Breaking News

22 February, 2012

Cinta di Atas Luka

By Vienna Alifa  
Sebuah prosa non fiksi

Malam itu begitu muram. Aku terpaku gemetar.
Serta merta menggumpal sesak di dada.
Sedu sedan berhamburan dari seberang sana.
Dadaku naik turun berkejaran dengan butiran airmata yang meloncat begitu saja.
Ikut menyempurnakan prosesi duka.

Wanita itu tergugu.
Mengabarkan berita yang bagiku bagai bom memecah hening malam.
Suaranya naik turun menahan gemuruh rasa.
Serupa gesekan biola yang mendengungkan irama kelabu.

“Aku telah dimadu, sejak -kurang lebih- dua tahun lalu”, desisnya perih.

“….ia…ia seorang janda beranak dua….”, lanjutnya terbata.

Terhenyaklah aku dalam bisu yang panjang.
Menyimak rentetan kisah tipikal sinetron atau novel bertema 1001 masalah rumahtangga.
Bedanya disini aku menjadi saksi yang lekat dengan pemeran utama.

“Bagaimana bisa ?”, cecarku resah.

Pertanyaan bodoh yang kutahu kan tuntas cukup dengan helaan nafas.

Maksudku, bagaimana bisa prilaku suami tak terendus seorang istri ?
Semenjak mereka telah menjadi pakaian kita.
Robek tersundut rokok kan terdeteksi, apalagi kehilangan sebutir kancing…

Sebenarnya ia telah meraba sejak lama. Hanya tak terbetik sampai sejauh itu.
Atau ia redam dengan prasangka kanannya. Diam menyimpan curiganya rapat-rapat.
Ah, tentu saja aku pun tak mampu menduganya.
Tak pernah kulihat cacat dalam jalinan cinta mereka berbelas tahun lalu.
Baik sebelum atau sesudah ikatan suci.

Nyatanya memang tiada yang berubah dari cinta lelakinya.
Begitu pengakuannya.
Aku tentu tak memungkiri. Perasaanku mantap meyakini itu.
Hanya ada cabang baru yang bertunas dari pokoknya. Begitulah mungkin.

Ingin kurengkuh dia dan kuredakan gejolak hatinya yang meronta.
Entah menuntut penjelasan, penolakan atau keadilan.
Kami tenggelam  terisak.

“Begini ternyata sakitnya dimadu…”, erangnya lirih.  Ulu hatiku teriris seketika.

Gusar, ngilu, pedih, kecewa. Bingung harus kutujukan pada apa dan siapa.

Dia, seperti halnya aku, bukan termasuk golongan wanita yang menentang kebolehan berpoligami. Meski kami memiliki syarat tersendiri yang tetap berpatok pada koridor syari’at.
Bahkan kami sering mencari segi  positif yang bakal menguntungkan istri pertama.
Memang segala hal jika dibayangkan sepertinya mudah saja.
Tapi jika sudah kejadian, mungkin seperti tubuh yang ditikam dari belakang.
Sakit bukan kepalangnya bukan karena tikaman itu, namun pada caranya.

Nasi sudah menjadi bubur.
Menangis mungkin melegakan, namun belum menjernihkan akal.
Mencari pihak yang bersalah juga pasti takkan berujung selain membuat lelah.
Memaki, menumpahkan amarah… Jika sudah, lalu apa solusinya ?

Kutenangkan dirinya. Semenjak hati kita bertaut dalam segala jenis ikatan, tak pernah kudengar ia begitu terpuruk. Bahkan saat kehilangan kedua orangtuanya.
Kuyakinkan ia dapat melalui semua kesempitan ini dengan lapang. Toh memang tak pernah ada yang berubah dari rutinitas rumahtangganya selama ini. Badai saja jarang menyapa.
Sejenak aku berpikir, jurus hiburan macam apa yang kupentaskan jika gemuruh aibku sendiri tak sanggup keredakan.

“Jangan terlalu cinta pada pasangan hidupmu, kecuali kau niatkan karena cinta pada Rabb-mu..”

