Breaking News

25 January, 2012

A Superwoman Called "Mom"


Miris rasanya saya melihat infotainment akhir-akhir ini. Mungkin ini sebabnya juga mengapa saya lebih menikmati menonton Bernard Bear, The Curious George ataupun Ipin Upin ketimbang nonton infotainment :p

Kabar mengenai artis-artis yang minggat dari rumah serta seorang Putri Indonesia yang berseteru dengan ibunya membuat saya merenung. Apa yang menyebabkan mereka berseteru? Apakah karena merasa sudah mampu menafkahi diri sendiri lantas mereka tega "membuang" figur seorang ibu? Naudzubillah...

Guru ngaji saya waktu kecil pernah bercerita mengenai keutamaan seorang ibu. Bagaimana perjuangan seorang ibu mengandung selama 9 bulan kemudian bertaruh nyawa untuk melahirkan hingga membanjiri kita dengan kasih sayang hingga dewasa. 

Sewaktu remaja, saya juga sering berselisih paham dengan ibu. Apa yang ada di pikiran saya waktu itu adalah : 

"Kenapa sich mama nggak mau ngerti aku? "

It sounds soooo teenager's! :D

Apalagi ketika ibu melarang saya melakukan apa yang saya inginkan. Dianggap kalau saya belum bisa menjaga diri sendiri. Duh.. Jengkel banget rasanya!:D

Tahun demi tahun berlalu, pola pikir saya pun berubah. Saya menikah, kemudian hamil dan melahirkan serta mengasuh anak sendiri tanpa pembantu. Bulan-bulan pertama jujur saja saya sangat depresi. Dulu saya bisa tidur enak kapan saja tiba-tiba sekarang "kemerdekaan" saya terenggut. Jangankan pencet-pencet handphone,mandi aja kadang nggak sempat!:D 

"Penderitaan" saya masih ditambah dengan jahitan persalinan yang masih terasa sakit. Tapi mau nggak mau saya harus bangkit, jalan mondar-mandir menyiapkan semua keperluan si bayi. Saking semangatnya, jahitan persalinan saya sempat terbuka dan harus dijahit ulang! Kebayang donk, sakitnya jadi dua kali!:/

Untungnya ketika itu ada ibu-ibu saya (mama dan mama mertua), suami serta adik ipar yang bersedia membantu di kala saya sudah kehabisan tenaga. Saat saya sudah kelelahan, ibu saya selalu berpesan : 

"Gak oleh ngresulo, yo kuwi rasane duwe anak" (Jangan mengeluh, ya gini rasanya punya anak) 

Ketika itulah saya sadar beratnya menjadi seorang ibu. Ketika itu pula rasa sayang saya pada ibu berlipat 1milyar kali dari sebelumnya.

I LOVE YOU, MOM! Always... :*


Malang, 26062011 
With my highest respect to all mothers around the world ^^





0 komentar:

Post a Comment