Breaking News

06 February, 2012

Cintanya Selalu Menjagaku

 
Sel-sel tubuhku yang biasanya mampu melawan terjangan virus flu, sel-selku benar-benar sudah kalah telak. Dan baru kali ini aku banyak mengeluh karena sakit. Bagaimana tidak, demam yang datang silih berganti, kepala pusing, pegal yang menjalar di hampir seluruh tulang dan sendi tubuhku, benar-benar membuatku harus tunduk.
Untung ada dia, dia yang selalu menyelimutiku saat badanku menggigil kedinginan, memijat kaki ku saat aku mengeluh pegal, mengambilkan ku obat saat aku tak sanggup berjalan. Bahkan ia meminta cuti untuk menemaniku di rumah. Ia juga memandikan anak-anak, "mumpung di rumah", katanya. Laki-laki itu tetap ikhlas melakukannya untukku.
Seperti dua tahun lalu, atau 4 tahun lalu waktu aku melahirkan, ia selalu diisampingku, ia tahu karena tak ada lagi Ibu yang mendampingiku. Kulihat matanya berkaca saat aku menahan sakit, namun selalu menyemangatiku untuk tetap kuat. Ia ikhlas melakukannya untukku.
Delapan tahun bersama, ia ada mendampingiku, waktu aku sehat maupun sakit, saat badanku masih kurus maupun sekarang yang sudah naik berkilo-kilogram. Ia tidak berubah, masih seperti dulu saat kami duduk bersanding untuk pertamakalinya.
Cintanya selalu menjagaku, saat aku kehilangan orang-orang yang kusayangi, bahunya ada untuk ku bersandar, ada tangan kuatnya yang selalu membantuku bangkit kembali. Cintanya selalu menjagaku, cintanya penuh pengertian walau tak pernah memberikan setangkai mawar pada ulang tahunku, atau sekotak coklat pada ulang tahun pernikahan kami, bagi ku ia adalah kado terbaikku.
Ayah, terima kasih untuk cinta dan kasihmu.
Ayah, aku mohon kepadaNya, untuk menjaga cinta dalam rumah ini sampai akhir dan salah satu dari kita harus bertemu denganNya.

Amin...


0 komentar:

Post a Comment