Breaking News

15 February, 2012

Cinta Punya Siapa Saja




By Siti Nuraida 
Pagi tadi saya iseng mengajak anak saya Baja jalan jalan sambil berburu menu sarapan. Ternyata kami berjodoh dengan bubur ayam pinggir jalan yang tidak begitu ramai dan berdebu.

Semangkok bubur mengepul hangat dihadapan. Sementara Baja asik memberi judul pada setiap mobil yang lewat, saya betah melihat aktivitas pagi di sekeliling kami.

Di sudut jalan mata saya tertumbuk pada sepasang manusia. Nampaknya mereka pasangan suami istri. Usia mereka tidak bisa dibilang muda. Perkiraan saya usia mereka sekitar 35-40tahunan. Mereka bergandengan tangan mesra. Sesekali mereka saling menatap dan mengucapkan sesuatu. Sebuah komunikasi yang terlihat hangat.

Mereka (maaf) tidak cantik dan tampan. Tidak juga berpakaian terkini layaknya pasangan yang tengah menyantap bubur di samping saya.

Mereka hanya sepasang pemulung.

Perbincangan hangat mereka diselingi jeda tiap kali ada bak sampah atau sampah plastik yang teronggok di sepanjang jalan. Selepas salah satu dari mereka membungkuk untuk memungut sampah,jemari kembali mereka pertautkan. Dan obrolan hangat itu kembali hadir.


Sinetron di televisi gemar memamerkan pasangan cantik tampan, kaya raya dengan moral yang tanpa cela dan diberkahi kisah cinta luar biasa.Walau begitu, bagi saya,cinta sederhana pasangan pemulung ini lebih menyentuh hati dan membersitkan iri.

Beramai-ramai artis mengumbar kemesraan dihadapan media,dan berujung dengan perceraian. Tapi mereka kalah romantis dan tulus dari pasangan pemulung ini. Cinta mereka lebih kekal karena dipersatukan dalam keadaan yang tidak biasa.

Mungkin obrolan hangat pasangan pemulung ini tidak melulu tentang cinta. Mungkin mereka berbincang tentang perut yang keroncongan. Tentang harga pangan yang semakin menggila.

Mungkin mereka tidak sanggup mengecap pendidikan yang konon gratis namun berujung pada iuran-iuran siluman. Mungkin juga mereka tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak karena keterbatasan rupiah.

Tapi untunglah,di negeri yang serba mahal ini, mereka masih (boleh) punya cinta.
WebRepOverall rating 



0 komentar:

Post a Comment