Breaking News

06 February, 2012

AWAS, COPET GENTAYANGAN DI ANGKOT!


 
By Rf Dhonna  
Pagi tadi saya dan ibu melakukan perjalanan dari Malang ke Lumajang. Sebenarnya saya tidak terlalu suka naik kendaraan umum. Biasanya saya naik travel. Tetapi karena sudah lewat jam keberangkatan, saya terpaksa naik angkutan umum.

Saya membawa tas ransel berisi laptop, dompet, hape, dll. Sedang ibu, sambil menggendong anak saya, beliau membawa tas jinjing berisi pakaian. Kami menyetop  angkot AT  di depan toko buku Togamas, menuju terminal Arjosari. Tak lama setelah kami, naiklah seorang bapak-bapak, kira-kira berusia 45-an tahun. Tubuhnya tinggi besar, gemuk, berkulit gelap, berpakaian rapi, bersepatu, dan membawa jaket (yang tidak dipakaikan ke badannya). Selintas wajahnya seperti perpaduan Arab-Timor, rambutnya agak botak dan berkumis tipis.

Awalnya orang itu duduk di belakang sopir, dekat seorang perempuan muda (sepertinya mahasiswi yang hendak pulang kampung) sambil menyelonjorkan kakinya. . Kelihatannya dia sedang menahan sakit. Dia jadi penumpang yang badannya paling besar diantara penumpang lain. Saya, ibu, dan si kecil duduk paling pojok saling berhadapan. Tas ransel saya letakkan di bawah, saya apit dengan kedua kaki saya.

Tak lama kemudian, laki-laki itu pindah tempat duduk di sebelah saya. Biar nggak sempit, saya ambil tas ransel saya, saya taruh di pangkuan saya. Lagi-lagi lelaki itu berselonjor kaki sambil mendesis pelan seolah kesakitan. Saya belum merasa aneh dengan tingkah laku orang itu. Tetapi saya memang selalu waspada sama orang asing kalau sedang naik angkot.  Ketika ada penumpang baru naik, laki-laki itu semakin merapat ke samping saya. Bahkan saya disuruhnya bergeser ke bangku kecil di tengah yang menghadap ke depan.  Saya pun semakin mengencangkan pelukan ke tas ransel saya. Meski dompet dan hape sudah saya letakkan di tempat tersembunyi, saya merasa tetap perlu berhati-hati.

Beberapa menit kemudian, orang itu pindah lagi. Kali ini di samping ibu saya yang sedang memangku anak saya. Padahal tadinya bangku deretan tempat duduk ibu sudah terisi penuh. Dia meminta anak sekolah yang duduk di samping ibu pindah ke sebelah saya. Saya masih berbaik sangka pada orang itu. Mungkin dia masih tidak nyaman dengan posisi duduknya.

Tiba-tiba anak saya merengek karena kakinya terjepit kaki orang itu. Saya pun berusaha mengeluarkan kaki anak saya, lalu menghadap ke depan lagi. Sebelumnya saya sempat selintas melihat tangan orang itu ditutupi jaket yang dipegangnya. Ketika saya hendak menanyai anak saya, saat itulah tanpa sengaja saya menangkap basah tangan lelaki itu yang tertutup jaket, menggerayangi tas ibu saya! Spontan saya senggol ibu saya. Orang itu pun cepat-cepat menarik tangannya lagi dan memasang ekspresi pura-pura tidak terjadi apa-apa. Saya pandang orang itu. Dia kelihatan salah tingkah. Dan ketika ada penumpang turun, dia tergesa ikut turun.

Melihat tas ibu yang risletingnya terbuka, saya langsung heboh. Untungnya tidak ada barang berharga di tas itu, hanya pakaian ibu dan anak saya. Alhamdulillah….saya lega bercampur gemas. Kurang ajar betul orang itu! Meski tidak ada yang jadi korban, saya tetap shock dengan kejadian tadi. Saya melihat copet beraksi dengan mata kepala saya sendiri!

Melihat saya heboh, penumpang seangkot pun ikut heboh.  Ternyata mereka masing-masing sudah curiga pada orang itu sejak pindah tempat duduk pertama kali. Mudah-mudahan di angkot lain tidak ada korban….

saya masih ingat wajah orang itu. Saya bersumpah, jika suatu hari melihat orang itu lagi, saya akan memfotonya. Saya tadi tidak bisa berbuat apa-apa. Mau saya teriakin, nggak ada apa-apa yang diambil. Bisa-bisa nanti saya yang dituduh memfitnah orang itu, karena nggak ada bukti.

Hati-hati jika melihat penumpang membawa jaket yang diletakkan di tangannya. Bisa jadi tangannya yang tertutup jaket ‘beraksi’ di balik jaket itu. hati-hati juga kalau ada penumpang angkot yang duduknya pindah-pindah tanpa sebab. Bisa jadi itu trik untuk memeriksa, apa di kantong penumpang sebelahnya ada hape atau dompet. Kalau sedang di angkot, usahakan jangan mengeluarkan hape atau dompet. Sembunyikan di dasar tas atau letakkan di sela-sela pakaian. Ambil uang secukupnya untuk bayar kendaraan, taruh di bagian tas yang bisa langsung dijangkau tanpa ribet. Waspadalah! Waspadalah!

0 komentar:

Post a Comment