Breaking News

17 February, 2012

ART oohhh ART


 By Juni Nur Azizah  

Suatu hari aku yang sedang hamil besar sedang menyapu lantai, tiba-tiba dari ruang tv, kudengar si mbak (ART) sedang cekikikan diruang tv..OMG, ternyata si mbak lagi nonton infotainment. Dengsan santainya, duduk didepan TV dengan kaki selonjoran.  Saat menyapu diruang tv, si mbak hanya melengos, merubah posisi duduknya, dengan kaki tetap berselonjor, dan tatapan yang tak lepas dari TV.  OooOOoo..tak ada basa basi, si mbak bahkan cuek saat aku menyapu lantai dekat tempatnya duduk berselonjor. Arrrggghhhhh..jam 8 pagi, si mbak udah cekakak cekikik didepan tv, sementara aku dengan perut buncit sedang menyapu lantai ditempatnya selonjoran..Arrrrrrrgghhhh...

****

Saat sedang belanja ditukang sayur, dari kejauhan berjalanlah seorang cewe dengan dandanan layakya ABG yang mau ngemall, pake hot pants, baju ketat plus bolero, rambut diikat kuda, plus memakai malindi ala C**CS,  berjalan sambil nelpon, kearah tukang sayur..wow, sepagi ini, siapakah tetanggaku gerangan yang sudah dandan secantik ini??
Makin lama si cewe mendekat, hmm..wangiiiiii..

pakaiannya membuat usil si abang penjual sayur. Si cewe masih senyam senyum, dan..betapa kagetnya aku, saat si cewe  ngobrol santai dengan abang penjual sayur dengan logat jawa kental..wkwkwkkkkkkk..

wow..ART zaman sekarang, gayanya macem macem, bikin geleng kepala dan mengelus dada. Hot pants, baju ketat plus bolero bukan lagi dipakai para ABG  di mall, tapi dipakai  belanja ke tukang sayur. Pfuuhh..miris

****

Rata-rata gaji ART disini,  500 ribuan bu, itu kl pulang pergi. kerjanya nyuci, nyetrika, bebenah aja, kl masak, bisa 550-600 ribuan. Nah kalo yang nginep bisa sampe 700 ribuan bu..

Haaaaa?? Melongo lah aku saat itu, mahal amat jasa ART?? Bergidik aku saat si bapak tukang kebun tetangga sebelah menyampaikan standar gaji ART dikomplek ini.

Memang tak dpungkiri ,saat ini, sulit mencari jasa ART, selain gajinya sudah menanjak, kadang tak diimbangi dengan keahlian yang sesuai. Gimana gaji ART dikomplek ini ga besar, gayanya aja, sudah cukup menghabiskan separuh gaji, belum pulsa, belum gonta –ganti HP. Yang ada kerjaan malah terbengkalai.

Hah..sudahlah, lupakan ART!! Selama badanku sehat, tubuhku kuat, insya allah aku masih bisa mengerjakan semua sendirian. Yang lain bisa kenapa aku tidak, kakakku yang punya 4 anak, survive tanpa ART, rumah selalu cling, masakan semakin enak, meski kegiatan semakin banyak, anak tidak pernah terlantar, bahkan pintar-pintar.

Sudahlah..lupakan ART!!paling tidak untuk saat ini.

mmmmHHHmm Setelah 10 bulan pisah dari orangtua, alias mandiri dan tinggal dirumah sendiri, memang baru berasa “nikmat”nya jadi istri dan ibu. Wiwwwww, nyuci, nyapu, nyetrika, ngepel, masak, bebenah ini, itu, harus dilakukan sendiri. Beruntung, aku FTM (full time Mom) jadi saat ini tenaga ART masih bisa terpenuhi melalui tenagaku, meski tak jarang, aktifitasku diluar rumah, tak serta merta membuat kerjaan rumah keteteran.

Awal-awal pindah, memang sulit, mengerjakan semua sendirian, tapi sebulan, 3 bulan, 6 bulan, eeeeehh, ternyata asyik juga, berkutat dengan kerjaan rumah, tanpa ART.

8 bulan, 10 bulan..horeeeee...alhamdulillah, ternyata aku BISA!!


rumah cling, rumput ditaman selalu segar, karena selalu rutin kusiram,setrikaan rapi jali, masakan semakin beragam menu, makanan anak selalu fresh, masih bisa mengurus TPA, berjualan pakaian dan semakin produktif menulis (alhamdulillah), bersyukur untuk mencuci, suami tercinta, selalu siap mencuci pakaian kotor menumpuk.meski semua tak sempurna kukerjakan.

So..kupikir, untuk saat ini, ART masih belum masuk daftar penting dan mendesak buatku. Wallahu a’lam, 4 atau 6 bulan kedepan. Selama aku enjoy, badan sehat dan tubuh kuat (Amiin), ART plus segala problemnya, masih diawang awang.

So..enjoyy aja..

Bintaro City, 9 september 2011 

0 komentar:

Post a Comment