Breaking News

02 February, 2012

Balada seorang tua

 
ibu-ibu...mohon bimbingannya ya...jangan dicuekin yah hehehe...

Balada seorang tua

Kakinya yang sudah tidak kuat lagi menahan beban dirinya sendiri, masih saja harus dipaksakan melangkah dengan membawa serta tanggungan di pundaknya. Langkah kakinya terus dipaksakan karena adanya tanggungan di pundaknya, langkah kaki yang gontai dan panasnya udara hari itu tidak membuat dia berhenti melangkah.
Telinga tua yang sudah sulit untuk mendengar meskipun telah diberi tambahan alat pendengar, sulit untuk mendengar panggilan orang yang akan membeli sesuatu dalam tanggungannya, berkali-kali dipanggil tetapi tidak sedikitpun dia berhenti melangkah ataupun menoleh. Telinga itu sudah sangat sulit mendengar, ketika akhirnya dia mendengar sudah agak jauh langkahnya dari si pemanggil itu, membuatnya sedikit kesulitan untuk berbalik dan melangkah menghampiri pemanggil itu. Langkahnya yang semakin oleng dan hampir jatuh, beruntung ada mobil yang parkir menopang beban tubuhnya.
“Pak, di dalam aja pak” tapi dia tetap berdiri diluar
“kiripik neng?”
“iya pak, berapa harganya?” tapi si bapak hanya diam tidak menjawab
“sabaraha pangaosna pak?” aku ulangi dengan suara agak keras
“lima rebu neng”
“punten neng, kirang ngadangu bapa teh, padahal tos ngangge ieu, tapi tadi oge aya nu nawisan bade meserkeun ieu” sambungnya sambil menunjuk ke telinganya, mungkin maksudnya alat bantu dengar.
Matanya yang sayu dan terlihat lelah, semakin memperlihatkan kalau dia jarang beristirahat dengan baik. Namun, dari mulutnya yang keluar adalah ucapan terima kasih dan do’a. kata-kata syukur juga terucap darinya.
Tidak didengarnya aku berkata supaya dia beristirahat dulu sebentar, setelah beberapa kripik berpindah tangan dia langsung mengucapkan terima kasih dan bersiap kembali untuk melangkah, meniti kembali dengan langkahnya yang lemah namun sekaligus terlihat kekuatan yang besar disana.
Masih aku melihatnya pergi, memandang punggungnya yang sudah mulai bungkuk dengan handuk melingkar di lehernya untuk sekedar menghangatkan atau mungkin untuk menghilangkan keringat, entahlah. Tanpa terasa mataku berkaca-kaca, dan tertuju do’a kepada Allah SWT agar bapak itu mendapatkan kesehatan dan rejeki yang melimpah karena kerja kerasnya untuk mendapatkan nafkah yang halal, amin.
Ya, Allah terima kasih telah memberiku pelajaran betapa beruntungnya aku sekarang, masih dapat berlindung dari panas dan dinginnya cuaca, masih ada makanan yang layak aku makan, masih ada pekerjaan yang dapat aku kerjakan tanpa harus berkeliling jauh dari rumah, masih ada keluarga yang selalu mendukung dalam segala kondisi, masih ada suami yang menyayangi, masih ada anak yang selalu menghiasi hari, masih ada teman yang mau berjuang bersama, masih banyak lagi yang patut aku syukuri.
Ya, Allah jadikanlah selalu aku orang yang bersyukur kepadaMu, amin.

Jadi teman, nikmat apa lagi yang kau dustakan?
Bandung, 17 oktober 2011


0 komentar:

Post a Comment