Breaking News

09 February, 2012

curhat seorang desainer grafis


  copas tulisan lama, dengan beberapa editan untuk EYD, berharap dapet caci maki yang konstruktif dari ibu-ibu yang cantieq... ^^
-------------------------------------------------------------------------------

7 tahun yang lalu, beberapa mahasiswa di sebuah kelas diajari tentang berbagai teori dan idealisme Desain Grafis. Ya, saat itu namanya masih Desain grafis, belum berubah jadi Desain Komunikasi Visual seperti sekarang.
salah satu mahasiswa oon di kelas itu adalah aku. hehehehe... Ya, aku yang masih oon tentang dunia desain grafis dan seluk beluknya, tentunya iya-iya dan sepakat-sepakat saja, wong yang ngajarin itu dosenku kok. Bisa dibayangkan, semua teori kuserap penuh tanpa saringan. Termasuk story tentang dosenku yang 1 logonya bisa berharga 1 milyar. Boleh dong saat itu aku berhayal, suatu hari logo yg kubuat pun akan dihargai sebanyak itu, yah minimal mendekati lah.... *wing*

Setelah lulus, baru kungerti, dunia di luar kelasku itu keras men. Aku sering berhadapan dengan orang-orang yang tidak bisa menghargai karya-karya desainer grafis yang didapat dengan peras otak buat dapetin ide, atau dengan orang-orang yang menggampangkan kelahiran sebuah karya. Yah, sangat subjektif memang.
Aku yang ga ngerti aliran lukis abstrak juga sering bingung, kok bisa lukisan-lukisan itu dihargai jutaan bahkan milyaran?
Hingga akhirnya aku capek berdebat dengan orang lain, dan aku pun berhenti berkarya (daripada bete karena ga dihargai). Aku melihat sekeliling, ketika desain tidak hanya dihargai murah, bahkan gratis. Oh, khayalanku ketika itu, buyar diamuk realita *lebay*

Lalu aku mulai bangkit dan punya keberanian lagi untuk berkarya, ketika aku ingat saat kuliah betapa cemerlangnya nilai-nilaiku, berarti di mata dosen dan teman-temanku, desainku cukup layak untuk dihargai. Aku tidak menyesal dibilang desainer kroco, karena harga desainku jauh dari nilai milyaran, ratusan, bahkan puluhan juta (yang mungkin bisa membuatku kaya mendadak) :p
Aku merangkak dari bawah, karena aku yakin, mereka yg saat ini karyanya seharga 1 mobil BMW pun pasti mulai dari bawah. Aku hanya tidak tahu, kapan bisa tiba di posisi atas, nyatanya aku belom menemukan ataupun ditemukan oleh client kelas kakap yang mampu membayar karyaku sebanyak itu.... hohoho.... :p
Bahkan aku cukup melongo, ketika tau harga logo perusahaan client suamiku, 25jt. Itu bukan perusahaan kelas kakap, itu sebuah yayasan yang dananya bersumber dari para donatur. Tapi berani membayar 25jt untuk sebuah logo, sedangkan harga logoku tidak ada sepersepuluhnya acan, itupun masih juga ditawar :p

Ahh... aku jadi mikir, apa kemampuan desainku mulai memudar seiring bertambahnya umurku, atau kemampuan self marketingku yang begitu jauhnya di bawah rata2 (kalo ga mau dibilang paraaahhhh).
Aku jadi ingin bertemu lagi dengan dosen-dosenku, dan teman-temanu satu aliran, sesama desainer grafis. Aku kangen dicaci maki lagi untuk setiap karya yg kubuat. caci maki yang tidak membuatku kehilangan harga diri, tapi membuatku makin semangat untuk meningkatkan kemampuan, sehingga layak untuk dihargai (minimal seharga 1 mobil xenia gituh... :P ) *ngayal lagi*

Tapi mengingat statusku sebagai emak-emak... ahhhhh.... mampukah??? *tuh anakku sudah mulai meraung-raung minta perhatian.

-- dipostkan pertama kali awal April 2011 ---