Breaking News

25 January, 2012

TINGGALKAN AKU


By Archa Bella
Menjawab tantangan dari mbak Harlis,mbak Ety Abdul,mbak Ummu Rayhan,mbak Dhia Nisa dan ibu-ibu yang pada nantangin ARCHA BELLA buat bikin puisi ala mbak Nadia Paritrana.Maka izinkan saya dengan kenekatan tingkat tinggi dan kegokilan yang kusekap erat-erat..menulis puisi yang oucchhh.....ga banget begini.
Berharap sedikit puitis atau paling tidak melatih jiwa saya untuk sedikit bisa merangkai kata-kata puitis.Tolong dicaci maki dan dibantai seperti biasa ya bu..

#NB:asli!lebih berat nulis ini daripada manggul beras bu....hiks..*mules

TINGGALKAN AKU SEPARUH JIWAKU

Kau datang seketika
Bagai angin tak bertuan
Riuh rendah menghampiriku
Menyapa hatiku yang telah tersekap
Dalam bilik tak bersekat

Entah fatamorgana macam apa yang kau tawarkan
Ketika rasa itu merayap disetiap sendi nadiku
Entah buluh apa yang kautancapkan
Hingga aku tak berdaya
menggelepar didalam pusaran arus segitiga Bermuda
Yang kasat mata

Apakah ini sesuatu yang indah untuk diteruskan?
Atau hal absurd yang mengupas logika dan mengoyak jiwa?

Ingatlah dirinya dan dirinya
Mereka tak mungkin terabaikan
Hanya dengan sebongkah perasaanmu yang telah menggores kemurnianmu,
Segenap perasaanmu padaku........


Ketika rindu menyergap
Nurani  terkadang lenyap
Kendati hasrat meluap
Kata kata hanya bisa didekap

Gegap gempita sensasi ini
Hanya akan membuat pedih tak terperi
Seperti duri yang akan terus menancap
Dan tetap meninggalkan luka,duka dan air mata

Maka pergilah....
Seperti  seorang Rumpelstilskin
Kurcaci yang tak akan lagi kembali
Membawa segenap rasa kecewa dan malunya

Dan jangan pernah ganggu aku lagi...........

Karena aku hanya selembar daun kering
Lazimlah aku jatuh ketanah
Bersembunyi di balik batu
Berharap kan sudi lindunginya dari terik mentari

Aku hanyalah selembar daun kering
Hujan hanyutkannya jauh ke dasar samudera
Lelap tertidur di sudut kepasrahan
Menunggu kabar dari sang bulan

Andai semua tak pernah ada
Mungkin luka tak akan tercipta
Kenangan indah tentangmu mulai terlupa

Dan separuh jiwaku telah hilang bersamanya

0 komentar:

Post a Comment