Breaking News

23 February, 2012

Bidadari dalam Rumah Tangga

True Story by : Naqiyyah Syam

Akhir Februari 2005 yang  kelabu.
Ta’arufku gagal lagi. Ini untuk kedua kalinya proses menjelang pernikahanku kandas di tengah jalan. Allah, sedih itu pasti ada. Siapa sih yang tak ingin menikah dengan lelaki sholeh? Menjadi bidadari dalam rumah tangga yang berlandaskan dakwah? Sungguh, impian setiap akhwat berusia 25 tahunan sepertiku.
Hati lalu bertanya? Mungkin aku belum pantas menjadi bidadari dunia untuk seorang lelaki sholeh itu ya?

Namun pernikahan begitu indah kudengar
Membuatku ingin segera melaksanakan
Namun bila kulihat aral melintang pukang
Hatiku selalu maju mundur dibuatnya
(Suara Persaudaraam: Hasrat Hatiku)

Waduh, nasyid itu indah sekali, mengedor naluriku. Aih, pengen banget! Aku iri melihat para ummahat yang demo sambil gendong anak. Wajah mereka cerita, walau berpanas-panasan mengendong anaknya. Kadang tak cuma mengendong, tapi juga mengandeng tangan anaknya yang lain.

Dari Murobiyahku, aku dan teman liqoanku sering menjadi baby sitter para ummahat yang sedang rapat atau mengisi pengajian. Wah, senangnya! Mendapat pelajaran praktek dengan gratis! Menimang, menidurkan, bermain dengan anak-anak balita itu penuh cerita. Semakin membuatku ingin segera menikah!

Tapi, proses menikah itu tak mudah! Aku selalu terganjal. Dan selalu pihak ikhwan yang memutuskannya. Aih, benarkah aku tak pantas jadi bidadari dalam rumah tangga para lelaki sholeh itu? Aku pun segera bermuhasabah. Mungkin aku belum ‘dewasa’, belum mampu mengemban tugas-tugas dakwah seorang ummahat jika telah menikah kelak. Aku bertanya pada diriku.

“Sudah berapa banyak hapalanmu?”
“Berapa kelompok binaanmu?”
“Apa persiapan ilmu menjadi seorang istri dan seorang ibu?”
Akupun mantap membidadarikan diriku sendiri sebelum menikah!
Akhirnya aku segera tersadar
Hanya pada Allah lah tempat aku bersandar
Yang akan menguatkan hatiku yang terkapar
Insya Allah azzamku akan terwujud lancar
(Suara Persaudaraam: Hasrat Hatiku)

Jakarta, 26 Maret 2005
Aku bertemu dengan buku Agar Bidadari Cemburu Padamu karya Salim A. Fillah. Wow,bukunya keren banget! Benar-benar buku yang kucari! Menjawab kegelisahanku selama ini.
Kenapa bidadari cemburu pada wanita dunia? Semua terjawab di buku ini.
Aku pun tenggelam dengan kesibukkan baru. Menambah hapalanku, memperbaiki manajemen pembinaanku, aktif di organisasi keislaman dengan serius dan fokus. Aku all out menyelesaikan ujian skripsi yang terus tertunda karena berbagai masalah. Pelan-pelan aku bisa tersenyum dengan ceria dan semangat lagi. Soal pernikahan, aku simpan dengan harapan, aku lebih siap jika dan matang.

Ternyata Allah menjawab doaku dengan sangat cepat. Seorang ikhwan dari Lampung akan ber-ta’aruf ke Bengkulu pada tanggal 6 April mendatang. Duu, aku grogian! Rasanya seperti mimpi! Baru saja aku menangis karena ta’arufku yang gagal, tapi kini sudah ada jawabannya! Ta’aruf singkat itu akhirnya sampai ke pelaminan. Kami menikah di tanggal 24 April 2005 dengan penuh bahagia. 




0 komentar:

Post a Comment