Breaking News

24 January, 2012

pernikahan online


tulisan yang dibuat dengan maksud untuk ikutan lomba kacamata pengantin, apadaya telat ngirim karena jarang buka FB akibat morning sick...selamat membaca...^_^

Pernikahan Online

Aku tak pernah membayangkan, ternyata orang yang akan melangsungkan pernikahan itu repotttttttttttttttt. Benar-benar repot. Apalagi bila keluarga kita termasuk keluarga besar yang semua anggoa keluarga memiliki kehendak yang ingin dilaksakan, ditambah lagi berbedanya latar belakang budaya antara kita dan calon suami….huh benar-benar peristiwa yang luar biasa sehingga perasaan yang muncul pun luar biasa. Syukurlah aku yang panikan bertemu dengan calon suamiku yang pembawaanya cukup tenang. Sehingga apabila ada hal-hal yang aku rasa besar dan akan sukar dihadapi, namun baginya semua dipandang mudah dan bisa dilakukan.
Yah…contoh simpelnya…satu setengah bulan sebelum hari H aku belum memesan undangan, menjahit baju nikah, beli seserahan, dan cincin pernikahan kami (sesuai kesepakatan kami berdua, maka semua hal yang berkaitan dengan persiapan pernikahan aku yang mengatur dan mengurusnya, sedangkan calon suamiku bertindak sebagai penyedia dana dan penasihat apabila ada hal-hal yang dirasa sukar dilakukan sehingga perlu dicarikan alternatifnya. Namun, bukan berarti ia lepas tangan terhadap persoalan tersebut). Yah maklumlah rentang waktu 2 bulan kurang antara proses khitbah dan akad menjadikan segala persiapan harus dilakukan secara cepat dan tepat, namun tak jarang ada juga yang terlewat. Duh…pusing juga diriku. Mana bapak dan ibu terus menanyakan kapan memesan cincin, kapan memesan tenda dan undangan  Bahkan bapakku memberikan ultimatum…Kalau undangan belum dipesan sampai minggu depan, sudah biar bapak saja yang memesannya, kata bapakkku saat itu. OH TIDAK….nanti bisa-bisa undangannya tidak sesuai dengan kemauan kami berdua (simple, sederhana, bagus tapi harga tetap terjangkau). Segera saja aku mencari cara agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Ku sms calon suamiku kala itu. Assalamu’alaikum pak, mau tanya punya informasi mengenai tempat percetakan undangan yang bagus namun harga terjangkau tidak?oh ya sekalian tempat pemesanan cincin pernikahan dan barang-barang seserahan. Nuwun. Wassalam. Tak berapa lama muncul balasan darinya . Wa’alaikumsallam..wah nggak punya bu, tapi nanti coba saya carikan infonya, mau yang didaerah mana? kisaran harga berapa?. Hmm ternyata dia pun tidak tahu….namun, tak sampai 15 menit setelah smsnya yang terkahir datanglah sms berikutnya. Assalamu’alaikum..bu coba buka hamalam web ini dan ini, disitu ada macam-macam pilihan undangan dengan harga terjangkau namun kualitas bagus, disamping itu juga ada pilihan cincin nikah seperti yang kamu inginkan. Untuk seserahan coba cari saja di situs yang ini. Harganya memang mahal namun dapat dijadikan bahan perbandingan. Untuk kain tanya mb Yuni (kakakku) saja kalau di Jakarta biasanya beli dimana. Semoga bermanfaat. Wassalam. Alhamdulillah ucapku, segera ku buka lepiku, dan nyalakan modem trus mulai browsing di alamat web yang ia smskan tadi.  Subhanallah..ternayata disana lengkap sekali. Dari undangan, cincin nikah, model seserahan, model baju nikah, harga kain seserahan, souvenir pernikahan, harga tenda dan lain-lain. Alhamdulillah..ucapku. untunglah calon suamiku hobi browsing internet, sehingga hobinya tersebut sangat membantu kami saat itu.
Maka tak kurang dari satu minggu, aku berhasil memesan undangan, cincin nikah, memilih souvenir, dan seserahan, serta melihat model baju dan bahan yang akan aku jahitkan untuk ku kenakan pada saat akad dan resepsi kelak. Tak sampai disitu saja, penyebaran undangan pun kami lakukan melalui secara online (email, khusus teman dan saudara yang jauh). Sampai salah seorang sahabatku berujar….Wah Ki kalau boleh dibilang pernikahanmu itu bisa dikategorikan sebagi pernikahan online loh…model pernikahan cara baru ujarnya…haha bisa saja dia. Yah semenjak merasa bahwa internet dapat mengatasi segala kekhawatiran serta kepanikanku untuk mempersiapakan pernikahan, maka aku selalu rajin browsing. Bahkan dengan browsing internet aku bisa mengetahui berapa kisaran harga tenda pengantin, catering, salon dan fotografer saat ini di kotaku. Benar-benar internet adalah solusi bagi kami berdua. Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan semua kebutuhan tepat pada watunya. Jumlah biaya yang kami harus keluarkan pun sudah dapat kami perhitungkan sebelumnya. Dan yang lebih menyenangkan lagi ialah keinginan semua pihak (keluarga besar yang berbeda budaya dalam hal ini) sebagian besar dapat kami penuhi, walaupun ada beberapa yang tak dapat dilaksanakan. Namun, sebagian besar pihak merasa puas dan senang..alhamdulillah. Melalui internet pula suamiku menyiapkan hunnymoon special bagiku dengan harga yang relatif terjangkau. Sungguh diluar perkiraan, kami dapat melaksanakan hunnymoon pasca pernikahan, karena jangankan hunnypun untuk biaya pernikahan saja kami pikir akan kurang, namun Alhamdulillah ternyata cukup.
Maka dikalangan teman-temanku pernikahan kami dikenal dengan pernikahan online. Bahkan salah seorang sahabatku yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat saat ini pun mengikuti jejak kami. dan alhamdullah ia pun merasakan kemudahannya. Bila menginggat saat-saat itu ingin rasanya aku tersenyum.




0 komentar:

Post a Comment