“Pernikahan yang langgeng itu bukan berlandas api cinta semata, tapi bara iman yang menyala…”

Dua nasihat lama yang melekat di sanubariku itu saja akhirnya yang kuputar ulang padanya.
Sekalian mengencangkan letak susunan katanya yang sedikit melonggar di benak.

………

Dua hari berselang kuterima lagi kabarnya.
Nada suaranya sudah bercampur tawa. Walau getir tetap sedikit kentara.
Madunya telah memperkenalkan diri. Mereka bertukar tangis, rasa, maaf pula cinta dalam pembicaraan yang panjang lewat sambungan udara.
Aku menarik nafas berulang kali. Mengukir senyum ber-airmata.
Merenungkan perkataan Rasul saw tentang sifat hati yang berbolak-balik, jua kelembutannya jika sudah tertanam pemahaman agama yang mantap.

Ah, wanita itu sungguh membuatku iri.
Ia yang dulu pernah bertanya tentang cara memakai jilbab atau membaca Qur’an dengan tajwid, kini menasehatiku dengan kelapangan dadanya.
Aku tertegun mendengar nada khawatirnya memikirkan, apakah nafkah suaminya sudah terbagi merata. Atau termangu saat ia merasa benci tak muncul sedikit pun pada ‘kawan’ barunya setelah mereka berbincang.

Satu hal yang menyejukkan adalah : kenyataan bahwa seluruh bentuk nasihat yang intens ia jejalkan di telinga suaminya berbuah manis di halaman istana kedua.
Bersumber dari ucap dan sikapnya lah, suaminya mentransfer semua bekal itu pada bilik hati yang lain. Hingga terwujud penampilan berikut pemahaman islam yang kian kokoh pada sang madu.
Kami sempat pula tergelak bersama.
Ketika membayangkan berbagai keisengan yang layak diterima si madu sebagai bagian masa orientasinya. Sangat melegakan mendengarnya terkikik geli.     
Meskipun, mataku masih berkaca-kaca bila memandangnya dari balik layar monitor.

Kini seminggu lebih berlalu. Kabar yang kuterima darinya semakin menakjubkan.
Mereka sudah melewatkan waktu bersama beberapa waktu.
Atas prakarsanya, anak-anak turut diajak serta berinteraksi selagi dini.

“Aku tak menganggap ini musibah atau aib, karena tujuannya baik.”
“Hanya prosesnya saja yang menyakitkan”, ujarnya bijak.

Ia tak lagi bertanya-tanya tentang  bagaimana semua ini bisa terjadi.
Bahkan memaklumi kondisi bahwa bila seorang pria ingin menikah lagi, itu karena mereka memang jatuh cinta lagi. Ya, sesederhana itu.
Meski kedengarannya aneh, tidak masuk akal atau tidak adil di telinga kaum hawa.
Aku terhenyak.
Memang benar, jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Dia akan memudahkan pemahamannya terhadap agama/syari’atNya.

Seringkali  kita ribut menuduh siapa salah, pusing menyoal keadilan, atau mencari korban yang belum tentu benar dari urusan poligami. Padahal andai semua pihak yang terlibat melandasi niat dan caranya dengan mendahului pendekatan pada Allah, niscaya hatinya kan dilapangkan. Bukankah Dia yang menggenggam dan membolak-balikkan hati manusia ?
Setiap jiwa akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Peran sebagai suami, istri, orangtua jua anak, memiliki amanahnya masing-masing. Dunia hanya tempat kita berusaha dan beramal sholih. Menunaikan amanah yang belum selesai sampai akhir hayat, menurutku, adalah sikap terbaik kendati merutuki jalan hidup yang kita rasa sempit dan sulit.   

Semoga Allah memberkahi tiap langkah kalian.
Berlombalah untuk kebaikan dalam sarana rumahtangga. Cuma cinta pada Allah yang mampu menyembuhkan luka akibat tusukan duri di hati.

Kau tahu ?
Aku cemburu tak habis-habis padamu.
Karena Allah menyayangimu lewat skenario-Nya yang istimewa.
Sedang aku ?
Masih saja berkubang nista.
Tarik ulur dengan nafsu yang tersembunyi mata manusia.

