Breaking News

23 February, 2012

Boy

By Farra Yanuar  
Kau kayuh sepedamu kencang menuju panggilanku,
basah rambut hingga ujung kaki
dengan wajah cemberut kau menggerutu"aku baru maen sebentar udah ujan"
(kelak kau kan mengerti hujan ini menyuburkan tanahmu dan mendinginkan hatimu yang gersang)
bibirmu biru menggigil, menjauh saat coba ku rengkuh
"aku g maen ujan-ujanan bu, aku lagi maen terus ujan turun" katamu lagi,
penjelasanmu tak menyelamatkanmu dari amarahku.
lalu bergegas kau bersihkan tubuhmu
hingga beberapa saat kemudian,
kau telah tampak tampan, wangi parfum
dan rambut kelimis di sisir ala seorang vocalis band terkenal,
senyum dari bibir mungil itu menggodaku
"aku keren kan bu.''kau pun bergaya konyol.

pukul 18.00,
kau bentangkan sajadah kecil,
seruan muadzin selalu menggetarkan hatimu
takbir, doa iftitah lancar kau baca menguraikan
lipatan duka di keningku
meluluh lantakkan kangkuhan dadaku.
selesai salam, kau menggenggam tanganku
dan mencium punggungnya,
memberiku tatapan dalam "ibu jangan nangis,aku g akan maen ujan2ujanan lagi dan bikin ibu marah."
kau pun berlalu, meninggalkan dada remuk dan tulang belulang berlepasan dari tubuhku.
oh...boy, seharusnya tak perlu kau saksikan tangisku
dan membuatmu merasa bersalah karenanya.

pinjami aku hati bersihmu boy,
biar kutantang dunia yang melahirkan
orang2 membuatku
meneteskan air mat

0 komentar:

Post a Comment