Breaking News

15 February, 2012

Dari Sebuah Negeri Suci Bernama Pernikahan




By Fiani Gee 
Selama masih sanggup, masih mampu. Maka jadi panitia dulu tak mengapalah. Toh mbantu jadi panitia juga merupakan ibadah. ^^ Tanda sayang kita pada seorang saudari, yang telah menemukan pelabuhan bagi hatinya. Kalau udah ketemu hari seperti ini, muncul haru yang sangat. Antara pengen senyum dan meringis. Hehee. Kata Teh Yiyik, sang WO hari itu, “Sendiri di tengah keramaian..?” Hoho, begitukah sodara-sodara..??? *jawab sendiri-sendiri dah. :)

Pernikahan ini telah kami ketahui sejak beberapa pekan lalu. Seorang saudari dalam lingkaran cinta kami akan membuat lingkaran cinta yang lain. Lingkaran cinta yang tentunya berbeda dr lingkaran kami. Dimana lingkaran selanjutnya disertai dengan ikatan janji suci antara dua hati yang memang telah menjadi utusan takdir untuk dipersatukan. “Saaaah..??” dan “Saaaaah.” Maka berakhirlah masa lajang itu. Baarakallaahulakuma wabaraka’alaykuma wajama’a baynakuma fii khair. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.
Dari setiap sudut kami berdiri. Menyaksikan senyuman yang tak henti terukir di wajah Raja dan Ratu sehari. Seperti tiada senyuman secerah itu di masa-masa di belakang sana. Bagaimana tidak. Seorang ustadz menyebut pernikahan adalah sebuah ibadah maha indah. Maasya Allaah.

Ini adalah satu hari dimana setiap diri yang lengkap dan sempurna dalam penciptaan raga, terasa mengecil bila menyaksikan hari ini. Hari di mana Allaah membuat kita melihat ‘keterbatasan’ supaya lebih banyak bersyukur. Namun, dalam keterbatasan itu, Allaah sertakan energi luar biasa yang tidak banyak kita temukan pada diri-diri sempurna. Pasalnya, pernikahan saudari kami ini, dilaksanakan di aula sebuah SLB (Sekolah Luar Biasa), tempat saudari kami mengajar.

Sejak malam sebelum hari H. Masih berpikir, besok tugasnya ngapain ya? Ternyata paginya kebagian tugas jaga prasmanan dan menyambut tamu. Banyak lagi tugas lainnya. Siapa yang mengerjakan..? Seorang anak laki-laki tuna wicara, bolak-balik dari tempat stok makanan ke ruang aula untuk mengantarkan  mangkuk-mangkuk soto. Sampai tidak kuhitung, berapa kali ia melakukannya. Yang pasti, hari itu, aku tak pernah melihatnya duduk di ruang aula. Hanya datang untuk mengantarkan mangkuk soto, kemudian kembali untuk mengambil yang lainnya. Satu hal yang luar biasa. Hanya ada selengkung senyum dan kesungguhan melakukan tugasnya. Beberapa yang lain, sibuk mengambil tempat-tempat makan sisa para undangan. Sekali lagi, kelompok ini pun melakukan tugasnya dengan sungguh. Sesekali mereka terlihat duduk-duduk untuk beristirahat. Namun, segera bergerak, ketika beberapa tamu undangan mulai meninggalkan tempat duduknya.

Kita mungkin banyak belajar dari orang-orang hebat yang sempurna secara fisik. Kemarin pun kita banyak belajar bukan..? Jadi ingat beberapa komentar Teh Yiyik tentang mereka. Lho, ini kan tulisanku, kenapa nama Teh Yiyik terus yang disebut..? ^_______^

Ssstt.. Ada satu yang menarik hati hari itu. Ini bukan menarik yang seperti ‘itu’ lho ya. Hanya terasa adem saja telah menyaksikannya seharian. Dan kemudian menjadi satu pembicaraanku dan Era saat tidak di rumah. Satu hal menarik hati itu, adalah senyum sang Raja sehari. :) Senyumnya tipis saja. Tapi sekali tarik, adem euy. Baarakallaahu ya.. ^^ Kata kami mah ganteng gitu. *Peace ah* Pastinya senyum paling manis, khusus buat sang ratu. RIGHT?!?!

Buat yang datang ke pernikahan ini. Selamat, anda telah mendapatkan pelajaran berharga. Semoga menjadi sebuah makna yang tetap tertinggal dalam hati. Hingga ia tumbuh menjadi sebuah hiasan yang memperindah hati itu sendiri dengan kesyukuran. Juga menjadi satu ingatan yang lekat selekat-lekatnya. Supaya, ketika kita sudah mulai ingin mengeluh, maka ingatlah apa yang telah kita baca pada ruang semesta di hari itu. Bahwa keterbatasan, kekurangan, kesedihan selalu punya tempat. Namun, kebahagiaan tidaklah hadir dari ruang kesempurnaan. Ia lahir dari kesungguhan diri menikmati hidup. Memanfaatkan setiap potensi untuk berkarya dengan amal nyata. Dan setiap senyuman akan meringankan. Tiada pundak yang rapuh. Yang ada hanyalah hati yang tak tangguh.  

~*~*~*~
Ini ada kucing.. Ups Salah.. ada LINK. Pleace di KLIK, Cings.. ^^




0 komentar:

Post a Comment