Breaking News

10 February, 2012

desperate of fully mommy


 
Bukan bermaksud mengeluh atau tidak mensyukuri nikmat. Hanya saja akhir-akhir ini saya sedang merasadown banget dan butuh suntikan support dari teman-teman senasib (barangkali ada yang pernah mengalami hal serupa).

Sejujurnya saya lagi mumet ama kerjaan yang sedang saya kerjakan, yaitu menjadi ghost writter. Tuntutan kerja yang tinggi, belum lagi kehebohan yang dilakukan balita dan batita-ku membuat saya seperti terhempas dalam lingkungan yang selalu menuntut saya untuk selalu siaga dan sedikit 'bertanduk'.

Sedikit 'sentuhan' mampu membuat saya 'bertaring' dan 'bertanduk'. Contohnya pagi ini. Jauh hari saya sudah memberitahu suami bahwa hari Ahad,18 September 2011 saya ada pengajian rutin pukul 06.00 WIB, dan saya minta beliau untuk menjaga anak-anak selama saya pergi. Tapi yang terjadi pagi ini diluar bayangan dan rencana saya.

Mendadak pagi ini setelah saya rapih dan siap berangkat, si sulung bangun dan berujar
"Umi mau kemana?"
"Umi mau ngaji Kak."ujarku singkat.
"Azzam ikut yah?"harapnya dengan wajah polos dan bekas iler masih menempel di sudut bibirnya.
"Jangan yaa sayang. Kakak khan belum mandi, lagian Umi nggak lama koq. diluar juga masih dingin Nak"ucapku berharap si kakak mengurungkan niatnya. alih-alih mengurungkan, si kakak malah nangis dan bersikeras ingin ikut. Aaaarrrgghhh.... rasanya detik itu juga aku ingin marah. Berharap suami membantu merajuk si kakak, tapi yang terjadi justru kebalikannya.
"Ya sudah...diajak saja"ujarnya.
"Tapi Bi???.... ribet ah. Lagian cuma sebentar. Mending Azzam sama Abi dan Zahra di rumah. Nanti pulangnya Umi beliin es krim deh"rajukku.
"Sudah diajak saja daripada nangis"kembali suami berujar hal yang sama. ucapan yang sangat tidak aku harapkan kali ini. Bukan karena saya tidak mau direpotin oleh kehadiran anak selama saya mengaji. tapi terlebih saya sedang ingin mempunyai waktu untuk diri sendiri tanpa direpotin anak.

Saya sedang suntuk. Itu saja. Suntuk dan jenuh dengan kehebohan yang kerap dilakukan oleh si silung. saya hanya butuh ruang sedikit untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas. Itu saja.

Mungkin saya egois. Tapi pagi tadi saya sedang membutuhkan waktu bagi diri saya. waktu bagi saya untuk merefresh agar saya mampu menjalani hari ini dan hari berikutnya dengan ebih enjoy.

Akibat dari keegoisan saya, menghasilkan jarak antara saya dan suami. Pagi ini suami pergi tanpa pamitan. Separuh hati saya sakit, tapi keegoisan masih terlalu mendominasi.

Doakan saya agar mampu menjadi Ibu dan istri yang baik.

Hmmmpphh.....
Setelah nulis ini hati saya sedikit lebih tenang ^^

0 komentar:

Post a Comment