Breaking News

15 February, 2012

ARTI SEBUAH KATA "LOLOS"


ARTI SEBUAH KATA LOLOS
Pipit Setiafitri

Sedari kecil aku memang hobi sekali membaca dan menulis. Membaca apa yang memang bisa dibawa, dari majalah anak sampai dengan majalah dewasa. Eiitss jangan salah paham dulu, maksudnya majalah dewasa saat itu majalah ANITA CEMERLANG (selanjutnya ANEKA YESS). Karena kebetulan sedari kecil aku dan para kakakku sudah disodori buku dan majalah oleh orang tuaku, khususnya Bapakku, yang kebetulan (lagi..) mempunyai DRUG STORE di Hotel Indonesia (HI). Jadi, ga perduli itu buku/majalah berbahasa Inggris, tetap aku lahap (baca maksudnya..), lihat gambarnya bukan tulisannya.


Hobi menulis kutekuni setelah aku mendapat buku diary kosong dari Bapakku, “untuk menulis semua kegiatanmu” kata Bapak waktu itu. Mulailah aku menulis diary sejak kelas 4 SD. Yaaah, tulisan anak 4 SD, hanya berkisar tentang kegiatan sekolah, perasaan senang karena hari ulang tahunku dirayakan, perasaan sedih karena ada teman yang memusuhiku.


Menginjak SMP, aku semakin hobi menulis. Kebetulan aku masuk OSIS dan terpilih menjadi SIE MADING (majalah dinding). Naaah, disitu aku mulai menuangkan tulisan-tulisan kecil tentang apa yang sekiranya menarik untuk anak seusiaku waktu itu. Cerita-cerita lucu dan sedih aku tempel di mading, dan Alhamdulillah banyak komentar positif yang berdatangan setelah membaca tulisan-tulisanku. Artinya mereka suka dengan tulisanku kan..? GEER.COM hehehe.. Hobi menulis diary pun masih tetap aku lakukan, tiada hari tanpa menulis diary. Naaah untuk diary kali ini, isinya sudah tentang suka-sukaan pada lawan jenis (tetap normal hehehe..). Di SMP ini aku bertemu lelaki yang sekarang menjadi suamiku dan di diary tertulis semua perasaan dan cerita-cerita lucu tentang kisah kami di kala itu. Sampai sekarang kami berdua suka tertawa jika membaca diary itu, yang kebetulan masih kusimpan.


Masa SMA juga aku masih terus aktif dengan hobi menulisku, lagi-lagi aku terpilih menjadi SIE MADING. Disini juga aku terus menampilkan karya-karyaku, walau masih karya ecek-ecek ala anak SMA. Tapi aku bangga karena mereka juga suka dengan tulisanku yang dinilai tidak berlebihan, apa adanya. 3 tahun masa SMA, 3 tahun pula aku mengikuti kursus bahasa Inggris di Lembaga Indonesia Amerika (LIA). Disini aku patut bangga, karena hasil written test ku selalu mendapat urutan pertama. Di semester terakhir, written test ku yang berjudul “THE GREED LEADER” sengaja diminta oleh salah satu teacher untuk diikuti lomba menulis di kalangan tertentu di LIA. Alhamdulillah aku mendapat point tertinggi.


Masa kuliah dan kerja pun kurasakan manfaat dari hobi membaca dan menulis, tugas-tugas masa kuliah kurasakan mudah, apalagi semua itu ditunjang dengan adanya perpustakaan di kampusku yang menurutku lengkap dan bagus banget, sistemnya juga sudah canggih (ada info, perpustakaan di kampusku itu kampus terbesar diantara perpustakaan kampus-kampus di Indonesia). 10 tahun masa kerja juga kulalui dengan aman-aman saja, itu karena kebiasaan menulisku. Setiap hal dan kegiatan di kantor aku tulis di agenda, jadi setiap ada meeting atau pertemuan dengan clients aku tidak kelabakan mencari bahan materi. Karena kebiasaan inilah, akhirnya bos ku memerintahkan semua staff untuk mengikuti jejakku menulis agenda. Hahaaayy, aku jadi panutan ceritanya.


Sampai sekarang aku menikah dan memiliki 2 anak, hobi membaca dan menulis masih berjalan. Cerita-cerita fiksi dan non fiksi hasil karyaku makin banyak, namun ak belum mempunyai keberanian untuk mengirimkan naskah-naskah itu ke majalah maupun penerbit. Biarlah ini dikonsumsi untukku pribadi.Sebagian ku publish di FB ku dengan tujuan tulisannku bisa bermanfaat bagi orang lain. Tapiiii, setelah bergabung di group ibu-ibu doyan nulis (IIDN), yang dikepalai oleh jeung indari mastuti (ehhmmm..), pengetahuanku tentang penulisan semakin bertambah, disini aku berkenalan dengan banyak wanita (kebanyakan ibu-ibu hehehe..) dari berbagai status yang mempunyai hobi sama denganku, yaitu menulis. Awalnya, dengan statusku ini yang Cuma full time mother, aku merasa minder berada ditengah-tengah mereka yang telah mempunyai banyak prestasi, tapi dengan adanya support dari mereka, aku semakin bersemangat dan terpacu untuk terus menulis, karena menulis adalah jiwaku (jiaah, puitis kali diriku..). Ternyata dengan status FULL TIME MOTHER tidak menyurutkan semangat ibu-ibu ini untuk menghasilkan karya, yang pastinya bermanfaat bagi orang lain.


Aku semakin sering mengikuti lomba-lomba antologi (kumpulan kisah). Aku menunggu dan menunggu, tetap belum ada hasil. Ternyata mengirimkan naskah itu tidak semudah yang ku kira. Sekian lama ku menunggu, akhirnya aku mendapat kabar bahwa salah satu naskah antologi yang kukirim LOLOS.. Alhamdulillah, akhirnya kerja kerasku membuahkan hasil. Ini merupakan hadiah yang tidak ternilai. Satu demi satu, celah dan kesempatan mulai terbuka. Senangnya bukan main.. Kupikir, norak juga yaa, baru 1 naskah lolos saja sudah sebegini hepi’nya. Padahal ini belum apa-apa dibanding dengan penulis lain yang naskahnya sudah puluhan terbit, baik itu antologi maupun buku sendiri. Ini baru langkah pertama yang bisa kujejakkan di dunia penulisan, masih banyak hal yang harus kupelajari dan kupraktekkan.


Tujuanku hanya ingin agar karyaku bermanfaat bagi orang lain dan membuktikan pada orang lain jika wanita dengan status sepertiku, full time mother dengan 2 orang anak, masih bisa berkarya dan menghasilkan materi, walau dari rumah.
Semoga tulisan ini bisa ikut memacu wanita lain yang awalnya hanya mempunyai hobi menulis, hingga bisa benar-benar menjadi seorang PENULIS, yang karyanya bisa dinikmati oleh semua orang dari segala kalangan..

(dedicated for my lovely husband arief ahmad hidayat, Pandji, Rajendra. Mommy love you so much)










0 komentar:

Post a Comment