Breaking News

22 February, 2012

Aku Cacat dan Bahagia


Aku remaja yang cacat fisik. Aku memang tidak sempurna, dan ini sangat kelihatan. Tidak seperti ketidaksempurnaan lain pada teman-temanku yang tidak terlihat. Misalnya, ada salah satu temanku yang berwajah cantik lengkap dengan rambut indah, tapi ketika melihat matanya…. Kamu bisa melihat mata yang selalu sinis pada semua orang. Untukku, itu ketidaksempurnaan yang tidak kelihatan. Beda dengan ketidaksempurnaanku yang kelihatan.
Sekilas saja orang bisa tahu kalau aku tidak sempurna. Aku ditakdirkan memiliki kaki yang tidak sempurna. Kakiku kecil sebelah, tidak bisa digunakan. Jujur, keadaan itu sering kali membuatku minder. Setiap kali minder itu datang, aku seperti merasa harus diyakinkan akan sesuatu. Apalagi kalau bukan keyakinan bahwa orang tuaku tetap mencintaiku apa adanya.
Jika aku sedang merasa sedih karena diejek, aku bisa langsung tersenyum hanya karena merasakan tangan Ibu memelukku. Ada kehangatan yang merasuk sampai hatiku setiap kali Ibu memelukku. Kalau aku sedang marah pada Tuhan karena kondisiku ini, aku bisa langsung tertawa hanya karena Ibu bilang bahwa hidup ini adalah permainan.
“Yang sebetulnya itu Allah sedang menyembunyikan kaki kamu yang indah di surga,” kata ibuku sambil tersenyum.
Lihatlah, betapa aku beruntung memiliki ibuku.
Aku bahagia bersama ibuku.
Aku senang selalu berada dekat dengan ibuku.
Aku dan ibuku seperti puzzle yang membentuk sebuah bibir tersenyum.
Aku tidak ingin membuat ibuku sedih dengan kesedihanku.
Aku ingin membuat ibu bangga.
Tahukah kamu apa yang membuat ibuku bangga padaku?
Kata Ibu, aku tidak pernah putus asa  J
Aku memang tidak sempurna. Tapi, aku tidak berbeda dengan remaja lainnya. Aku bisa melakukan apa pun seperti mereka, walau tentu saja tidak selincah teman-temanku yang normal jika harus menggunakan kaki.
Aku melakukan banyak hal untuk diriku sendiri, dan aku bahagia karenanya.
Aku memang tidak memiliki kaki yang sempurna, tapi aku bahagia memiliki kecerdasan yang bisa kuandalkan.
Tahukah kamu kalau aku selalu jadi juara di kelasku?
Aku memang tidak sempurna, tapi aku bahagia karena memiliki  banyak sahabat yang mengelilingiku. Kata mereka, senyumku bikin orang senang dekat denganku.
Tahukah kamu kalau aku memiliki sahabat yang jumlahnya lebih dari hitungan jari?
Aku tidak memiliki kaki yang indah, tapi aku punya suara yang indah.
Tahukah kamu, aku senang jika ada yang memintaku bernyanyi.
Aku bahagia, walau kakiku tidak sempurna.
Hmmm…. Meskipun sekarang ini masih ada yang aku sedihkan….
Ayahku malu dengan keadaanku.
Ayah tidak pernah bangga padaku.
Ayah dingin dan kering. Mungkin Ayah kecewa dengan kondisiku.
Kalau Ibu sering tertawa dan tersenyum, Ayah lebih sering diam.
Di benakku pernah berseliweran pikiran-pikiran buruk tentang Ayah, tapi Ibu mengikisnya dengan pelukan. Aku sering menangis karena rindu pelukan Ayah.
Aku ingin Ayah mengatakan, “Tak apa kakimu cacat, tapi Ayah tetap mencintaimu apa adanya.”
Setiap hari aku menantikan kalimat itu keluar dari mulut ayahku. Aku ingin Ayah tersenyum untukku.
Kamu tahu, sampai hari ini aku masih menanti….  Kata Ibu, aku harus bersabar. Allah pasti akan membuka mata hati ayahku. Ibu yakin itu. Aku juga yakin. Aku harus yakin…..





0 komentar:

Post a Comment