Breaking News

26 January, 2012

Untuk belahan jiwaku



Bersama malam,
kudengar degup jantungmu berdetak mengejar mimpi.
Bersama rembulan,
kurasakan lembutnya hembusan nafasmu menghangatkan malam.

Dalam tidur kau tersenyum di antara bintang.
Kau bintangku yang terindah.
Tak kan kubiarkan indahmu memudar.
Tak kan ku biarkan dingin menggigilkanmu.
Tak kan ku biarkan hujan membasahimu.
Akan ku jaga kau dengan segenap jiwa dan ragaku.
Ananda, belahan jiwaku, biarkan bunda mengecup keningmu mengantarmu menjelang mimpi indahmu.

Esok pagi,

Ananda, belahan jiwaku, biarkan bunda mengecup keningmu membuatmu terjaga menatap pagi.
Esokmu akan kau raih bersama mentari.
Kau akan terbang bersama kicauan pipit .
Terbang tinggi hingga ke angkasa di mana kau menggantungkan cita-citamu.
Bersama citamu kau akan menari dan mengajak dunia untuk tersenyum,
seperti kau mengajakku untuk selalu tersenyum..
(tasikmalaya, kamis 13 Januari 2011. Jam 24.00)
























Kau adalah Lagu Terindahku

Kau adalah rangkaian nada dalam kidung jiwa yang terluka.
Syairmu memerdekakan cakrawala yang terkurung.

Aku menemukanmu dalam album kenangan usang.
Tapi nada-nadamu tak pernah sumbang.

Kau bagaikan tempo marcia yang menyemangatiku.
Tapi kau adalah andante yang menenangkanku.

Terkadang partiturmu di oktav yang tinggi, tak dapat ku jangkau.
Terkadang kau forte yang keras menghentak jantungku.

Tenormu mengalun dalam rangkaian opera, membuatku tertawa, kesal, menangis dan menunggu...




0 komentar:

Post a Comment