Breaking News

24 January, 2012

S-U-R-T-I-N-I



Sebuah Puisi lama saya.

S-u-r-t-i-n-i 
Profesor  Surtini
wajahnya cantik
badannya seksi
senyumnya manis bagai dewi

dapat gelar
umur tiga-tiga
salahsatunya
dari organisasi dunia

dia tidak beragama
tidak pernah datang ke mesjid atau wihara
“terlalu pintar” kata orang
Jadi menuhankan pikiran
Ah, tidak juga?

Pekerjaannya menolong orang
Dari gembel sampai masyarakat pinggiran
Kata siapa orang tidak beragama itu kasar?
Lihat surtini bagai dewi suaka alam

Surtini hidup bersama perempuan
Entah karena modern atau tak punya aturan
Adopsi anak juga perempuan
“semoga saja tidak seperti ibu bapak barunya”
Doa ibu kandung anak perempuan
Yang terpaksa memberikan anaknya karena butuh uang

Saat anaknya menginjak tahun ke limabelas
Dia minta diajari baca buku bahasa tuhan
Mencari jawaban atas segala kebingungan
Surtini menggantinya dengan dengan setumpuk buku tebal tebal
Anak itu mengernyit menyangsikan
“jangan jangan ibu tidak mengenal buku bahasa tuhan?”
Surtini mematung tka bisa menjawab
Padahal waktu itu, surtini baru dapat tambahan gelar

Bandung, 2007