Breaking News

27 January, 2012

PUISI/Menyapa Sang Malam/Ryva Nova


Kemarin kulihat kelabu wajah ayumu.
Wahai apakah gerangan yang melarakan hati?
Meski seribu topeng tercantik menyapu paras itu.
Masih jelas terpampang rautan pilu seperti dalam jeruji.

Pahatan nan sempurna tak mungkin datang sendiri.
Ada ukiran tangan sejati yang menorehkannya teliti.
Dusta bisa bercokol di sudut kelabu sang awan yang terhenti.
Tapi sudut mata tak pernah mampu menutupi kebohongan yang terpatri.

Ah...aku terbangun dari mimpi kemarin yang membelenggu.
Ternyata yang tengah merangsek nestapa adalah diriku. Yang lengkap dengan antek-antek mengusik hari-hari berlalu.
Melenakan rimbunan asa tersimpan utuh di pinggiran kalbu.

Ingin kuberlari mengejar himpunan anganku yang tertinggal jauh.
Pada satu masa saat semua masih separuh dan menepi lagi.
Kan kutapaki ribuan jurang yang membuat langkah terjatuh.
Untuk menerawang lebih dalam lagi tentang apa yang kuharapkan kembali.

Kini menyambut senja kubisikkan aroma mewangi nan menghanyutkan.
Ikrar bak obor yang menyala merah dan menghangatkan raga kedinginan.
Bangkit untuk merangkai jalanan penuh onak yang kian menyesakkan.
Menjadi penawar paling kuat yang mengalahkan racun mematikan.

Di keheningan malam yang terasa menggigit tulang-tulang rapuhku.
Bersujud dan bersimpuh aku pada-Mu ya Illahi Robbi penguasa semesta alam.
Bahwa hidupku ini milik-Mu seutuhnya entah sampai kapan tak ada yang tahu.
Rahmati dan ridhoi setiap kakiku melangkah, kan kusyukuri sebagai ungkapan hati yang terdalam.


Belajar menulis puisi lagi. Semoga ada yang suka ya, dan mohon masukan dan saran-sarannya dari ibu-ibu di IIDN yang semakin saya cintai ini. Banyak pengetahuan, banyak teman yang bukan hanya dari Indonesia saja rupanya. Hidup IIDN, semoga semakin banyak pentikan manfaat yang kita peroleh ya dari grup ini. Amiin.



0 komentar:

Post a Comment