Breaking News

16 February, 2012

CELOTEH ANAK-ANAKKU SEPANJANG MASA (Bagian I)



 


 2 BAPAK 2 IBU (20 FEBRUARI 2007)


"Bu...bapak udah punya pacar lagi lho.."
"Rayna tau dari siapa?"
"Ya, dari bapak sendiri dooong...."
"Ya bagus kalau begitu..."
"Tapi dulu ibu sama bapak pernah pacaran juga kan?"
"Kata siapa?"
"Kan Rayna liat sendiri,ada fotonya ibu sama bapak menikah"
"Hmmm..."
"Bu...."
"Apa ?"
"Kalau bapak nanti nikah, Ibu  juga nikah lagi ya bu?"
"Lho kok begitu..?"
"Iya, Kan enak....nanti bapak Rayna ada 2, ibu rayna juga ada 2"
"Iiiih..anak kecil gak boleh ngomong begitu,tau..."
"Tapi kalau bisa, ibu nyari bapaknya yang banyak uangnya.."
"Kok begitu..????"
"Ya kan..biar Rayna bisa minta dibeliin sepeda sama bapak baru.."
"Bu..bu.....yaaaaaaaaah,ibu diajak ngomong malah kabur !"

(wakakakaka..percakapan di suatu senja bersama anak bungsuku yang  saat itu baru berumur 4 tahun)


ANTARA HP DAN PS (4 MARET 2007)


Orang tua haruslah bersikap bijaksana, terutama dalam menghadapi anak-anaknya. bersikap lembut, tegas dan penuh kasih sayang. memberikan teladan dan contoh yang baik. Ya, itu idealnya..menjadi orang tua sejati sangatlah sulit.

Dan ketika pada suatu saat, sang anak berkata dengan polosnya kepada kita orangtuanya, menanyakan sesuatu yang memang haknya,  menanyakn sesuatu yang memang pernah kita janjikan kepadanya, apa yang seharusnya kita jawab?

Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Ketika seorang anak kecil berusia 5 tahun yang sedang lemah karena terserang flu, begitu ceria saat melihat ayahnya datang. ayah yang sudah sekian lama tidak pernah menengoknya karena mereka sudah hidup terpisah. Anak itu demikian gembira, karena ia ingat, terakhir kali mereka bertemu ayahnya berjanji akan membelikan PS untuknya.

Dengan setengah merengek ia menagih janji ayahnya. Ayahnya menggeleng. Anak itu merengek lagi, dan sang ayah tetap menggeleng dengan alasan belum memiliki uang.


Kemudian,disisa-sisa tenaganya yang masih lemah akhirnya dengan sedikit kesal anaknya berkata kepada sang ayah," Ayah..kok ayah bisa beli HP 2 tapi gak bisa beliin aku PS?"


Ia menanyakan hal itu sambil menatap ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca dan sebentar lagi sepertinya air mata akan segera menetes dipipinya yang mungil.

Semua orang yang ada disitu dan mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut si anak menahan nafas.  Mereka menanti-nanti apa jawaban sang ayah.

Tak lama ayahnya segera menyahut,

" Nak.....kenapa sih kamu ngomong gitu? mau ayah beli HP 7 , beli HP 10, itu hak ayah. itu khan uang ayah. lain kali kamu jangan ngomong seperti itu lagi ya,"

Dan........
Pecahlah tangis sang anak.
Hatinya tersakiti..
Janji-janji ayahnya yang selama ini begitu ia tunggu-tunggu seakan lenyap sudah. Ternyata, ayahnya hanyalah orang yang sedemikian egois memikirkan dirinya sendiri.

Disaat ia mampu membeli Hp dengan harga jutaan, saat ia memamerkan kepada anak-anaknya HP terbaru yang ada 2 jumlahnya, saat itu pula ia mengecewakan hati anak-anaknya yang berharap begitu banyak dari sang ayah.

Seperti lagu dangdut pernah bilang, "kau yang berjanji kau yang mengingkari"


Sedih ? pasti...
Kecewa ? jelas...
Sebuah jawaban sederhana dari mulut sang ayah, yang ternyata dampaknya sangat buruk untuk perkembangan psikologis sang anak.

Pelajaran apa yang bisa di dapat dari jawaban ayahnya?
Pelajaran memikirkan kepentingan diri sendiri di atas segala-galanya?
Plajaran bahwa tidak setiap janji harus ditepati?
Pelajaran bahwa anak seharusnya tidak berhak menuntut atau meminta sesuatu dari orangtuanya?

Hmmm..........
!!!!!!*%#$%@%@%!%~!!!@#^^#%&!!!!!!!!@@%@%@#^$&*@!!


Dan anak itu bernama Hafidz......


