Breaking News

31 January, 2012

· Sleep Well Mother


bu, aku tahu kita hanya dua orang perempuan yang terkadang berebut untuk menjadi nahkoda
bagi parahu kecil kita,seringkali berbeda pendapat tentang arah pelayaran walaupun menunjuk mata angin yang  sama,
tapi ingatkah dirimu bu?  malam-malam ringkih, saat kita berbagi penat,
badai terasa amat panjang, dan kita melauinya hanya dengan saling menghapus air mata.

bu ,aku mengimani, kematian itu berada tapat di belakang kita dan hanya menunggu perintah-NYa untuk menghampiri,
tapi pergimu meninggalkan sesak  sangat di dadaku,
aku masih melihat bayanganmu di sana, suara pintu kamar yang kau buka, senyum khas dan
kerling matamu menyapaku di pagi buta,
di kursi itu, kita biasa menikamati secangkir teh manis, roti mentega dengan taburan meses atau
mie instan rasa ayam bawang plus cabe rawit, sambil sesekali keningmu berkerut"kita masak apa hari ini?"
siang, masih jelas ajakanmu "geura emam neng...",tubuh yang kau sandarkan diantara tumpukan bantal, tangan kiri memegang surat kabar edisi terbaru dan pena di tangan kanan cukup sibuk mengisi teka teki silang rubrik kegemaranmu, tak ada yang bisa mengalahkanmu untuk yang satu itu! :)
dan bu,
malam enggan ku jelang, aku takut dicengkeram sunyi yang dalam.

tapi aku yakin bu, hanyalah doa yang bisa membuatmu terus hidup di hatiku,
Semoga surga menjadi tempat terakhirmu,
sleep well mother,Ill see u then...insya allah.....




ibu mertuaku dalam kenangan.

0 komentar:

Post a Comment