Breaking News

06 February, 2012

Be confuse


  Pagi-pagi saat terbangun dari lelapku, segera kuambil air wudhu kutunaikan shalat subuh. Setelah itu seperti biasa kubuka lemari pendingin bersiap untuk memilih menu apa yang harus kusuguhkan untuk keluarga hari ini sebelum aku berangkat ke kantor.
Setelah semuanya beres, kubangunkan ketiga buah hatiku agar mereka segera mandi dan berkemas karena harus kutitipkan ke tetangga belakang rumah selama aku bekerja. Repot memang tapi mau bagaimana lagi, panggilan hatiku untuk bekerja masih tetap ada, kadang terbersit rasa penyesalan ketika meninggalkan mereka di rumah, apalagi pada si bungsu.
Ketika hendak keluar rumah mengantarkan mereka untuk dititipkan pada tetangga dan segera kukunci pintu rumah,
"Mamah, nggak usah kerja di rumah aja ya mah, mamah jualan aja deh. Ntar kan kalau aku pulang sekolah ada mamah di rumah, aku nggak kesepian lagi mah" Celetuk si sulung.
"Mamah kerja aja, tar pulang kerja beliin aku layang-layang sama mobil-mobilan yah' celetuk si tengah.
"jajajja" celoteh si bungsu.
Percakapan itu hampir terjadi setiap hari, saat aku hendak berangkat kerja. Itulah riuh canda rengekan anak-anakku. kadang bisa jadi semangat buatku untuk tetap menjadi working mother tapi kadangkala juga melemahkanku dalam memilih posisi sebagai working mother.
Repot, ribet, cape, senang, sedih, semuanya berbaur jadi satu.
Namun kuyakin suatu hari nanti kan terjawab kebingunganku ini, dengan semakin membesarnya mereka, semoga mereka mengerti dengan keputusanku saat ini, hingga kelak apa yang mereka inginkan akan terkabul.

Tangerang, 2011 August 22

0 komentar:

Post a Comment