving and
Silent to forgiving

Saat ku diam
parasmu
suaramu
ocehanmu
tawamu
candamu
tak hentinya silih berganti hadir

Saat ku diam
kesalku
sedihku
kecewaku
tangisku
kepedihanku
juga hadir bersamaan

Sudah cukupkah aku diam?
Apakah diamku membuatmu marah, kesal, menganggapku kekanak-kanakkan, menilaiku gadis cengeng, atau terlalu berlebihan.
Apakah diamku justru semakin membuatmu merinduku, merasa kehilanganku dan semakin menyadari kehadiranku melengkapi hidupmu.
Jawabannya ada di hatimu.

Tetapi dalam diamku
aku semakin merindukanmu
aku semakin mencintaimu
ingin menjadi orang paling penting dalam hati dan hidupmu
ingin menjadi poros perhatian dalam setiap langkahmu

Maafkan aku jika saat ini aku lebih banyak diam
Karena saat aku bicara
Aku takut hanya akan mengganggu keheninganmu

Tapi ku minta padamu
Jangan pernah berhenti untuk masuk dalam keheninganku
Karena aku selalu bahagia saat kamu mengusiknya

Malam ini...
Kutuliskan puisi ini khusus untukmu
Di keheningan 1/3 malam lelapku
Karena aku selalu merindumu
Semua tentangmu selalu saja memecahkan diamku

Untukmu yang kucinta
Diamku tidak akan mengurangi kasihku untukmu

1 komentar:

Ramadhan said...

Like this

Post a Comment