Breaking News

17 February, 2012

Aku Seputik Bunga


 By Lygia Pecanduhujan  

Dear Lelaki Tak Bernama,

Siapapun dirimu, dimanapun kau berada, tahukah kau di sini aku menunggumu ? Mungkin kita belum pernah bertemu, mungkin pula kau terlahir di benua yang berbeda. Tapi bukan tidak mungkin sesungguhnya kita pernah dipertemukan oleh garis takdir. Entah itu di taman kota, tempat aku biasa duduk sendiri menatap mendung yang bergulung, ataukah di café di mana aku biasa menghabiskan malam-malam tak bertepi sambil menikmati secangkir coklat panas ?

Aku meyakini bahwa setiap makhluk bernyawa memilik takdirnya masing-masing yang harus tergenapi sebelum perjalanan panjangnya harus berakhir di halte penghabisan. namun aku tak tahu kemana takdir akan membawaku. Seperti putik bunga, aku membiarkan sang angin menerbangkanku kemana pun ia suka dan aku menunggu di manakah aku akan berakhir. Di padang pasir yang gersang kah ? Kebun yang sangat indah ? Taman kota yang sesak ? ataukah di surga ?

0 komentar:

Post a Comment