Breaking News

06 February, 2012

AWAS COPET, KALI INI DI KA (EKSEKUTIF)


  Beberapa hari yang lalu, tepatnya 7 hari yang lalu, kakak ipar adikku meninggal dunia. Kuterima beritanya sampai gemetar. Mengapa?
"Mbak, Mas Totok meninggal. Dilempar copet ke luar kereta api."
Hanya itu yang kuterima beritanya melalu HP. Aku langsung gemetar. Ya Allah, terbayang di mataku anak dan istrinya yang masih bayi. Terbayang betapa kejam para pencopet itu.

Begitulah setelah takziah, berita dan cerita tragis itu pun dapat kuketahui dengan jelas. Ternyata kronologi ceritanya seperti berikut ini. Mas Totok (alm.) dan istrinya pulang dari Jakarta naik KA Eksekutif Bromo. Padahal planning mereka mau pulang ke Jombang tanggal 27 Agustus, sudah dapat tiket pesawat malah. Namun entahlah, sehari sebelum kejadian naas itu keinginan Mas Totok pulang sangat kuat. Akhirnya hari itu mereka memutuskan pulang ke Jombang.

Sampai di Solo tas istrinya diambil pencopet. Karena mengetahui pencopetnya, Mas Totok mencoba mengejar pencopet itu (arah ke depan). Berikutnya sang istri sempat melihat (dari jendela) tubuh suaminya melayang. Karena tahu tak bisa berbuat apa-apa saat kereta berjalan cepat, sang istri (subhanallah, sangat tegar dia. Gak sanggup membayangkannya) ia langsung menelpon teman-teman wartawan, polisi, dan rumah sakit di daerah Solo. Ia juga sudah menelpon keluarganya baik keluarga suami maupun keluarganya sendiri. Kenbetulan sang istri bekerja di An TV. Kereta eksekutif itu baru berhenti di Madiun. Tapi apa yang akan bisa dilakukan seorang perempuan dalam kondisi demikian? Dengan seorang bayi dan tas bawaan yang banyak?

Ia memilih melanjutkan perjalanan. Hingga sampai ke Jombang. Saat sampai di Jombang, di rumah mertuanya yang juga mertua adikku, keluarga sudah berangkat ke Solo untuk mengurus jenazah Mas Totok.

Pesan: Meski naik KA eksekutif atau kendaraan umum lainnya, tetap hat-hati. Waspada! Kejahatan ada dimana-mana.