Breaking News

25 January, 2012

Subahanallah...bocah usia 3.5 th sudah bisa nyetrika....^_*


Bismillaahirrahmaanirrahiim......

Mohon saran dan kritikannya dari sahabat-sahabat IIDN ya, karena saya sedang belajar menulis nich.....Terimakasih. :)

Ahhhhh,,,saya senang sekali bisa kembali menulis setelah sempat terhenti karena aktifitasku yang padat.
Cerita bermula dari seorang bocah yang berusia 3.5 th suka melihat ibu dan ateunya (saya) suka menyetrika. Bocah tersebut adalah keponakan saya sendiri. Namanya Pasya. Dia anak yang lucu dan aktif. Dia selalu ingin menirukan apa yang dilakukan oleh orang-orang disekelilingnya. Rasa ingin tahunya sangat tinggi sehingga terkadang orang tuanya kewalahan menghadapinya.

Kami ( ibu nya pasya dan saya) biasanya suka mengisi waktu libur di pagi atau malam hari dengan menyetrika. Biasanya kalau kami  menyetrika suka bergantian karena setrikaannya cuma satu di pakai untuk rame-rame....hehehehe. Nah, sambil salah satu dari kami nyetrika, Pasya biasanya suka anteng  duduk disamping kami sambil memainkan gantungan baju dan terkadang "mengacak-ngacak" lagi baju yang sudah dilipat dan disusun dg rapih....heheheeh....jadi nambah kerjaan dech.....hihihihihihi

Sore itu, ibunya Pasya bersiap-siap untuk nyetrika setumpuk pakaian sedangkan saya duduk disamping Pasya menemani dia main mobil-mobilan. Ketika ibunya Pasya ke kamar membawa pakaian yang akan disetrika saya masih menemaninya. Beberapa saat menemani Pasya, perutku mulai keroncongan karena makan siangku sengaja ditunda, biasa kalau hari libur suka males makan....hehehehe, saya pun pergi ke dapur. Sekembalinya dari dapur saya tercengang melihat Pasya sedang nyetrika dengan asyiknya.....Pada waktu itu setrika sudah on.
Tangan mungilnya meliuk-liuk memegang setrikaan merapihkan baju bola favoritnya....Haduh saya khawatir banget kalau setrikanya sampai melukai tangannya. Saya mau melarang dia agar jangan main-main dengan setrika tapi saya teringat pesan Abah Ihsan. Beliau seorang trainer PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) yang pernah saya ikuti sekitar 7 bulan yang lalu.

Abah Ihsan mengatakan jangan banyak melarang aktivitas yang dilakukan oleh anak karena mereka sesungguhnya sedang mengeksplorasi apa yang dia kerjakan. Mereka sedang mengeksplorasi apa ya kegunaan dari alat ini, bagaimana ya rasanya menggunakan alat ini, aku bisa ga mempergunakan alat ini.....
Kita sebagai orang tua dan guru bertugas untuk mengarahkan , membimbingnnya dan malibatkan anak agar dia bisa menemukan sendiri jawaban dari eksplorasinya. Dan kalau anak sudah bisa menemukan jawabannya sendiri maka sungguh merupakan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak. Dia merasa dihargai akan usahanya dalam menemukan hasil eksplorasinya. Pengalaman belajar yang ia dapat sendiri akan membuat anak lebih percaya diri karena pendapatnya dihargai dan di apresiasi oleh kita serta dapat  menumbuhkan kreatifitas sejak dini karena dia lebih lepas dan bebas untuk berkarya tinggal kita mengarahkannya.


Back to story....
Saya waktu itu langsung mendekati Pasya dan bilang kepadanya,,,Aduh sayang hati-hati...aduh...aduh...Ibunya Pasya yang melihat dia sedang asyik menyetrika langsung teriak,,, "Pasya jangan main-main setrikaan"!!!!! Teriakan ibunya membuat dia kaget dan langsung menoleh kepada saya. Dengan tenang saya membelai Pasya dan berkata,,,"sayang udah dulu ya nyetrikanya,,,mau di pake sama mamah....Pasya hebat sudah bisa nyetrika...." Dia langsung memberikan setrikaan kepada saya dan bermain kembali dengan mobil-mobilannya.......
Dalam hati saya berkata,,,"aduh kasihan lagi belajar memahami sesuatu di cut dengan kata "jangan". Tadinya saya ingin mengajarkan dia cara menyetrika yang baik lho agar dia bisa jadi asistenku ketika  menyetrika.....hahahah lebay dech.....

Ahh, ini mah hanya kisah biasa yang mudah-mudahan bisa memberikan manfaat. 

Saya jadi teringat potongan dari puisinya Dorothy law note :
Jika anak dibesarkan dengan pengertian, ia belajar menjadi penyabar
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia akan belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia akan belajar mencintai

Wallaahua'lam