Hafidz dan Cita-citanya (25 MaRET 2007)

Setiap orang pasti punya cita-cita. Sejak masih sangat kecil sampai udah tua pun masih banyak cita-cita dan keinginan kita yang ingin kita lakukan. Sama seperti kedua malaikat kecilku itu, seperti anak-anak yang lain mereka juga punya cita-cita.

Rayna, setiap kali ditanya selalu menjawab dengan pasti, "Rayna pengen jadi penyanyi.."

hihihi..itu sih cita-cita ibu waktu kecil, Nak...gubraaaaks.....

emang udah keliatan sih, dari umur 1 tahun dia udah pintar menyanyikan lagu-lagu anak sekitar 30-an lagu. goyang kiri goyang kanan, naik ke atas tempat tidur dan nyanyi-nyanyi.

Hafidz...ini yang bikin bingung. Sejak kecil kesukaannya adalah binatang. Setiap jalan-jalan yang dituju adalah kebun binatang, kandang Kambing/Domba, kandang kuda, kandang sapi/kerbau yang ada di sekitar rumahku. Dia pernah disruduk domba waktu umur 3tahun, tapi saking cintanya ya gak kapok2. Oh iya....dia juga pernah diajak menonton pacuan kuda waktu umur 3.5 tahun.  gak sengaja, tau - tau kupingnya digigit kuda ! sampai berdarah2. aku panik
berat. aku sangka sesudah itu dia bakal trauma deketin kuda lagi tapi ternyata, 10 menit setelah kupingnya dikasih betadine, dia udah naik lagi kuda tunggang..

berhubungan dengan cita-cita, dari kecil mah cita-citanya gak ada yang bener. kalau anak-anak lain punya cita-cita jadi dokter, jadi presiden,dll...cita-cita dia waktu umur 2 tahun adalah, "jadi Power Ranger,bu !"

duuuh.......waktu ditanya lagi umur 3 tahun, jawabannya tetep sama tapi kali ini ada tambahannya," Jadi power ranger atau ultraman Bu, atau Koboy aja deh. kan enak, naik kuda terus " ckckckckck...


2 hari yang lalu, iseng-iseng aku bertanya pada Hafidz tentang cita-citanya.
Apa dia masih mau jadi Power Ranger ? mesti disekolahin dimana tuh ya? hihihi
Apa dia masih berminat jadi Koboy ?
Atau jadi Ultraman , tokoh idolanya?

ternyata jawabannya diluar dugaan, "Bu, Hafidz nanti kalau udah besar mau kuliah di ITB aja ah..."

Alhamdulillaaaah, kataku spontan dalam hati.
Walau masih anak2 tapi cita-citanya udah normal lah. gak aneh-aneh lagi.

"Kenapa pengen kuliah di ITB, Fidz? mau jadi arsitek ya?" tanyaku

"Bukan, ibuuuuu...Hafidz ituuuu, pengen kuliah di ITB biar kalau masuk kekampus nya bisa naik kuda !! ibu gimana sih, di depan kampus ITB kan banyak kuda tunggangnya? nah, kalau Hafidz sekolah disana, Hafidz bisa naik kuda tiap hari kan? Yihaaaaaa......"


?????!!!!!???!&$!^#%$#!*%*!?????!!!!!!???!&*!T%&!



LIKE MOTHER LIKE SON (27 Maret 2007)

Berkaitan dengan postinganku yang ngebahas penyakit bahasa yang aku derita (cieeee..derita..gak kuku....hihihihi)....

beberapa hari yang lalu Hafidz ngerjain PR menulis dan membacanya. seperti biasa aku dampingi dia sambil sesekali diganggu sama Rayna (duh, Rayna itu kalau liat Aa nya lagi belajar selalu aja grecokin. Pura-pura jadi guru tapi kerjanya ngomelin muridnya. Cerewet banget)

Semua berjalan lancar, PR menulis selesai lalu lanjut ke latihan membaca. Sebenernya Hafidz udah lancar baca sih, sampai-sampai setiap ada tulisan apapun selalu dibaca keras-keras.
tapi baru kemarin ini aku engeh ada yang aneh sama bacaan dia.

"Dubi pergi bersama teman-temannya "

"Wah, coba baca lagi yang bener. Diliat dong ini apa, jangan ngelamun", Komentarku.

"B-U-D-I P-E-R-G-I  B-E-R-S-A-M-A  T-E-M-A-N  T-E-M-A-N-N-Y-A"  eja Hafidz keras-keras.

"Jadi dibacanya apa ?"

"Dubi pergi bersama teman-temannya!" sahut Hafidz lagi dengan meyakinkan.
Berulang-ulang dibaca dan tetap keputusan Hafidz sama, Dubi pergi bersama teman-temannya.

hiks......


