Breaking News

16 February, 2012

ANDAI RIZKI (MASIH) BISA DITAWAR..



 By Candra Nila Murti D  

"Dasyatnya doa jilid 2"

Buatku, kisah ini adalah salah satu kisah yang memalukan untukku, sekaligus berbalut keajaiban. Malu bukan dengan seseorang, namun malu kepadaNya. Sudah diberi rizki, masih juga menawarnya, kata orang jawa, "diwenehi ati ngrogoh rempelo", maksudnya diberi sesuatu yang enak, masih minta yang lebih. Bukannya aku tak Qona'ah,..cuma ketika keadaan yang memaksa..

"Bu, silahkan pilih jam tangannya,..yang ini atau itu.." kata seorang ibu mengangsurkan 2 jam tangan kepadaku, terlihat bagus dan bermerk. Dan ibu yang ramah itu bukan sales jam tangan, namun ia mau memberiku sebuah jam tangan. "pemberian" bukan sogokan atau upeti. Soalnya Suamiku saat 9 tahun lalu itu menjabat bagian kesantrian di sebuah pondok pesantren di kotaku ini. Biasanya orang tua santri bila mohonkan izinkan anaknya untuk keluar komplek pesantren  diluar jam sekolah ya sama suamiku. Dan biar lancar, kadang mereka memberi oleh-oleh,..eh ini termasuk upeti ndak ya..Soalnya terkadang orangtua santri membawakan kami hasil bumi, telurayam sampai makanan khas daerahnya masing-masing,..ihik,, sepertinya memang enak ya menjadi bagian kesantrian itu, tapi tanggungjawabnya luarbiasa belum lagi jam kerjanya bisa lebih dari 15 jam sehari.. , belum lagi diomeli orang..

"Nyuwunsewu bu, saya harus kedapur soalnya  baru ninggal gorengan, keburu waktu untuk menyetor makanan dikantin pondok, saat istirahat sekolah.." kataku dengan gelisah mohon pengertian tamu ini. Maklumlah demi mengisi waktu luang dan membantu urusan dapur keluarga, saya berinisiatif mengisi kantin pondok dengan beragam makanan yang bisa dibuat olehku,.lha gimana lagi sebagai ustadz muda, penghasilannya belum seberapa, namun barokahnya insyaAllah luarbiasa..

Sambil mengemasi jam tangan yang tak kupilih, Ibu tadi mengerti dan berucap : "Monggo, silahkan maaf saya malah mengganggu,..ini saya langsung kerumah sebelah, bukankah itu rumahnya Ibu ustadz wakil kesantrian juga ya,..nah jam satunya lagi kuberikan padanya.." sambil menyemalamiku, tak lupa aku mengucapkan banyak terimakasih atas pemberiannya, yang buatku sangat bagus untuk dilingkarkan ditanganku.

Sembari menggoreng lauk yang akan kusetor dikantin pondok, dengan tak sengaja kuberkeluh kesah padaNYa. "Ya Allah, bila memungkinkan jam tangan indah ini ditukar dengan berkotak-kotak susu untuk 2anakku, tentu ini lebih bermanfaat..andai tadi ibu itu memberiku uang saja..." sambil melirik jam tangan yang tergeletak dimeja dapur. ketika aku sadar kutepuk-tepuk dahi ini. Meski saat ini sangat membutuhkan karena persediaan susu sudah menipis, tapi sungguh maluuuuu rasa ini  padaNya, bisa-bisanya aku tidak ridha dengan rizki yang diberi Tuhan kepadaku,..masih juga nawar.

Ba`da Dhuzur suamiku oulang dari pondok, kuceritakan tentang ibu yang memberi jam tangan tadi padaku. Kata suamiku tak apa-apa, diterima saja soalnya ibu itu orang yang berpunya, ingin membagikan sedikit kepunya-annya padaku. Akupun lega.

Sehabis Ashar, diruang tamu terlihat ada tamu yang duduk. Ternyata ibu yang datang tadi dengan anaknya, saat ini ketemu langsung dengan suamiku. Karena tidak ada kepentingan denganku, akupun menyingkir, namun dua anak balitaku terlihat asyik bermain diberanda rumah. Tak lama terdengar sedikit 'kegaduhan', suara suamiku yang berkata: "sudah bu, tidak usah tadi sudah memberikan pada istri saya khan.." sambil menolak dengan halus. "Tak apa, Ustadz ini hanya sedikit.."sahut ibu tadi, sambil berpamitan pada kami, kucoba melirik apa yang terjadi. Subhanallah..Allah Maha Mendengar.. ternyata ditangan kedua anakku terselip masing-masing uang lima puluh ribuan!!! Seratus ribu saat 9 tahun yang lalu sangaat berarti bagi kami, bisa membeli 6 kotak susu sepertinya.

Kisah ini kututup dengan perasaan yang tak menentu. Bingung, senang sekaligus malu, malu karena sudah menawar rizki dan ternyata,..tawaran diterima!! mungkin buat sebagian orang ini merupakan kebetulan belaka, namun untukku tidak. Ini bukti kasih sayangnNya memang tak berujung buat umat yang meminta, "berdoalah..niscaya akan Aku kabulkan.." itulah firmanNya. Keajaiban doa inimembuktikan bhwasanya, rizki itu sebenarnya, tak keliru orang, tak tertukar dan tak bertepi..

0 komentar:

Post a Comment