Breaking News

06 February, 2012

Boleh kan BEDA?


 
Boleh kan BEDA?
Kenapa harus takut bila berbeda?
Kenapa harus berselisih bila melihat perbedaan?
Masalahnya apa bila beda?
Kenapa harus sama? Apa malah tidak membosankan ?
Misalnya, semua orang wajahnya sama
Kejadian berulang terjadi terus menerus
yang dipikirkan manusia cuma satu hal yang sama.
yang terlihat cuma itu ituuuu saja
Di dunia ini cuma ada satu warna saja
cuma satu rasa yg tercipta...

Apa jadinya?
Monoton?
Tidak akan terjadi gesekan, tak ada interaksi
Borring, jemu, membosankan?
nggak ada sedap-sedapnya

Tidak indah,
Benar?

Allah sudah menciptakan dunia dengan segala isinya dengan sangat sempurna
Teramat sangat detail dan  sangat rinci
Tumbuh,  berkembang
saling berinteraksi dengan berbagai antisipasi yg menyertainya, lengkap,
berproses , membentuk harmoni. 

Mengapa kita tidak membantu Allah  agar harmoni itu terbentuk sempurna ?
Walau, Dia sama sekali gk butuh bantuan kita untuk mengatur alam semesta ini
Tapi, nggak ada salahnya bukan?
Toh... kita sendiri yg akan menikmatinya bila harmoni itu berlangsung  dengan sempurna dan indah ?

Keberagaman sudah ada sejak bumi dan alam semesta ini diciptakan
Manusia terbentuk berbeda satu sama lain, dari sumber yg berbeda,
dengan sejarah dan tiap detik kejadian berbeda yg menyertai kehidupannya
sehingga membentuk karakter, sikap, pola fikir , tingkat keilmuan yang berbeda satu sama lainnya

Sangat wajar bila mensikapi sesuatu dengan berbeda.
Kenapa harus berselisih kalau berbeda pendapat?
Kenapa harus terjadi perpecahan?
Persaudaraan terputuskan?
Bahkan, kenapa sampai harus terjadi pertumpahan darah??
Bukankah itu malah membuat semua yg telah diatur oleh Allah jadi malah nggak karuan?
Sia-sia
Merusak
Justru malah membuat sumbang alunan harmoni itu???

Sudahlah
Hentikan
Mari  kembali kepada diri sendiri

---
Sy tidak minta dilahirkan dari orang tua yg beragama Islam
Sy tidak minta dilahirkan dengan jenis kelamin perempuan
saya tidak minta dilahirkan pada tahun sekian
saya tidak minta dilahirkan jadi orang jawa.
saya tidak minta dilahirkan dari keluarga biasa-biasa aja..dst...dst...

semua sudah tercipta,  semua sudah ditentukan...
Sahabat-sahabatpun pasti demikian,  punya sejarah, latar belakang hidup yang berbeda beda
---

Kenapa tidak kita terima saja takdir kita
Kenapa kita tidak menjalani saja peran kita dengan sebaik2nya di dunia ini
Berlomba-lomba saja dalam melakukan kebaikan
Mensyukuri setiap apapun kejadian yang kita terima
Menerima setiap perbedaan yang ada di sekitar kita dengan positif

Bukan...
bukan tidak boleh protes
Bukan tidak boleh bersuara
berpendapatlah
Kreatif berfikir
Kritisi setiap hal dari perbedaan itu
Terdapat ilmu di sana (terutama untuk orang-orang yg menggunakan akalnya)
Wajib hukumnya mencari ilmu
Wajib pula hukumnya mensyiarkan kebenaran

Apa salahnya menghargai  pendapat yang berbeda
semakin berbeda, semakin banyak ilmu yang bisa kita dapat bukan?
Gk perlulah memaksakan kehendak/sikap kita.
Biarkan kita semua berfikir mencermati perbedaan itu
Biarkan kita semua menggunakan akal –pikiran kita masing-masing
Biarkanlah orang lain dan diri kita sendiri berjalan atau berlari mencapai sesuatu
Sesekali  jatuh, terperosok,  sakit? tak apalah...
Kewajiban orang2 di sekitarnya adalah berusaha menariknya kembali kejalan yang benar, mengingatkannya sesekali,  membiarkannya berjalan dan berlari lagi...

Semuanya pasti  berproses menuju sesuatu yang lebih baik
Ada konseksensi dari tiap pilihan yang diambilnya
ada resiko yang harus ditebus, sehingga alangkah lebih baiknya bila terus meng gunakan akal, fikiran, dan hati nuraninya
tidak taqlid,  menerima begitu saja pendapat orang lain

karena kelak,  masing masing diripun harus bisa mempertanggungjawaban segala hal yang  diucapkan/dilakukannya, setelah dirinya meninggalkan dunia ini.

Di hari yang fitri ini,  mari kita mensucikan diri.
Mari bercermin,  secantik apakah diri kita 
bersihkan noda sana sini yang merusak hati
bersihkan diri  dari berbagai hal yang negatif.

Mari kita bersama membentuk nada  yg berbeda,
lalu bersama-sama  berusaha menyatukan, menyesuaikannya dengan  irama.
Biarlah terjadi banyak warna... hitam, putih, kelabu, merah,  kuning,  hijau, dst.
Biarlah terjadi banyak rasa,  pahit, getir, asam,  asin, manis, dst.
Mari,  bergenggaman tangan.
Mari kita bentuk harmoni.
Mengalunkannya nada-nada  merdu nan indah
bersama  alam semesta .

------

Mohon Maaf lahir Batin.
Maafkan bila terjadi salah koment/salah upload,  salah kata dan ucap yg tidak berkenan di hati.
Bandung,  Awal September 2011
Hari kedua lebaran
















0 komentar:

Post a Comment