 KETIKA RAYNA BERCELOTEH (28 APRIL 2007)


Hari sabtu , waktu aku ajak Rayna ke kantor.

Rayna      : " bu, cepetan dong ngetiknya, Rayna mau pulang nih.."
Aku         : " Iya,iya. Bentar lagi. Ini ibu masih harus kirim email"
Rayna      : " huh, lama banget sih. Rayna kan pengen makan, laper".
Aku         : " iya, nih udah selesai. Tapi kok lama banget sih matiin komputernya ya?"
Rayna       : " Wah, ibu salah sih....biar cepet, matiin komputernya ditiup aja bu !!!!"


---------------------------------------------------------------------------

Malam hari, di rumah

Mama      : " Rayna, coba liatin deh, punggung mama kenapa sih, kok sakit banget ya?"
Rayna      : " Mana coba sini Rayna liat, Mah...."
Mama      : " Nih, yang ini nih..." ( mamaku menunjukkan letaknya )
Rayna      : " Waaah..ini mah parah banget ma.."
Mama      : " Emang ada apa ?!!!"
Rayna      : " Meneketehe "

-------------------------------------------------------------------------

Pagi - pagi waktu mau berangkat ke kantor


Aku      : " Rayna, hafidz, ibu berangkat dulu yaaa.."
Rayna   : " IBu mau kekantor ? gak boleh ah.."
Aku      : " Lho..ibu kan mau kerja ?"
Rayna   : " Boleh sih..tapi..............minta 1000 dulu ya..hehehehe "




NGUMPET DI KOLONG RANJANG (23 JUNI 2007)


( Setting : Kamar Anak-anak, waktu aku nangis setelah sempet ribut sama Mama )


Rayna     : " Bu, Rayna sekolah dulu ya, nanti terlambat "

Aku         : "  hiks.....Rayna gak usah sekolah aja ya, temenin Ibu disini..hiks....."
                 ( sambil nangis terihik ihik tuuh...heuheu..)

Rayna     : " Yaaah, Ibu, nanti Rayna terlambat. Tuh liat udah jam setengah sembilan kan?"

Aku         : " Udah, Rayna bolos aja ya. Hari sabtu ini. gpp gak sekolah juga. Nanti kalau Rayna sekolah, Ibu sama siapa disini ? hiks..hiks.."
( Rayna menghampiri aku, kemudian  memeluk dan mengusap-usap punggungku   )


Rayna     : "Bu...Kalau Ibu takut sama mamah, Ibu ngumpet aja di kolong tempat tidur ya..Jangan keluar dulu sampe nanti Rayna pulang sekolah....ok ?"


EPISODE HAFIDZ (3 JUNI 2008)


Minggu depan Hafidz ujian kenaikan kelas. Tiap hari selalu disuruh belajar tapi budak teh meni kedul pisan, malah asyik main PS atau main sepeda. kalau disuruh belajar teh jawabannya ada aja. Inilah itulah. Sampe capek aku nyuruhnya.

Malam Senin kemarin lagi-lagi aku ngelatih soal-soal matematikanya. untuk masalah penambahan dan pengurangan, hafidz udah ngerti banget kayaknya, tiap dikasih soal jawabannya gak pernah salah atau meleset. akhirnya aku mulai kasih soal-soal pembagian (katanya sih udah diajarin juga di kelasnya).


Aku            : "Pis, kalau apis punya permen 4 buah, dibagi dua sama Una, hasilnya jadi
                      berapa ?"

Hafidz         : "Emang Una nya gak punya permen , bu ? kok mesti bagi yang punya Apis ?"


( susah bener nih anak diajarinnya...)

Aku            : "Gini deh Pis, kalau apis punya pinsil 6, terus ibu suruh dibagi rata sama una,
                     jadi una kebagian berapa pinsil ?"

Hafidz         : " dua bu"

Aku            : "Kok dua ?"

Hafidz         : "Iya..kan una belum sekolah. jadi kasihnya dua aja, yang 4 buat apis aja .."

( Hayyyaaaaaah........narik nafas panjang......)


Aku            : "Pis, kalau apis minta jajan sama ibu Seribu rupiah, trus ibu bilang bagi rata
                     sama Una, jadi masing2 dapet berapa ?"

Hafidz         : " Dapet lima ratus bu ! "

( menyahut dengan meyakinkan sekali  cepeeeeet kalau masalah uang mah....... )

whuaaaaaaaaa ...... * nangis guling-guling*


Sabar gia....sabaaaar.....heuheuheuheuheu.



(Bersambung ke Bagian II, Maaf ini copas langsung dari Blog, jadi  tanpa editing lagi)

0 komentar:

Post a Comment