Breaking News

25 January, 2012

Separuh Jiwa Yang Melengkapi


Dulu pernah aku ragu padamu, berpikir kalau kita tidak ditakdirkan untuk jadi satu.Selalu aku merasa kalau kamu bukan untukku dan hatiku tidak mungkin untukmu. Aku selalu merasa bahwa cinta ini tidak bisa dipaksakan, perasaan ini milikku dan hak asasiku untuk melabuhkannya pada siapa yang aku mau. Aku merasa tidak sanggup berpura-pura mencintaimu, sehingga berulang kali berusaha untuk menjauh darimu. Tapi, setiap kali itu pula aku gagal menjauh. Tekadmu seperti baja dan pendirianmu seperti karang, kamu berjuang keras dan berusaha semaksimal kemampuanmu untuk terus mempertahanku. Ku usir, ku paksa dan tidak ku pedulikan, tapi kamu tetap kembali dan kembali. Aku berpikir keras setiap harinya untuk menciptakan konflik agar kamu mau melepasku dan merasa bosan denganku, tapi semua sia-sia.

Hari-hari yang ku lewati seperti menyimpan bara dalam sekam, menanti untuk tersulut kemudian terbakar membara. Ok, baiklah kalau itu maumu, kita lihat saja sampai dimana ketahananmu menghadapi aku dan semua keburukanku. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, lalu bulan berganti tahun, dan dimanakah dirimu? Masih ditempat yang sama, berdiri di depanku. Benar-benar seperti karang dilautan yang tahan menghadapi ombak dan badai. Aku bingung, sebenarnya hatimu terbuat dari apa sampai kamu bisa bertahan sekian tahun menghadapi aku yang menjengkelkan. Aku benar-benar lelah mendorongmu untuk menjauh dariku, karena semakin didorong kamu justru semakin mendekat. Kelelahan membuatku menyerah, aku sudah tidak snaggup mendorongmu ataupun mengusirmu. Terserah saja apa maumu, aku sudah kalah. Hati ini lelah menjauhkanmu dari hidupku.Biarlah waktu yang menjawab semua tanya di hati ini. Ya, memang ternyata aku harus menyerah kalah pada waktu dan juga padamu.

Kegigihanmu dan kesabaranmu mendatangkan hasil yang sempurna,untukmu juga untukku. Kekuatanmu dalam bertahan mendatangkan berkah dan kebahagiaan, bagimu juga bagiku. Penolakan dan kebencian itu berubah jadi penerimaan dan cinta. Tanpa keberanianmu, aku tetaplah burung dalam kandang. Tanpa keberadaanmu, aku mungkin tidak akan tahu dunia luar. Tanpa dirimu, aku tetaplah gadis kecil penakut yang takut menginjakkan kakiku dalam kerasnya hidup. Kamu dan semua keberanianmu untuk mempertahunkan diriku, membuatku menyadari bahwa rasa cintamu begitu tulus untukku. Kamu dan semua kesabaranmu, menyingkap tabir gelapnya kehidupanku. Kamu membawa sinar matahari untuk dubia kelabuku, membawa pelangi dalam hujan dijiwaku dan mendatangkan bintang gemerlap di gelapnya malam-malamku sebelumnya.Kamu, adalah energi tak berujung dalam hidupku dan separuh jiwa yang melengkapi kehampaan.Terimakasih untuk kesabaran dan kekuatanmu menggenggam hatiku untuk tidak berpaling darimu.Terimakasih untuk cinta tak berbatasmu.In love with you is the best thing that ever happen to me.

0 komentar:

Post a Comment