Breaking News

31 January, 2012

Woman In Biz: Antara Jatuhnya Bisnis, Keyakinan, dan Semangat! (Bagian 4)


oleh Indari Mastuti pada 19 Maret 2011 jam 13:07


Artikel ini akan saya mulai dengan sebuah pertanyaan, "Bagaimana membangun kembali bisnis Anda yang jatuh?"
Pernahkah mengalami kejatuhan bisnis? apa yang ibu rasakan? sedih? kecewa? perasaan yang semrawut? bahkan stress?
Tahun 2010 adalah masa suram dalam bisnis yang saya kelola. Tanpa saya sadari penurunan omzet terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, namun saya terlambat menganalisa bisnis, sehingga hasilnya fatal. PHK harus saya lakukan untuk efisiensi biaya fix, mengetatkan pengeluaran operasional dari segala sisi, tapi apa daya perusahaan sudah berkembang sehingga seketat apapun efisiensi dilakukan biaya yang harus dikeluarkan tetap besar. Dimulai dari biaya telepon, listrik, atk, speedy, dan pengeluaran fix lainnya yang luar biasa besarnya. 
Dalam kondisi omzet menurun, piutang tak bisa tertagih dengan baik karena alasan klien -bangkrut- dan ada yang -hilang- entah kemana. Lebih dari 100 juta harus saya ikhlaskan karena tidak bisa tertagihkan. 
Herannya dalam kondisi buruk itu saya nggak pernah keabisan semangat! seingat saya hanya satu kali berkeluh kesah kepada suami kalau "pikiran saya penat!" sisanya tetap menjalankan dengan senang hati :). Padahal mungkin saja suami saya yang bertanggungjawab di urusan keuangan kepalanya cenat cenut :)
Di sisi lain, saya harus berhadapan dengan berbagai karakteristik karyawan yang sudah tidak sedikit. Kondisi perusahaan yang sedang labil kerapkali membuat karyawan ikut-ikutan tidak labil, itu sebabnya saya setiap saat harus menyuntik semangat dan menyebarkan aura positif agar mereka tetap bisa menghadapi segala kesulitan perusahaan. perusahaan yang jatuh dan akan kembali bangun! Namun, apa daya tidak semua bisa bekerjasama  :). Saya harus berhadapan dengan mereka yang demotivasi mulai dari jadwal kerja yang ngaret, datang terlambat terus, wajah unhappy, bahkan teror seseorang yang merupakan pasangan hidup sang karyawan yang merasa tidak terima dengan keputusan yang saya buat. Inilah suka duka memimpin sebuah perusahaan!
Saya bersyukur!
saya bersyukur, Allah senantiasa melimpahkan 'semangat'' yang luar biasa pada diri saya. Dalam kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan itu, saya tidak ikut tergerus kondisi. Saya tetap melangkah, semangat, dan terus menguatkan AFIRMASI.
Bisnis saya sedang diuji dan pasti akan kembali bersinar! saya akan bertahan dan mencari cara untuk kembali berbinar!
Beberapa bulan saya mengalami hal itu dan saya tidak menyerah! walau saya akan menggadaikan apa yang saya miliki, rumah, mobil, perhiasan, menguras tabungan, atau apapun saat itu saya lakukan demi mempertahankan bisnis saya, demi membayar hak orang lain, dan demi amunisi untuk masa depan lebih baik.
Saya terus melangkah dan menyakini semua akan baik-baik saja!
Saya merevisi marketing plan dan membuat inovasi-inovasi baru dalam program perusahaan. Butuh waktu! Tapi saya jalankan!
Suami adalah patner, sahabat, sekaligus konsultan bisnis terus mendampingi saya dalam masa-masa suram itu. Dia mendengarkan semua program yang akan saya jalankan dan memberikan koreksinya. 
Alhamdulillah....tanpa saya sadari keyakinan kembali berbuah lebat!
Satu persatu klien lama kembali memesan, bahkan klien baru terus berdatangan dengan jumlah pesanan yang tidak sedikit. Dalam kondisi itu, saya mulai membenahi segalanya, memberikan PELAYANAN LEBIH BAIK dan mempererat TIM YANG SOLID demi kepuasan pelanggan.
Saya dan tim yang kini berjumlah 7 orang saling berpegangan tangan melanjutkan dan merajut mimpi kami. 
Saya begitu percayanya akan segala sesuatu ada hikmahnya! dalam segala kondisi saya pantang mengeluh dan menyerah! Inilah saya, yang menurut suami saya "KEUKEUH!" :)
Sekarang kondisi Indscript Creative sudah kembali sehat, alhamdulillah. Apa jadinya jika saya menyerah?!
Bagaimana dengan ibu? Apakah ibu sudah melawan rasa kecewa karena kejatuhan bisnis yang ibu jalankan dengan aksi yang terprogram? Lawan stress dengan rasa syukur, lawan rasa sedih dengan keyakinan! saya yakin bisnis apapun membutuhkan keyakinan untuk mengembangkannya!
Saya tahu, membangun bisnis bukan sesuatu yang mudah namun saya yakin segala kesulitan bisa dilalui oleh siapapun yang menjalankannya asal terus melakukan USAHA yang tiada henti, KEYAKINAN tidak terbatas, SEMANGAT yang tidak pernah habis, DOA yang tak terputus, dan CINTA pada profesi yang dijalankan.

"Tidak ada seseorang yang sukses yang tidak mengalami hal buruk dalam membangun kesuksesannya."
-Indari Mastuti-