Breaking News

06 February, 2012

CANTIK ITU TAK SELALU PUTIH



Tulisan ini dibuat tidak untuk mendiskriminasikan orang yg berkulit putih atau mengucilkan orang yang berkulit hitam. No SARA disini, klo Sarah Asari bolehlah mampir baca tulisan ini.

Sebagai orang yang diberi anugerah Allah berkulit hitam manisss (Ge Er. Com) waktu ABG, masa-masa SMA saya sempat tertarik dan terbujuk rayuan teman-teman untuk menggunakan krim pemutih wajah. Waktu itu kalau tidak salah mereknya K***Y.  apalagi beberapa orang yang menggunakannya terbukti wajahnya jadi putih dan agak-agak kemerahan.
Akhirnya dengan diam-diam, takud dimarahi ortu saya coba krim rekomendasi teman saya tersebut. Walhasil bukan wajah putih mulus bak artis yang saya dapatkan, malah wajah saya yang jarang berjerawat timbul bintik-bintik kecil dan terasa perih seperti kulit yang terkelupas. Akhirnya saya ketahuan Emak saya dan dinasehati “ kulit kamu itu sensitif” kata si Emak, “waktu lahir kulit kamu kayak kulit cicak, tidak bisa dipakein kain, terpaksa dialasin pake daun talas” (walah… sedih banget saya dengarnya).
Maka sejak itu saya tidak tertarik lagi dengan segala iklan pemutih wajah dan pemutih kulit. Saya harus belajar mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada saya. Saya  Cuma berani menggunakan sabun bayi untuk membersihkan wajah saya.

Waktu berjalan, saya dapat satu lagi pelajaran tentang pemutih wajah waktu kuliah di UNSRI, saat itu di lingkungan anak-anak kos Layo (bahasa gaul Inderalaya) sedang booming pemakaina pemutih wajah yang iklannya sering tampil di televisi. Bahkan yang bikin sebel lagu favorit saya  hitam manis si hitam manis berubah menjadi putih manis si putih manis pada iklan pemutih yang disiarkan lewat radio (maksa banget ya lagunya). Salah satu yang sempat booming tapi tidak diiklankan di televisi adalah produk pemutih wajah yang  berasal dari Cina, katanya sih itu pemutih wajah tersebut terbuat  dari racikan obat-obatan Cina yang terkabar sangat mujarab. Beberapa temanku pun mencoba produk Cina tersebut. Sehari dua hari, seminggu dua minggu, dan seterusnya…. Akhirnya terlihatlah efek dari pemakaian produk pemutih wajah tersebut. Beberapa orang wajahnya memang menjadi putih, tapi putihnya kemerah-merahan bak kepiting rebus, ada yang complen wajahnya jadi perih, kulitnya jadi rusak berjerawat, dll. Selidik punya selidik ternyata krim pemutih tersebut yang dikabarkan sangat manjur tersebut mengandung merkuri yang konon jika bahan tersebut disiramkan kepada emas, emasnya bakal berubah wujud…. (jadi apa, saya tidak tahu…, maaf belum pernah nyoba).
Atas keteguhan saya tidak tertarik dengan segala kosmetik pemutih tersebut, saya pernah mendapatkan  surat dari penggemar saya (ceile penggemar) yang isinya kepada M**** yang tidak tertarik segala iklan pemutih selain pemutih baju backlin (sumber: rayuan gombal.com).

Namun akhirnya saya terjebak lagi dengan pemutih wajah tersebut ketika saya telah menikah dan pindah ke pulan Jawa. Alkisah teman pengajian saya mempromosikan produk pemutih wajah yang katanya dibuat oleh temannya yg berlatar belakang farmasi, katanya lagi produk tersebut aman. Saya lihat teman saya tersebut wajahnya menjadi lebih putih dan tidak ada tanda-tanda kerusakan pada wajahnya. Dengan niat ingin menyenangkan suami maka saya membeli pemutih wajah yang direkomendasikan teman saya tersebut. Apalagi harganya lebih mahal dari harga produk pemutih yang diiklankan di televisi. Dalam benak saya harga berbanding lurus dengan kualitas. Tapi sekali dua kali, baru dua kali pemakaian wajah saya timbul bintik-bintik kecil seperti jerawat tapi kecil-kecil dan banyak. Klo di raba wajah saya terasa kasar. Aduh… saya deg-degan bagaimana kalau suami saya tahu wajah saya jadi begini, satu dua jerawat di wajah saya saja comment nya sudah tidak enak di dengar, Jerawate rek. Akhirnya saya hentikan pemakaian pemutih wajah tersebut.  Belum lama ini dari milis tetangga (tetangga siapa ya???) saya baru tahu kalau produk pemutih wajah yang saya gunakan tersebut lagi-lagi menggunakan merkuri. Sejak saat itu dan sampai sekarang saya punya motto say no untuk pemutih selain pemutih pakaian (qiqiqi…).

Buat teman-teman, saudari-saudariku yang ingin cantik dengan wajah putih bak artis sinetron. Berhati-hatilah dengan produk pemutih wajah atau tubuh yang ditawarkan. Produk kosmetik bermerkuri umumnya menjanjikan wajah putih dalam tempo singkat. Seminggu saja menggunakan produk ini, wajah dijamin langsung cling. Kosmetik yang aman bisa memutihkan kulit, namun membutuhkan waktu yang lama bahkan bisa berbulan-bulan.
Menurut dr. Dewi Inong Irana, SPKK hasil maksimal dari krim pemutih adalah warna putihnya sama dengan bagian kulit payudara atau warna kulit lengan bagian dalam. Jika hasilnya lebih putih dari bagian itu, apalagi dalam waktu cepat (2-4 minggu), maka artinya krim itu mengandung bahan yang mematikan melanin, seperti bahan merkuri atau hidrokinon.
Untuk diketahui kulit putih itu cenderung sensitif karena sedikit memilki melanin yang dibutuhkan tubuh untuk menyaring dan memantulkan sinar ultraviolet dan berbagai polusi.
Maka sebelum membeli produk kosmetik apapun, cek produk terlebih dahulu. Yang pertama izin dari POM. Untuk lebih jelas cek izin tersebut diinternet karena izinnya sering dipalsukan. Dan jangan salah mengartikan konsep kecantikan. Cantik itu sehat, bukan cantik itu putih.