Breaking News

31 January, 2012

Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu (Bagian 3)


Catatan tahun lalu
oleh Indari Mastuti pada 25 Desember 2010 jam 18:39



Yuk kita mulai lagi cerita tentang serunya bisnis dan ngurus rumah yang dipadukan dengan harmonis ^^
Saya masih merekam jelas alasan para perempuan Pemenang Inspiratif Nova 2010 yang memilih berbisnis di rumah dan meninggalkan karirnya yang sedang menjulang tinggi. Semuanya nggak jauh-jauh karena ingin mengurus anak dan suami :)
Well ya, gimana nggak betah di rumah kalau setiap detik kita bisa lihat pertumbuhan anak yang kita cintai, kita tidak pernah kehilangan sedikitpun senyuman, tangisan, kenakalan, kegembiraan anak kita…..subhanallah, sungguh menyenangkan!
Pantas saja, sahabat-sahabat saya yang saat ini masih memilih berkarir di luar rumah seringkali merasa sedih ketika ketika saat berpamitan pergi ke kantor akan diiringi jeritan sang buah hati.
“Aku tidak punya pilihan lain, bekerja mengamankan financial keluarga.”
“Kalau saja aku punya bisnis yang bisa dikelola di rumah pasti aku sudah resign sejak lama.”
Heiii, berbisnis bukan masalah kita sudah siap atau tidak, tapi berani atau tidak!
Naskah yang saya kirimkan ke Nova untuk mengikuti Woman In Biz ini sedikit mengulas tentang menjeritnya hampir seluruh anggota keluarga saya, termasuk suami ketika saya memutuskan untuk jadi “Ibu Rumah Tangga Biasa”. Mereka nggak tahu sih di kepala saya sudah banyak program yang akan saya jalankan untuk menjadi “Ibu Rumah Tangga Tidak Biasa” hehehehe
Bisnis Indscript Creative diawali dari hobi menulis, kalau akhirnya membesar, saya tidak berpikir untuk membesarkannya lebih dari saya bayangkan karena lagi-lagi saya harus kembali ke tujuan awal saya membangun bisnis ini, “Bisnis Rumahan atau Bisnis Ibu Rumah Tangga.”
Itu sebabnya saya memilih kembali ke rukan kami, setelah setahun memisahkan antara rumah dan kantor. Saya kan memang Ibu Rumah Tangga biasa, bukan pebisnis ‘beneran” tapi ini bukan berarti bisnis Indscript Creative saya kelola dengan tidak professional loh, hanya saja saya tetap akan berada di jalur awal/tujuan pertama saya membangun bisnis di rumah; saya ingin jadi Ibu Rumah Tangga tanpa kehilangan eksistensi saya sebagai perempuan berkarir titik nggak ada koma.
So, kalau melihat dari sini, saya yakin semua ibu di dunia ini bisa kok memulai bisnisnya dari hobi. Kalau ibu hobi nyalon, kenapa nggak bikin salon? Kalau ibu mahir berbahasa asing, kenapa nggak buka kursus bahasa? Kalau ibu suka masak, kenapa nggak bikin warung nasi atau bisnis katering? Kalau ibu pinter dagang, kenapa nggak jadi broker barang dagangan? Hehehe…..semua Ibu kayaknya bisa deh membangun bisnis di rumah sekaligus jadi ibu rumah tangga. Perempuan kan dianugerahi kemampuan yang multi! Iya nggak?:)
Cumaaaaaaaaaaaaaaan….
Ketika akhirnya bisnis Anda berkembang dan terus berkembang jangan terlena ya? Fokus tetap harus tapi siapkan juga keranjang yang lainnya! Bisnis Indscript Creative tidak luput mengalami pasang surut. Saat ini, bisnis sejenis makin menjamur, ini artinya “kue” mulai berbagi dan makin berbagi. So, nggak ada salahnya ketika saya mulai membuat rancangan keranjang yang lain, walau saya harus terus sekuat tenaga secara kreatif membangun Indscript Creative. Bisnis yang saya bangun ini memang membutuhkan sentuhan kreatifitas yang sangaaaaaat tinggi, kalau tidak kreatif pilihan lainnya adalah matiii xixixixi
Keranjang lain yang saya siapkan nggak jauh-jauh dari hobi saya juga J
Hobi saya kan makan dan ngemil niiiih, so, dengan berbekal sumber daya yang sudah ada akhirnya saya membangun INDCAKE di tahun 2009. INDCAKE bergerak di catering dan kue kering. Setelah satu tahun saya jalani ini, Alhamdulillah, sudah ada langganan yang melakukan repeate order berulang, apalagi kalau musim lebaran, penjualan kue kering bisa melonjak tajam. Sudah dua kali lebaran penjualan kue tembus hingga 1000 toples setiap lebaran. Lumayan untuk beli baju lebaran hehehe….dan pada waktu-waktu tertentu langganan memesan catering dan kue kering….Bagi saya bisnis ini bisa menjadi media pembelajaran saya di bidang kuliner selain juga menyalurkan hobi, dooh lagi-lagi hobi :)
