Breaking News

25 January, 2012

Sehelai Karpet Kardus


            Usai sholat Ashar saya melihat si Bungsu tengah asyik bermain kardus bekas. Kardus air minum dalam kemasan yang sudah dibongkar itu sedianya akan dibuat robot mainan oleh si Sulung. Tapi tidak demikian halnya dengan apa yang ada dalam benak adiknya. Kardus bekas itu ia hamparkan dan dijadikan alas duduk layaknya sehelai karpet. Si gadis kecil nampak begitu menikmati duduk di atas kardus sambil sesekali bergerak maju mundur. Bahkan ia tanpa ragu merebahkan badannya, tidur di atas kardus.
            “Mama, Dede mau bobo,” ujarnya. Tak lama terdengarlah senandung kecil dari bibir mungil yang pemiliknya tengah santai berbaring. Sementara itu di luar hujan mulai merintik.
            Sehelai karpet kardus di dalam rumah yang hangat. Di bawah sinar lampu yang terang benderang. Dengan seorang gadis kecil berbaju bersih, yang tak henti bersenandung riang, menikmati permainan di atasnya.
            Gadis kecil itu tak tahu, nun jauh di luar sana karpet kardus bukanlah sebuah karpet mainan yang bisa dibuang setelah koyak. Melainkan sebuah harta berharga milik anak-anak yang tinggal di rumah kardus. Anak-anak yang harus merasa cukup dengan sehelai kardus bekas sebagai alas tidur mereka setiap hari. Karena mereka tak punya pilihan lain.

                                                         ************       

            “Mama, lihat! Kayak yang di angkot.” Celoteh si gadis kecil di satu siang.
            Tangan mungilnya menggoyang-goyang botol air mineral. Mulutnya terus berceloteh dengan nada riang diselingi tawa gembira.
            Saya tertegun mengamati polah gadis dua setengah tahun itu. Adalah hal yang menyenangkan baginya ketika ia bisa mendengar suara kecipak air dari botol yang digoyang-goyangkannya. Raut muka ceria dan gelak tawa sebagai ekspresinya.
            Jelas berbeda dengan anak-anak kecil yang sering kami jumpai dalam angkutan umum. Wajah-wajah letih dari mereka yang diberi label anak jalanan. Bagi mereka menggoyangkan  botol air mineral bukanlah sebuah permainan. Melainkan sebuah “keharusan” demi sekeping rupiah yang akan menjadi penyambung hidup.
            Botol air mineral dan kardus bekas. Ragam kisah berbeda dari sebuah panggung kehidupan.

Depok, 18062011


















0 komentar:

Post a Comment