*****

Ada yang bilang, cinta wanita itu bersifat kompetitif sedang cinta pria bersifat posesif.
Hmm...mungkin ada benarnya. 


5 komentar:

Lin Huang said...

caihuanglin20150513
coach outlet online
michael kors handbag
oakley sunglasses outlet
michael kors outlet online
toms outlet
oakley sunglasses
burberry outlet
kate spade handbags
cheap oakleys
true religion sale
rolex watches
ray ban sunglasses
kate spade bags
hollister clothing
true religion jeans
oakley sunglass
tory burch outlet online
michael kors
christian louboutin outlet
michael kors outlet online
pandora jewelry
mont blanc pens
chanel bags
gucci outlet
abercrombie outlet
pandora outlet
ralph lauren
nike air max
coach outlet store online
cheap oakley sunglasses
tory burch handbags
polo ralph lauren
hollister clothing store
true religion outlet
air max 95
tory burch shoes
gucci outlet online
gucci uk
toms shoes
kate spade outlet online

Qing Cai said...

chanel 2.55
air jordan 5
lebron james shoes
beats by dre
chanel handbags
celine outlet online
air jordan 11
michael kors outlet sale
gucci outlet
pandora jewelry
instyler ionic styler
oakley sale
louis vuitton handbags
michael kors outlet
true religion outlet
calvin klein outlet
oakley sunglasses
air jordan 11
tods shoes
tory burch outlet online
fitflop
thomas sabo
louis vuitton handbags
cheap mlb jerseys
chanel outlet online
burberry outlet
jordan 4
puma shoes
tory burch outlet
rolex watches
cai2015513

Shijun Lin said...

shijun 5.15
abercrombie fitch
hollister
adidas running shoes
white timberland boots
hollister outlet
true religion sale
cheap ray ban sunglasses
retro 11
michael kors outlet
coach outlet store online
ray ban sunglasses
jordan 11s
gucci
christian louboutin shoes
celine
michael kors
pandora rings
louis vuitton outlet
cheap ray bans
coach factorty outlet
jordan 11
michael kors uk
ralph lauren outlet
jordan shoes
michael kors outlet online sale
cheap oakley sunglasses
oakley sunglasses
michael kors handbags
hollister kids
christian louboutin shoes
kate spade totes
juicy couture handbags
michael kors outlet
hollister co
jordan shoes
air jordan 13
michael kors handbags
abercrombie kids
jordan retro 3
abercrombie and fitch

Meiqing Xu said...

20150701meiqing
www.louisvuitton.com
michael kors outlet
hollister clothing store
mont blanc
ray bans
abercrombie store
abercrombie
nhl jerseys
louis vuitton
burberry sale
chanel bags outlet
hollister
michael kors handbags
louis vuitton outlet
michael kors outlet online
michael kors
michael kors outlet
soccer jerseys
christian louboutin sale
burberry outlet
ray ban sunglasses
coach factory outlet
true religion jeans
michael kors outlet
fitflop footwear
cheap oakley sunglasses
polo ralph lauren
cheap jordans
jordan concords
jordan 4 toro
coach outlet online
longchamp handbags
mont blanc
coach outlet store online
timberland boots
coach outlet store online
michael kors handbags
football shoes
burberry outlet
michael kors outlet

Wei Chen said...

QF0805
spurs jersey
prada shoes
coach outlet online
north face outlet
cheap oakley sunglasses
kobe 9 elite
air jordan shoes
nhl jerseys wholesale
nike outlet store
chelsea soccer jersey
air jordan 13
dallas cowboys jersey
bottega veneta wallet
swarovski uk
los angeles clippers jerseys
chanel outlet
bottega veneta handbags
los angeles lakers jerseys
michael wilhoite jersey,y.a. tittle 49ers jersey,justin smith jersey,nike 49ers jersey
evening dresses
eric decker jersey,muhammad wilkerson jersey,michael vick jersey,geno smith jersey,dennis byrd jersey,jace amaro jersey,calvin pace jersey,curtis martin jersey,
north face outlet
air max 2015

Post a Comment