Keranjang satunya lagi saya rintis sejak bulan Juni 2010. Bisnis yang saya sebut BISNIS CANTIK ini Alhamdulillah mulai memberikan hasil yang menyenangkan. Hobi saya yang suka banget ‘ngomong’ dan ‘Online” yang membuat bisnis ini berkembang lumayan. Apa sih bisnis cantik? Bisnis cantik adalah bisnis dBCN Oriflame. Well, mungkin sebagian dari Anda akan mengurungkan niat untuk berbisnis ini, selain karena Oriflame yang popular ini terasa pasaran (bayangkan saja, satu kantor yang jualan Oriflame bisa 3 – 5 orang hehehe) juga karena ketika bicara masalah jaringan, maka bulu kuduk akan langsung merinding, “MLM, nggak deh!”
Tapi, saya dapat ‘feel’nya di bisnis cantik ini dengan beberapa alasan: Saya bisa mengelola bisnis ini secara Online, walau tak jarang saya padukan dengan aktifitas Offline seperti mengikuti bazaar, presentasi di acara-acara yang tepat, beauty demo, dllProduk-produk yang dimiliki Oriflame cocok banget dengan kebutuhan saya dan keluarga (so, tinggal mengalihkan merk saja kan? ^^)Saya senang bersosialisasi dan melalui pengembangan jaringan ini, saya yakin akan semakin banyak orang saya kenalDan yang terakhir…..Pengen nambah penghasilan tanpa nambah stress wkwkwkwk…..Saat ini grup Bisnis Cantik saya berjumlah 132 orang, saya sendiri sudah mencapai level manajer 15% dengan penghasilan 1,5 juta/bulan. Hemmmm…makin semangat deh mengembangkan bisnis cantik ini :), saya punya target pencapaian yang harus fantastis dalam bisnis ini. Saya anggap bisnis ini akan menjadi salah satu sumber mata pencaharian Ibu Rumah Tangga tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam di luar rumah, Online geto loh hehehe
Saya bukan mau pamer penghasilan, kalau di MLM memang penghasilan masing-masing level ketahuan kok hehehe….Saya cuman mau menyampaikan bahwa adalah sesuatu yang penting untuk menyiapkan keranjang lain dalam bisnis kita. FOKUS Penting! KERANJANG lain juga Penting! So, yuk jalankan bisnis apapun dengan serius dan siapkan pengaman ketika satu bisnis kita terpelanting ke tanah ^^
Saat ini, Indscript Creative juga fokus pada pengembangan skill ibu-ibu yang memiliki hobi menulis dan berbisnis. Indscript mewadahi satu grup di Facebook bernama grup ibu-ibu doyan nulis, didirikan pada bulan Mei 2010 dan saat ini sudah memiliki anggota grup sebanyak 1652 orang. Saya kerapkali mengirimkan berbagai informasi terupdate tentang kebutuhan penulis ataupun berbagai pelatihan yang diselenggarakan. Alhamdulillah, respon positif dari para ibu yang bergabung makin menyemangati saya untuk terus menebarkan virus-virus “berkarir di rumah” hehehe, sedangkan untuk satu grup yang berkaitan dengan bisnis masih saya bangun adalah grup ibudoyanbisnisdirumah, awalnya grup ini akan memberikan informasi tentang bisnis-bisnis yang dijalankan oleh para ibu, motivasi, info-info bisnis yang lagi naik daun, sayangnya waktu saya kurang untuk mengasuh grup ini, tapi sesekali ada sih artikel saya kirimkan, jangan marah ya anggota grup ibudoyanbisnisdirumah :)
Satu hal yang tidak kalah penting untuk semua ibu yang akan berbisnis adalah restu suami. Saya yakin tanpa restu suami, sebesar apapun modal yang dimiliki, seterampil apapun Anda mengelola bisnis, dan secantik apapun program yang akan Anda jalankan nggak bakalan berhasil sempurna. Restu suami penting banget, eeekh, saya juga pernah kok menjalankan satu bisnis dan suami tidak merestui secara penuh, hasilnya? Cabeee deeeeh hehehe, so, intinya pengalaman jadi pelajaran penting niiih hehehe
Saya pernah mengundang Ibu Ina Cookies dan Teh Mely Rahardjo dalam kegiatan 3 JAM BISA BERBISNIS untuk para Ibu. Dua perempuan yang hebat mengelola bisnisnya juga mengawali bisnis dengan restu suami….olalalala, restu suami-suami memang penting banget untuk kemajuan para istri-istri wekekekekeke


So, mari kita berbisnis! :)
dan, mari kita kolaborasi :)





0 komentar:

Post a Comment