Breaking News

31 January, 2012

SAAT INI....AKU DAN DIA

 
Apa yang membuat ku menangis?, katakan padaku hai jiwa yang kering  atau hai manusia yang sering mengeluarkan air mata. Apakah cacian?, tak dihargai dirimu?, penghinaan?, atau kalimat yang mengganggu dirimu?. Dia selalu menghampiri ku, setiap langkahnya membuat ku ingin memaki nya, setiap gangguan nya buat ku tak berarti dan tak berguna. Mungkin dia benar.

Apa yang membuat ku menangis?, katakan padaku hai jiwa yang tertindas. Diabaikan oleh ras manusia?, kau disendirikan dalam kelompok ras manusia?, suaramu tenggelam oleh tawa ras manusia? atau diacuhkan seperti dirimu tak berada di sisi mereka?. Dia selalu membuat ku dipojokkan oleh langkahnya lagi. Dia tahu kelemahanku, bahkan dengan mudah dia gapai ntuk dipeluknya.  Setiap pernyataannya buat ku bagai orang yang tak berharga. Setiap pertanyaannya buat ku bagai orang yang bodoh. Mungkin dia benar

Air mata ku tak kering juga. Ada saja alasan dia menyampaikan kesedihan ku.  Takjub dirinya ketika ku terdampar amarah dengan tingkah mereka hingga aku disedihkan oleh sifat yang tak mampu membela diri, bahkan orang terdekat ku pun tak mampu selamatkan diriku dalam kolam air mata.

Bisakah kau pergi sejenak ntuk buat ku bernapas lega dan tertawa sesaat.

Bisakah kau tinggalkan aku untuk melihat apakah aku masih mempunyai tanggung jawab dalam arti manusia

Bisakah kau sandar kan dirimu pada manusia lain, agar aku bisa berlari ntuk mempunyai jarak yang kau tak mampu ntuk menjangkau ku

Kenapa kau katakan akan selalu mendampingi ku untuk berjalan dengan tegakkan kepala

Apa yang membuat ku menangis?. Bisakah kau katakan hai ras manusia yang terdiri berbagai alasan. Tak ada kawan atau lawan yang mau denganmu. Kau diremehkan oleh ibumu sendiri?, tak pernah ada penghargaan untuk dirimu?, kecewa dengan kehidupan yang memang tak memihakmu? atau peradaban yang semakin maju juga semakin punya banyak cara untuk menyiksa batin juga mental?. Setiap jawabannya buat ku terkulai, diriku belum siap hadapi manusia. Mungkin dia benar

Maukah hei kau, menulis kalimat semangat? Bukan untuk dia tapi untuk diriku yang tergeletak karena dia. Dia mampu menghentikan detikan jam hingga buat hatiku sakit dalam hitungan hari bahkan bisa membuat dibelenggu olehnya. Bisakah kau lukis pemandangan yang buat ku tenang?. Bukan untuk dia tapi untukku yang selalu mengikat ku. Ku tak memohon ntuk dilepaskan. Karena aku tau dia tak akan memberikan. Dia tak sombong juga tak menyapa, tetapi buat ku terdiam dan termenung. Bisakah kau tersenyum untukku?, untuknya. Dia melepas ku bila canda diuraikan di wajah ku. Dia tidak lari terbirit-birit ketakutan tapi dia hanya menguji. Berapa lama canda yang diberikan ras manusia untukku. Dia tak menguji tapi hanya melihat .  Dia hanya ingin tahu kemampuan ku dalam mengusahakan canda untuk selalu hadir. Dia tak bersembunyi, dia tetap disampingku. Menunggu saat yang tepat untuk meminta ku menemaninya.?